Sinergi Membangun Negeri: Hutama Karya Berdayakan Tenaga Lokal Sulawesi Barat demi Proyek Sekolah Rakyat

Siti Aminah | Totonews
21 Mei 2026, 18:42 WIB
Sinergi Membangun Negeri: Hutama Karya Berdayakan Tenaga Lokal Sulawesi Barat demi Proyek Sekolah Rakyat

TotoNews — Sinar harapan baru bagi dunia pendidikan di Sulawesi Barat (Sulbar) kini tengah berpendar semakin terang. Langkah besar diambil oleh PT Hutama Karya (Persero) yang secara resmi memperkuat kolaborasi strategis bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dalam upaya percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR). Proyek ambisius ini tidak hanya sekadar mendirikan bangunan fisik, melainkan menjadi simbol kebangkitan sumber daya manusia lokal melalui pelibatan aktif tenaga kerja asli daerah dalam setiap proses pembangunannya.

Pembangunan Sekolah Rakyat ini berfokus di dua titik krusial, yakni Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Polewali Mandar. Dalam menjalankan misi besar ini, Hutama Karya tidak berjalan sendirian. Sinergi lintas instansi yang melibatkan DPRD, Dinas Sosial, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Barat menjadi fondasi utama. Kolaborasi ini dirancang untuk menciptakan harmoni antara keahlian teknis dari tenaga ahli pusat dengan semangat dan kearifan lokal para pekerja di Sulawesi Barat.

Baca Juga

Dugaan Pungli Kursi AirAsia Mencuat, Komisi V DPR Desak Menhub Investigasi Praktik Ilegal di Kabin

Dugaan Pungli Kursi AirAsia Mencuat, Komisi V DPR Desak Menhub Investigasi Praktik Ilegal di Kabin

Komitmen Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal di Tanah Mandar

Keputusan Hutama Karya untuk menambah porsi tenaga kerja lokal dalam proyek ini merupakan langkah yang sangat diapresiasi oleh berbagai pihak. Langkah strategis ini bukan sekadar mengejar target waktu penyelesaian, melainkan sebagai wadah pemberdayaan ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar. Dengan mengintegrasikan putra-putri daerah ke dalam ekosistem kerja profesional, diharapkan terjadi transfer ilmu dan peningkatan kompetensi yang berkelanjutan.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Barat telah menyatakan kesiapannya untuk memasok kebutuhan tenaga kerja yang kompeten. Penyerapan ini dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan ritme pekerjaan di lapangan dan kualifikasi yang dibutuhkan. Hal ini memastikan bahwa proyek Sekolah Rakyat tetap berjalan dengan standar kualitas tinggi yang menjadi ciri khas Hutama Karya selama ini.

Baca Juga

Akses Strategis Menuju Stadion Megah, Stasiun KRL JIS Siap Beroperasi Juni 2026

Akses Strategis Menuju Stadion Megah, Stasiun KRL JIS Siap Beroperasi Juni 2026

Para pekerja lokal ini tidak hanya ditempatkan pada posisi pendukung, tetapi juga terlibat aktif dalam pekerjaan inti konstruksi. Mulai dari pembangunan struktur bangunan, pengerjaan Dinding Penahan Tanah (DPT), pembangunan gedung sekolah utama, hingga asrama. Lebih jauh lagi, keterlibatan mereka merambah ke aspek teknis seperti instalasi MEP (Mechanical, Electrical, and Plumbing), pekerjaan jalan kawasan, hingga posisi strategis di bagian operasional dan quality control.

Dukungan Legislatif: Rakyat Bukan Sekadar Penonton

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Abdul Rahim, memberikan apresiasi setinggi langit atas inisiatif yang diambil oleh BUMN konstruksi ini. Menurutnya, pembangunan di tanah Mandar haruslah dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat setempat sejak proses awal pembangunan dimulai. Beliau menegaskan bahwa masyarakat Sulbar tidak boleh hanya menjadi penonton di rumahnya sendiri.

Baca Juga

Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi: BPKN Desak KAI Lakukan Evaluasi Total dan Modernisasi Berbasis AI

Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi: BPKN Desak KAI Lakukan Evaluasi Total dan Modernisasi Berbasis AI

“Kami di DPRD Sulawesi Barat mendukung penuh pembangunan Sekolah Rakyat ini. Terima kasih kepada Hutama Karya yang telah berkomitmen menghadirkan fasilitas pendidikan strategis ini. Dengan adanya kebutuhan tenaga kerja lokal yang diajukan, kami bersama Disnakertrans siap menyalurkan bakat-bakat terbaik Sulbar agar mereka menjadi bagian aktif dari sejarah pembangunan ini,” ujar Abdul Rahim dalam sebuah pernyataan resmi yang diterima oleh tim redaksi kami.

Dukungan politik dan administratif ini menjadi angin segar yang memperlancar proses mobilisasi tenaga kerja. Dengan sinergi yang kuat antara eksekutif, legislatif, dan korporasi, kendala-kendala di lapangan dapat diminimalisir, sehingga fokus utama tetap pada percepatan pembangunan fasilitas pendidikan yang berkualitas.

Baca Juga

Menembus Batas Sumatera: Tol Palembang-Betung Capai 82 Persen, Target Tersambung Penuh Awal 2027

Menembus Batas Sumatera: Tol Palembang-Betung Capai 82 Persen, Target Tersambung Penuh Awal 2027

Multiplier Effect: Menghidupkan Denyut Ekonomi UMKM

Dampak dari pembangunan masif ini ternyata tidak hanya berhenti pada penyerapan tenaga kerja. Munculnya ribuan pekerja di lokasi proyek menciptakan multiplier effect yang sangat signifikan bagi perekonomian mikro di sekitarnya. Warung-warung makan milik warga, toko kelontong, hingga penyedia jasa lainnya kini merasakan peningkatan omzet harian yang cukup drastis.

Hutama Karya bersama pemerintah daerah secara sadar memfasilitasi keterlibatan vendor material lokal dan pengusaha katering warga sekitar untuk memenuhi kebutuhan logistik harian proyek. Di wilayah Simboro, Mamuju, dan Polewali Mandar, terlihat denyut ekonomi yang semakin kencang. Pedagang makanan kecil hingga penyedia material konstruksi skala menengah turut serta dalam rantai pasok proyek Sekolah Rakyat ini.

Pola kemitraan seperti ini sangat efektif dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat selama masa konstruksi. Ketika sebuah proyek besar mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada tetangga di sekitarnya, maka rasa memiliki masyarakat terhadap bangunan tersebut akan semakin tinggi. Inilah esensi dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Mengenal Fasilitas Terpadu Sekolah Rakyat Sulawesi Barat

Proyek Sekolah Rakyat di Sulawesi Barat bukanlah sekolah biasa. Ini merupakan bagian dari penugasan strategis nasional yang dikerjakan oleh Hutama Karya di empat provinsi utama, yaitu Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara. Konsep yang diusung adalah kompleks pendidikan terpadu atau boarding school yang modern namun tetap ramah lingkungan.

Fasilitas yang dibangun mencakup jenjang pendidikan yang lengkap, mulai dari Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Untuk mendukung proses belajar mengajar yang komprehensif, dibangun pula berbagai fasilitas penunjang yang sangat lengkap, antara lain:

  • Asrama Putra dan Putri dengan kapasitas besar yang nyaman.
  • Rumah susun khusus untuk para guru dan tenaga pendidik.
  • Laboratorium sains dan komputer yang dilengkapi teknologi terkini.
  • Perpustakaan modern sebagai pusat literasi siswa.
  • Gedung serbaguna untuk kegiatan ekstrakurikuler dan pertemuan warga sekolah.
  • Masjid yang megah sebagai pusat kegiatan spiritual.
  • Fasilitas olahraga standar nasional dan area lansekap yang asri.

Dengan fasilitas selengkap ini, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi kawah candradimuka bagi generasi muda Sulawesi Barat untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Visi Strategis Hutama Karya untuk Masa Depan Sulbar

Plt. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Hamdani, menekankan bahwa sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat adalah kunci keberhasilan proyek ini. Baginya, Sekolah Rakyat adalah manifestasi dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur yang memiliki nilai kemanusiaan tinggi.

“Sinergi ini memperkuat komitmen kami untuk menghadirkan Sekolah Rakyat tepat waktu dan berkualitas. Kami ingin proyek ini memberikan manfaat sebesar-besarnya, baik melalui penyerapan ekonomi lokal maupun melalui hasil akhirnya nanti, yaitu sebuah pusat pendidikan unggulan,” tutur Hamdani. Beliau juga menambahkan bahwa koordinasi intensif dengan pemerintah daerah akan terus dilakukan guna memastikan setiap tahapan proyek berjalan sesuai rencana hingga mencapai tahap fungsional.

Pada akhirnya, pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Barat membuktikan bahwa kemajuan infrastruktur harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan manusia. Melalui kolaborasi apik antara Hutama Karya, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal, proyek ini menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun bangsa. Sulawesi Barat kini menatap masa depan dengan lebih optimis, bersiap melahirkan pemimpin-pemimpin baru dari balik dinding-dinding Sekolah Rakyat yang megah ini.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *