Menuju Gerbang Sejarah: Akses Tol Ratu Boko Dikebut Demi Dongkrak Wisata Yogyakarta
TotoNews — Pemerintah terus memacu langkah untuk mempermudah akses para pelancong menuju jantung sejarah Yogyakarta. Kementerian Pekerjaan Umum (PU), bersinergi dengan PT Jasa Marga melalui Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), kini tengah menggenjot penyelesaian akses Bokoharjo yang menjadi bagian krusial dari proyek strategis Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo, khususnya pada segmen Prambanan hingga Purwomartani.
Langkah ini bukan sekadar membangun hamparan aspal dan beton, melainkan upaya memperkuat konektivitas menuju Situs Keraton Ratu Boko, salah satu permata wisata budaya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan jalan bebas hambatan ini memiliki dimensi yang lebih luas dari sekadar jalur transportasi.
Gebyar Transmart Full Day Sale: Cara Cerdas Boyong AC Polytron 1 PK dengan Potongan Harga Fantastis Rp 1,3 Juta
“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis. Ini bukan hanya soal membangun infrastruktur fisik, tetapi juga tentang bagaimana kita memperkuat fondasi ekonomi nasional dan memastikan pemerataan pembangunan di setiap wilayah,” ujar Dody dalam keterangannya yang diterima tim redaksi TotoNews.
Solusi Atasi Kemacetan Jalur Nasional
Selama ini, kepadatan lalu lintas di jalur nasional Yogyakarta-Solo kerap menjadi tantangan tersendiri, terutama saat memasuki musim libur panjang. Kehadiran akses Bokoharjo di Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman, dirancang untuk menjadi ‘jalur ekspres’ yang langsung mengarahkan wisatawan menuju kompleks Ratu Boko tanpa harus terjebak kemacetan di koridor utama.
Akses ini akan membentang sepanjang 1,95 kilometer dari Gerbang Tol Purwomartani. Proyek ini diproyeksikan mulai fungsional pada periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Target besarnya, jalur ini sudah siap beroperasi penuh untuk melayani arus mudik Lebaran 2027, memberikan kenyamanan ekstra bagi para pemudik dan wisatawan.
Lonjakan Harga BBM Hari Ini: BP Ultimate Diesel Tembus Rp 25.560 per Liter
Progres Konstruksi yang Signifikan
Hingga pertengahan April 2026, pengerjaan di lapangan menunjukkan tren positif. Konstruksi Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo pada segmen Prambanan-Purwomartani telah menyentuh angka 94,8%. Sementara itu, proses pembebasan lahan sudah mencapai 90% dan diharapkan rampung total pada Agustus 2026.
Pekerjaan teknis di lapangan dilakukan dengan ketelitian tinggi, termasuk pembangunan U-turn yang memakan waktu sekitar 6 hingga 7 bulan. Selain itu, terdapat koordinasi intensif dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terkait pengerjaan di area perlintasan rel yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 9 hingga 10 bulan.
Harmoni Pembangunan dan Cagar Budaya
Salah satu aspek yang paling diperhatikan dalam proyek ini adalah kelestarian nilai sejarah. Kementerian PU berkomitmen agar pembangunan jalan tol solo-yogyakarta tetap selaras dengan keberadaan situs-situs bersejarah di DIY. Pendekatan yang sangat hati-hati dilakukan untuk memastikan modernitas infrastruktur tidak menggerus kekayaan cagar budaya yang ada.
Trump Tegaskan Pembukaan Selat Hormuz Tanpa Syarat: ‘Kita Tidak Akan Biarkan Iran Menarik Upeti’
Saat ini, ruas tol tersebut telah beroperasi dari Gerbang Tol Colomadu hingga Klaten sepanjang 22,3 kilometer. Dengan tersambungnya akses Bokoharjo nantinya, diharapkan pintu ekonomi baru bagi masyarakat lokal akan terbuka lebar, seiring dengan meningkatnya minat kunjungan ke kawasan wisata sejarah di Yogyakarta.