Ketegangan Transatlantik: Trump Ancam Inggris dengan Tarif Impor Tinggi Terkait Pajak Digital

Siti Aminah | Totonews
26 Apr 2026, 16:54 WIB
Ketegangan Transatlantik: Trump Ancam Inggris dengan Tarif Impor Tinggi Terkait Pajak Digital

TotoNews — Atmosfer perdagangan internasional kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan gertakan keras terhadap Inggris. Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi berupa tarif impor yang sangat tinggi jika London tetap bersikeras mempertahankan kebijakan pajak layanan digital yang menyasar perusahaan teknologi raksasa asal Negeri Paman Sam.

Latar Belakang Perselisihan Fiskal

Kebijakan yang menjadi pemicu kemarahan Washington ini sebenarnya telah diberlakukan oleh Inggris sejak tahun 2020. Aturan tersebut memungut pajak sebesar 2% dari pendapatan yang dihasilkan oleh mesin pencari, platform media sosial, hingga pasar daring yang meraup keuntungan dari basis pengguna di Britania Raya. Tak pelak, nama-nama besar seperti Google (Alphabet), Meta, hingga Apple menjadi sasaran utama dari instrumen fiskal ini.

Baca Juga

Strategi Jitu Gubernur BI di Panggung G20-BRICS: Tiga Langkah Menuju Resiliensi Ekonomi Global

Strategi Jitu Gubernur BI di Panggung G20-BRICS: Tiga Langkah Menuju Resiliensi Ekonomi Global

Berbicara langsung dari Ruang Oval, Trump mengkritik tajam langkah Inggris yang dianggapnya hanya mengeksploitasi kesuksesan perusahaan Amerika demi keuntungan instan. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan tinggal diam melihat aset ekonominya dijadikan “mesin uang” oleh negara lain.

Ancaman Balasan dari Ruang Oval

“Kami telah memantau situasi ini dengan saksama. Kami memiliki kemampuan untuk membalas dengan sangat mudah, yakni melalui pengenaan tarif impor besar bagi produk-produk Inggris. Jadi, saya sarankan mereka untuk lebih berhati-hati,” tegas Donald Trump dalam pernyataannya baru-baru ini.

Meskipun Trump belum merinci secara detail mengenai besaran angka atau persentase tarif yang akan diberlakukan, ia memberikan sinyal kuat bahwa tindakan tersebut hampir pasti dilakukan jika tuntutannya untuk mencabut pajak digital diabaikan oleh pemerintah Inggris.

Baca Juga

Revolusi Kendaraan Listrik di Jakarta: Pemprov DKI Pastikan Insentif Bebas Pajak dan BBNKB Tetap Berlaku

Revolusi Kendaraan Listrik di Jakarta: Pemprov DKI Pastikan Insentif Bebas Pajak dan BBNKB Tetap Berlaku

Dilema Ekonomi Inggris

Di sisi lain, London berada dalam posisi yang cukup sulit. Di bawah kepemimpinan Partai Buruh, pajak digital dipandang sebagai sumber pendapatan negara yang sangat krusial. Berdasarkan data keuangan teranyar, pungutan ini berhasil menyumbang setidaknya £800 juta ke kas negara pada tahun fiskal 2024-2025.

Menariknya, meskipun kesepakatan dagang antara kedua negara sempat dicapai pada Mei tahun lalu tanpa mengubah status pajak digital tersebut, Trump memberikan indikasi bahwa masa depan perjanjian tersebut kini berada di ujung tanduk. Ia menilai bahwa setiap kesepakatan lama bisa diubah dan disesuaikan kembali demi melindungi kepentingan nasional Amerika Serikat.

Langkah proteksionisme yang diusung Trump ini diprediksi akan memicu perdebatan panjang di panggung diplomasi global, mengingat Inggris dan Amerika Serikat selama ini dikenal sebagai sekutu strategis paling erat di dunia Barat.

Baca Juga

Mitigasi Krisis Global, Anggaran Kementerian PU 2026 Resmi Dipangkas Rp 12,71 Triliun

Mitigasi Krisis Global, Anggaran Kementerian PU 2026 Resmi Dipangkas Rp 12,71 Triliun
Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *