Swasembada Pangan Bawa Indonesia Berwibawa di Kancah Dunia, Presiden Prabowo: Kita Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata!

Siti Aminah | Totonews
10 Mei 2026, 12:42 WIB
Swasembada Pangan Bawa Indonesia Berwibawa di Kancah Dunia, Presiden Prabowo: Kita Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata!

TotoNews — Angin segar kedaulatan nasional kini tengah berembus kencang dari pusat pemerintahan. Presiden Prabowo Subianto dengan penuh percaya diri menegaskan bahwa posisi Indonesia di panggung internasional, khususnya di kawasan Asia Tenggara, kini berada di level yang sangat disegani. Pengakuan dunia ini bukanlah tanpa alasan, melainkan buah dari keberhasilan nyata pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan yang selama ini menjadi impian besar bangsa.

Refleksi Keberhasilan di KTT ASEAN Cebu

Dalam sebuah momen penuh kehangatan saat berkunjung ke Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo, Sabtu (10/5/2026), Presiden Prabowo membagikan sekelumit cerita dari perjalanannya menghadiri KTT ASEAN di Cebu, Filipina. Beliau mengungkapkan bahwa atmosfer diplomasi yang ia rasakan sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Indonesia kini mendapatkan apresiasi luar biasa dari para pemimpin negara tetangga karena keberaniannya memutus rantai ketergantungan impor pangan.

Baca Juga

Gibran Bongkar Skandal Manipulasi Harga Ekspor-Impor: 4 Sektor Ini Jadi ‘Ladang’ Kebocoran Devisa

Gibran Bongkar Skandal Manipulasi Harga Ekspor-Impor: 4 Sektor Ini Jadi ‘Ladang’ Kebocoran Devisa

“Kita baru saja kembali dari Filipina untuk menghadiri KTT ASEAN. Di sana, kita sangat dihormati karena dunia melihat Indonesia sudah mampu berdiri di atas kaki sendiri dalam urusan perut rakyatnya. Kita sudah swasembada beras, swasembada jagung, dan banyak komoditas lainnya. Intinya, kita tidak perlu lagi memohon-mohon atau bergantung pada impor pangan dari luar negeri,” ujar Prabowo dengan nada bicara yang penuh kewibawaan.

Kekuatan Bangsa di Tengah Badai Geopolitik Dunia

Kondisi dunia saat ini memang sedang tidak baik-baik saja. Goncangan geopolitik global dan ketidakpastian geoekonomi telah membuat banyak negara besar terjebak dalam pusaran kepanikan. Namun, di bawah kepemimpinan yang tegas, Indonesia justru menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Prabowo menekankan bahwa ketahanan pangan adalah fondasi utama yang membuat sebuah bangsa tidak mudah didikte oleh kepentingan asing.

Baca Juga

Strategi Transformasi Membuahkan Hasil, Laba Solusi Bangun Indonesia Melesat 111 Persen di Kuartal I-2026

Strategi Transformasi Membuahkan Hasil, Laba Solusi Bangun Indonesia Melesat 111 Persen di Kuartal I-2026

Presiden menceritakan bagaimana banyak negara merasa was-was terhadap pasokan pangan global yang kian menipis akibat konflik antarnegara. Namun, Indonesia justru tampil tenang dan stabil. Keberhasilan memproduksi pangan secara mandiri membuat Indonesia memiliki daya tawar yang lebih tinggi dalam negosiasi internasional. Hal ini membuktikan bahwa visi kemandirian yang diusung oleh pemerintah bukanlah sekadar jargon politik, melainkan strategi bertahan hidup yang sangat krusial.

Visi Masa Depan: Menuju Swasembada Energi (BBM)

Tidak berhenti pada urusan piring makan rakyat, Presiden Prabowo juga membocorkan target besar berikutnya dalam peta jalan kemandirian nasional. Setelah sukses di sektor pangan, pemerintah kini tengah membidik sektor energi. Ambisi besarnya adalah mewujudkan swasembada BBM agar Indonesia tidak lagi terombang-ambing oleh fluktuasi harga minyak dunia.

Baca Juga

Antisipasi Kemacetan Horor, Kemenhub Siapkan Dermaga Baru dan Kapal Raksasa di Gilimanuk

Antisipasi Kemacetan Horor, Kemenhub Siapkan Dermaga Baru dan Kapal Raksasa di Gilimanuk

“Kita berada dalam posisi yang sangat kuat. Saat negara lain panik, kita tetap tenang karena pangan sudah aman. Dan saudara-saudara, sebentar lagi kita akan mencapai swasembada BBM. Kita tidak akan lagi melakukan impor bahan bakar dari luar negeri. Ini adalah janji kita untuk kedaulatan energi yang seutuhnya,” tegas sang Presiden yang langsung disambut riuh tepuk tangan warga nelayan.

Manajemen Kekayaan Alam dan Tantangan Kejujuran Pemimpin

Indonesia sejatinya adalah negeri yang diberkati dengan kekayaan alam yang melimpah ruah. Namun, Prabowo mengingatkan bahwa kekayaan tersebut bisa menjadi kutukan jika tidak dikelola dengan benar. Ia menyoroti pentingnya manajemen yang transparan, jujur, dan berpihak pada rakyat. Baginya, tantangan terbesar bangsa ini bukanlah kekurangan sumber daya, melainkan bagaimana menjaga agar sumber daya tersebut tetap dikuasai oleh tangan-tangan anak bangsa yang berintegritas.

Baca Juga

Cetak Rekor Sejarah! Stok Beras Nasional Tembus 4,9 Juta Ton, Mentan Pantau Langsung Gudang BULOG Jatim

Cetak Rekor Sejarah! Stok Beras Nasional Tembus 4,9 Juta Ton, Mentan Pantau Langsung Gudang BULOG Jatim

“Kita adalah bangsa yang kaya raya, itu fakta. Tapi yang paling penting sekarang adalah bagaimana kekayaan itu bisa kita kuasai dan kelola dengan sebaik mungkin. Jika kita malas, jika para pemimpinnya tidak jujur atau bekerja seenaknya, maka jangan heran jika kekayaan alam kita akan kembali dirampas oleh bangsa-bangsa lain,” pungkasnya dengan pesan yang sarat akan nilai patriotisme.

Harapan Baru dari Kampung Nelayan

Kehadiran Presiden di Kampung Nelayan Merah Putih Gorontalo sendiri menjadi simbol bahwa pemerintah ingin kemakmuran ini dirasakan hingga ke pelosok-pelosok desa. Program pembangunan ekonomi yang inklusif terus digalakkan agar masyarakat kecil, seperti nelayan dan petani, menjadi aktor utama dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk validasi lapangan atas kebijakan-kebijakan strategis yang telah diambil di Jakarta.

Dengan tercapainya swasembada pangan, Indonesia kini memiliki modal sosial dan politik yang kuat untuk melangkah lebih jauh. Citra Indonesia sebagai negara yang berdaulat secara ekonomi kini semakin tegak. Dunia kini melihat Indonesia bukan sebagai pasar konsumsi semata, melainkan sebagai kekuatan baru yang mampu swasembada dan menjadi penopang stabilitas kawasan di masa depan.

TotoNews akan terus memantau perkembangan kebijakan strategis pemerintah dalam menjaga momentum keberhasilan ini. Kedaulatan pangan hanyalah langkah awal dari perjalanan panjang Indonesia menuju status negara maju yang benar-benar disegani oleh kawan maupun lawan di kancah internasional.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *