Tragedi Gala Dinner Washington: Donald Trump Ungkap Manifesto Anti-Kristen di Balik Aksi Cole Tomas Allen

Rizky Ramadhan | Totonews
27 Apr 2026, 00:46 WIB
Tragedi Gala Dinner Washington: Donald Trump Ungkap Manifesto Anti-Kristen di Balik Aksi Cole Tomas Allen

TotoNews — Tabir gelap di balik insiden penembakan dalam acara makan malam bergengsi bersama asosiasi jurnalis Gedung Putih perlahan mulai tersingkap. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membeberkan temuan mengejutkan terkait motif pelaku yang mencoba mengacaukan suasana di Hotel Hilton, Washington DC, tersebut.

Dalam sebuah wawancara eksklusif, Donald Trump mengungkapkan bahwa pelaku meninggalkan bukti kuat berupa manifesto yang sarat akan kebencian. Dokumen tersebut secara gamblang menunjukkan rasa benci mendalam sang pelaku terhadap penganut agama Kristen.

Manifesto Kebencian dan Sosok yang Bermasalah

“Orang itu benar-benar sakit. Jika Anda membaca manifestonya, jelas sekali bahwa dia membenci orang Kristen,” ujar Trump saat memberikan keterangan terkait insiden yang terjadi pada Sabtu malam tersebut. Ia menggambarkan pelaku sebagai individu dengan kondisi kejiwaan yang sangat terganggu.

Baca Juga

Antusiasme Warga Memuncak, CFD Bundaran HI Pagi Ini Jadi Magnet Gaya Hidup Sehat Jakarta

Antusiasme Warga Memuncak, CFD Bundaran HI Pagi Ini Jadi Magnet Gaya Hidup Sehat Jakarta

Lebih jauh lagi, Trump mengungkap fakta bahwa pihak keluarga sebenarnya sudah menyadari adanya perilaku menyimpang pada diri pelaku. Saudara dari pria tersebut dikabarkan sempat melayangkan keluhan kepada pihak penegak hukum sebelum tragedi ini pecah. “Saudara perempuannya atau saudara laki-lakinya bahkan sudah mengeluhkan hal itu. Dia memang sosok yang sangat bermasalah,” tambahnya dalam laporan yang dikutip dari Fox News.

Kronologi Mencekam di Ballroom Hilton

Peristiwa penembakan ini meletus tepat saat gala dinner sedang berlangsung. Suara tembakan yang terdengar dari luar area ballroom seketika mengubah suasana hangat menjadi mencekam. Para tamu undangan diperintahkan untuk segera berlindung di bawah meja guna menghindari peluru nyasar.

Baca Juga

Trump Semprot NATO dan Sekutu Asia: Sebut ‘Macan Kertas’ hingga Kritik Kurangnya Dukungan Lawan Iran

Trump Semprot NATO dan Sekutu Asia: Sebut ‘Macan Kertas’ hingga Kritik Kurangnya Dukungan Lawan Iran

Agen Secret Service dengan sigap langsung bergerak melindungi Trump dan Melania yang saat itu berada di atas panggung. Tidak hanya sang Presiden, protokol keamanan ketat juga diberlakukan untuk mengevakuasi sejumlah pejabat tinggi negara ke lokasi yang aman, termasuk:

  • Wakil Presiden AS, JD Vance
  • Ketua DPR AS, Mike Johnson
  • Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, Robert F. Kennedy Jr.
  • Menteri Keuangan, Scott Bessent

Identitas Pelaku Asal California

Pihak berwenang telah berhasil mengamankan dan mengidentifikasi pelaku sebagai Cole Tomas Allen, seorang pria berusia 31 tahun yang berasal dari California. Saat ini, kepolisian dan tim investigasi federal tengah mendalami lebih lanjut isi manifesto tersebut untuk memahami pola pikir pelaku dan memastikan apakah ada ancaman lanjutan pasca insiden di Gedung Putih tersebut.

Baca Juga

Aksi Cepat Polres OKU Timur: Markas Bandar Sabu Digerebek, Lima Pria Berhasil Diringkus

Aksi Cepat Polres OKU Timur: Markas Bandar Sabu Digerebek, Lima Pria Berhasil Diringkus

Kejadian ini kembali memicu diskusi publik mengenai urgensi penanganan kesehatan mental serta pengawasan terhadap individu yang terindikasi memiliki paham radikal dan kebencian sektarian di Amerika Serikat.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *