Tragedi di Tanjung Barat: Detik-Detik Terakhir Haerul Saleh, Anggota BPK yang Gugur dalam Kebakaran Hebat

Rizky Ramadhan | Totonews
09 Mei 2026, 06:42 WIB
Tragedi di Tanjung Barat: Detik-Detik Terakhir Haerul Saleh, Anggota BPK yang Gugur dalam Kebakaran Hebat

TotoNews — Kabar duka yang mendalam menyelimuti institusi negara dan warga Jakarta Selatan. Sebuah peristiwa tragis merenggut nyawa salah satu putra terbaik bangsa, Haerul Saleh, yang merupakan anggota aktif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia. Kebakaran hebat yang melanda kediaman pribadinya di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, tidak hanya menghanguskan bangunan fisik, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi kolega dan keluarga yang ditinggalkan.

Kronologi Pagi yang Mencekam di Tanjung Barat

Pagi yang tenang di hari Jumat, 8 Mei 2026, mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa. Tepat pukul 07.53 WIB, warga di sekitar pemukiman elit Tanjung Barat dikejutkan dengan gumpalan asap hitam pekat yang membumbung tinggi dari sebuah rumah mewah. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi di lapangan, kepulan asap tersebut berasal dari lantai atas rumah milik Haerul Saleh.

Baca Juga

Tragedi Berdarah di Muara Enim: Dendam Puluhan Tahun Berujung Pembunuhan Nenek 87 Tahun oleh Anak dan Cucu

Tragedi Berdarah di Muara Enim: Dendam Puluhan Tahun Berujung Pembunuhan Nenek 87 Tahun oleh Anak dan Cucu

Asril Rizal, Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima laporan awal dari pengurus RT setempat. “Laporan masuk dengan cepat, warga melihat asap hitam mengepul dari lantai tiga dan empat rumah tersebut. Kami segera mengerahkan tim terdekat ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemadaman,” ujar Asril saat memberikan keterangan resmi mengenai insiden kebakaran Jakarta Selatan tersebut.

Teriakan Terakhir Sang Anggota BPK

Di balik kobaran api yang kian membesar, terselip kisah memilukan tentang upaya penyelamatan yang gagal. Arpen, seorang penjaga rumah yang menjadi saksi kunci sekaligus orang terakhir yang berinteraksi dengan korban, menceritakan detik-detik mencekam tersebut dengan suara bergetar. Menurut penuturannya, Haerul Saleh sempat menyadari keberadaan api dan memberikan peringatan keras kepada orang-orang di sekitarnya.

Baca Juga

Misteri Aroma Tak Sedap di Bojonggede Terungkap, Jasad Pria Ditemukan Mengering Setelah Dua Bulan

Misteri Aroma Tak Sedap di Bojonggede Terungkap, Jasad Pria Ditemukan Mengering Setelah Dua Bulan

“Bapak teriak, teriak kebakaran dari atas!” kenang Arpen. Mendengar teriakan sang majikan, Arpen yang saat itu berada di lantai bawah langsung didera kepanikan. Ia segera berlari keluar untuk meminta bantuan warga sekitar sembari menghubungi petugas pemadam kebakaran. Meski nyawa dalam ancaman, Arpen sempat mencoba kembali masuk ke dalam rumah untuk memastikan keselamatan Haerul Saleh. Namun sayang, kobaran api di lantai atas sudah terlalu sulit untuk ditembus.

“Kami sempat naik lagi ke atas bersama warga, berusaha menjangkau bapak. Ternyata bapak masih terjebak di dalam ruangannya saat api mulai menguasai lantai tersebut,” tambah Arpen dengan nada penuh penyesalan. Kejadian ini menambah daftar panjang tragedi kebakaran yang terjadi di pemukiman padat maupun elit di ibu kota.

Baca Juga

Skandal Penyekapan Surabaya: Alibi ‘Wisata Lansia’ Lisa Andriana Demi Kuras Harta Miliaran Rupiah

Skandal Penyekapan Surabaya: Alibi ‘Wisata Lansia’ Lisa Andriana Demi Kuras Harta Miliaran Rupiah

Titik Api di Lantai 4: Ruang Kerja yang Menjadi Saksi Bisu

Pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan bergerak cepat untuk melakukan investigasi awal. Kasi Humas Polres Jaksel, AKP Joko Adi, menjelaskan bahwa titik awal api diidentifikasi muncul pertama kali di lantai empat bangunan tersebut. Ironisnya, lantai empat merupakan area privat yang difungsikan sebagai ruang kerja oleh korban.

“Informasi yang kami himpun, titik api berada di lantai empat, yang mana merupakan ruang kerja korban. Haerul Saleh ditemukan meninggal dunia di ruangan tersebut setelah api berhasil dipadamkan,” jelas AKP Joko Adi di lokasi kejadian. Ruang kerja yang biasanya digunakan untuk mengaudit dokumen-dokumen negara itu kini hanya menyisakan puing-puing abu yang menghitam. Laporan menyebutkan bahwa tingkat kerusakan di area kerja tersebut mencapai lebih dari 80 persen.

Baca Juga

Buntut Perseteruan di Tol Kemayoran: Pengemudi Livina Tempuh Jalur Hukum Terkait Dugaan Pemerasan

Buntut Perseteruan di Tol Kemayoran: Pengemudi Livina Tempuh Jalur Hukum Terkait Dugaan Pemerasan

Dugaan Penyebab: Sisa Bahan Kimia Renovasi

Penyelidikan mengenai penyebab pasti kebakaran masih terus didalami oleh para ahli. Namun, dugaan sementara mengarah pada adanya kelalaian terkait bahan kimia yang mudah terbakar di dalam rumah. Diketahui, rumah tersebut baru saja atau tengah menjalani proses renovasi di beberapa bagian.

“Ada indikasi kuat bahwa api berasal dari sisa-sisa cairan kimiawi, kemungkinan besar tiner bekas renovasi yang tersimpan di area tersebut. Sifat tiner yang sangat mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan hanya dengan alat pemadam api ringan,” ungkap Asril Rizal. Hal ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahayanya menyimpan bahan cairan kimia mudah terbakar di dalam ruang tertutup tanpa ventilasi yang memadai.

Operasi Pemadaman Skala Besar

Mengingat posisi rumah yang cukup besar dan potensi perambatan api ke rumah warga lainnya, Dinas Gulkarmat tidak main-main dalam mengerahkan personel. Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran beserta 48 personel diterjunkan ke lokasi di Tanjung Barat. Petugas mulai melakukan operasi pemadaman pada pukul 08.07 WIB.

Berkat kesigapan petugas, api berhasil dilokalisir sehingga tidak merembet ke bangunan di sekitarnya. Operasi pemadaman dan pendinginan dinyatakan selesai sepenuhnya pada pukul 08.49 WIB. Meski api berhasil ditaklukkan dalam waktu kurang dari satu jam, namun kehilangan nyawa seorang anggota BPK menjadi harga mahal yang harus dibayar dari insiden ini.

Olah TKP dan Langkah Forensik Kepolisian

Setelah situasi dinyatakan aman, tim Inafis dan Puslabfor Mabes Polri segera dikerahkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kapolres Jakarta Selatan, Kombes I Putu Yuni Setiawan, memimpin langsung proses investigasi tersebut. Petugas yang mengenakan perlengkapan lengkap tampak membawa koper-koper peralatan forensik masuk ke dalam rumah yang masih menyisakan hawa panas.

“Kami melakukan olah TKP secara komprehensif bersama tim Puslabfor untuk mencari bukti-bukti material guna memastikan penyebab kebakaran ini secara saintifik. Tidak boleh ada spekulasi tanpa dasar,” tegas AKP Joko Adi. Langkah ini diambil untuk memastikan apakah murni kecelakaan atau ada unsur lain yang terlibat dalam kejadian yang menewaskan Haerul Saleh tersebut.

Duka Mendalam dari Rekan Sejawat

Kepergian Haerul Saleh menyisakan kekosongan di hati banyak pihak. Sejumlah pejabat negara, termasuk Menteri Koperasi (Menkop), terlihat mendatangi rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir. Haerul Saleh dikenal sebagai sosok yang berintegritas tinggi dalam menjalankan tugasnya sebagai pemeriksa keuangan negara. Rekan-rekannya di BPK mengenang almarhum sebagai pribadi yang baik, rendah hati, dan sangat profesional.

Jenazah almarhum sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pasar Minggu segera setelah dievakuasi dari reruntuhan bangunan, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka bakar serius dan sesak napas akibat asap yang terlalu pekat. Kini, jenazah telah disemayamkan dan akan dimakamkan dengan penghormatan yang layak bagi seorang pejabat negara yang telah mengabdi sepenuh hati.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya prosedur keselamatan kebakaran di rumah tinggal, terutama terkait penggunaan bahan-bahan kimia dalam renovasi. TotoNews akan terus memantau perkembangan hasil investigasi dari pihak kepolisian terkait penyebab pasti dari kebakaran yang memilukan ini.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *