Masa Depan Kelam PT INTI: Di Ambang Penutupan dan Transformasi Besar BUMN di Bawah Kendali Danantara

Siti Aminah | Totonews
23 Mei 2026, 20:42 WIB
Masa Depan Kelam PT INTI: Di Ambang Penutupan dan Transformasi Besar BUMN di Bawah Kendali Danantara

TotoNews — Langit mendung tampaknya sedang menyelimuti salah satu raksasa teknologi kebanggaan masa lalu Indonesia, PT Industri Telekomunikasi Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai PT INTI. Perusahaan pelat merah yang berbasis di Bandung ini kini tengah berada di persimpangan jalan yang sangat kritis. Kabar mengejutkan datang dari otoritas pengelola investasi negara yang memberikan sinyal kuat bahwa perusahaan legendaris tersebut berpotensi untuk ditutup secara permanen demi efisiensi dan kesehatan ekonomi nasional.

Sinyal pembubaran ini dilemparkan langsung oleh Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria. Dalam sebuah diskusi panel di acara Jogja Financial Festival yang berlangsung pada Sabtu, 23 Mei 2026, Dony mengungkapkan sebuah kenyataan pahit mengenai kondisi tata kelola perusahaan negara yang selama ini berjalan dalam sekat-sekat yang kaku. Menurutnya, PT INTI adalah salah satu contoh nyata dari permasalahan struktural yang berlarut-larut tanpa solusi konkret.

Baca Juga

Ekspor Burung Hias Indonesia Terganjal Konflik Timur Tengah, Mendag Tetap Optimis

Ekspor Burung Hias Indonesia Terganjal Konflik Timur Tengah, Mendag Tetap Optimis

Lonceng Kematian bagi Sang Legenda Telekomunikasi

PT INTI pernah menjadi simbol kemajuan teknologi komunikasi di tanah air. Namun, zaman berubah dan persaingan global semakin ketat. Dony Oskaria tidak menampik bahwa nama besar PT INTI di masa lalu tidak cukup untuk menyelamatkannya dari jurang kebangkrutan di masa sekarang. “Mungkin kita mengenal dulu banyak BUMN yang sangat terkenal. Kalau di Bandung, ada PT INTI yang sangat legendaris, namun sekarang menghadapi permasalahan yang sangat kompleks. Mungkin akan kita tutup juga,” ungkap Dony dengan nada serius di hadapan para peserta festival.

Pernyataan ini tentu mengejutkan banyak pihak, mengingat PT INTI memiliki sejarah panjang dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional. Namun, dari kacamata profesional jurnalis ekonomi, langkah ini dipandang sebagai bagian dari strategi besar pembersihan portofolio investasi negara. Perusahaan yang terus merugi dan tidak lagi relevan dengan kebutuhan pasar dianggap hanya akan membebani kas negara jika terus dipaksakan untuk bertahan hidup dengan suntikan modal tanpa arah yang jelas.

Baca Juga

Sikap Tegas Menkeu Purbaya Respon Keluhan Pengusaha China: Menjaga Kedaulatan Ekonomi di Tengah Arus Investasi

Sikap Tegas Menkeu Purbaya Respon Keluhan Pengusaha China: Menjaga Kedaulatan Ekonomi di Tengah Arus Investasi

Akar Masalah: Pengelolaan BUMN yang Berjalan Sendiri-Sendiri

Mengapa perusahaan sebesar PT INTI bisa sampai di titik nadir seperti ini? Dony Oskaria membedah bahwa akar masalahnya terletak pada model pengelolaan lama di bawah Kementerian BUMN yang cenderung bersifat administratif ketimbang strategis. Selama bertahun-tahun, Kementerian BUMN hanya memiliki kuasa kelola, namun bukan bertindak sebagai pemilik langsung atau holding yang memiliki fleksibilitas finansial penuh.

Kondisi ini menciptakan fenomena “egosektoral” antar perusahaan pelat merah. Akibatnya, ketika satu entitas seperti PT INTI mengalami kesulitan likuiditas atau krisis bisnis, perusahaan negara lain yang lebih sehat tidak memiliki mekanisme hukum atau operasional untuk membantu. “Karena tidak ada mekanisme untuk membantu satu BUMN ke BUMN lain, ini menyebabkan kita sangat sulit melakukan langkah perbaikan yang cepat dan taktis,” jelas Dony. Hal inilah yang memicu efek domino bagi perusahaan-perusahaan kecil di bawah naungan negara yang kalah bersaing.

Baca Juga

Dilema di Balik Kemudi Baru Ekspor Batu Bara: Pengusaha Menanti Kepastian Teknis di Era Danantara

Dilema di Balik Kemudi Baru Ekspor Batu Bara: Pengusaha Menanti Kepastian Teknis di Era Danantara

Danantara: Harapan Baru Melalui Skema Sovereign Wealth Fund

Untuk memutus rantai inefisiensi tersebut, pemerintah kini mengandalkan Danantara. Sebagai sebuah Sovereign Wealth Fund (SWF) berbasis BUMN, Danantara dirancang untuk menjadi ‘rumah besar’ yang mengonsolidasikan seluruh aset strategis negara. Tujuannya jelas: menciptakan integrasi antar-perusahaan sehingga proses penyehatan perusahaan bisa dilakukan dengan lebih mudah dan transparan.

Dengan model state-owned enterprise based sovereign wealth fund ini, Danantara tidak lagi hanya sekadar pengawas, melainkan manajer investasi yang aktif. Transformasi ini diharapkan mampu mengubah cara kerja BUMN dari yang semula birokratis menjadi lebih korporat dan kompetitif di level internasional. Konsolidasi ini menjadi kunci agar tidak ada lagi BUMN yang ‘mati perlahan’ karena dibiarkan berjuang sendirian di tengah badai ekonomi.

Baca Juga

Update Harga Emas Antam Hari Ini 9 Mei 2026: Grafik Stagnan di Akhir Pekan, Cek Rincian Lengkapnya!

Update Harga Emas Antam Hari Ini 9 Mei 2026: Grafik Stagnan di Akhir Pekan, Cek Rincian Lengkapnya!

Konsolidasi Raksasa: Dari Mandiri hingga Pertamina

Dony Oskaria menjelaskan bahwa di bawah Danantara, perusahaan-perusahaan raksasa kini berada dalam satu komando strategis. Beberapa nama besar yang telah bergabung dalam holding raksasa ini antara lain:

  • Sektor Perbankan: Bank Mandiri dan BRI sebagai motor penggerak likuiditas.
  • Sektor Industri Berat: Krakatau Steel yang sedang terus berbenah.
  • Sektor Transportasi: Garuda Indonesia yang kini mulai bangkit kembali.
  • Sektor Energi: Pertamina dan PLN sebagai tulang punggung kedaulatan energi nasional.

“Dengan disatukannya aset-aset ini dalam satu wadah yang terkonsolidasi, pengelolaan menjadi jauh lebih mudah. Kita bisa melakukan subsidi silang, transfer teknologi, hingga restrukturisasi utang dengan lebih efisien karena Bank Mandiri, BRI, hingga Pertamina kini berada di bawah payung yang sama,” tutup Dony. Langkah ini dipandang sebagai upaya transformasi ekonomi paling ambisius dalam satu dekade terakhir.

Nasib Karyawan dan Aset PT INTI ke Depan

Meskipun wacana penutupan sudah mengemuka, publik tentu bertanya-tanya mengenai nasib para karyawan dan aset yang dimiliki PT INTI. Dalam konteks jurnalisme profesional, penutupan sebuah BUMN bukanlah sekadar mematikan saklar lampu, melainkan sebuah proses panjang yang melibatkan audit aset dan mitigasi dampak sosial. Jika PT INTI benar-benar ditutup, aset-aset intelektual maupun fisik yang masih bernilai kemungkinan besar akan dilebur ke dalam BUMN lain yang masih relevan atau dijual untuk menutup kewajiban perusahaan.

Pemerintah diharapkan tetap mengedepankan hak-hak pekerja dan memastikan bahwa penutupan ini adalah langkah terakhir setelah semua opsi penyelamatan telah dicoba. Di sisi lain, langkah berani Danantara ini memberikan pesan kuat kepada pasar bahwa pemerintah tidak lagi menoleransi inefisiensi. Hanya perusahaan yang mampu beradaptasi dan memberikan nilai tambah yang akan bertahan dalam ekosistem ekonomi nasional yang baru.

Kesimpulan: Menuju Era Baru BUMN Indonesia

Kisah PT INTI menjadi pelajaran berharga bagi seluruh entitas bisnis di Indonesia. Popularitas dan masa jaya di masa lalu bukan jaminan untuk keberlangsungan di masa depan. Perubahan tata kelola dari model kementerian menuju model investment holding melalui Danantara adalah langkah berani untuk menyelamatkan aset negara yang tersisa.

Kita sedang menyaksikan sejarah baru di mana BUMN tidak lagi dipandang sebagai sapi perah atau beban negara, melainkan sebagai mesin pertumbuhan yang terintegrasi secara profesional. Meski harus ada ‘korban’ seperti PT INTI yang terancam ditutup, visi besarnya adalah menciptakan fondasi ekonomi yang lebih kokoh bagi generasi mendatang. Mari kita kawal proses transformasi ini agar benar-benar membawa manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *