Trump Ancam Ratakan Iran dalam Semalam, Gejolak di Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Siti Aminah | Totonews
07 Apr 2026, 14:52 WIB
Trump Ancam Ratakan Iran dalam Semalam, Gejolak di Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

TotoNews — Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali mencapai titik didih setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ultimatum keras terhadap Teheran. Dalam pernyataan yang menggetarkan pasar energi global, Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran dalam waktu semalam jika akses pelayaran di Selat Hormuz tidak segera dibuka kembali.

Gertakan pemimpin Negeri Paman Sam ini langsung direspons negatif oleh pasar komoditas. Berdasarkan pantauan TotoNews dari data perdagangan terbaru, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Mei melonjak signifikan sebesar 2,9% ke level US$ 115,63 per barel. Fenomena serupa terjadi pada minyak mentah Brent yang menguat 1,5% ke posisi US$ 111,43 per barel untuk pengiriman Juni.

Baca Juga

Sinyal Damai dari Gedung Putih: Trump Sebut Perang Iran Usai, Harga Minyak Dunia Siap Normal Kembali

Sinyal Damai dari Gedung Putih: Trump Sebut Perang Iran Usai, Harga Minyak Dunia Siap Normal Kembali

Ultimatum di Ambang Batas Waktu

Pangkal persoalan ini bermula dari tersumbatnya jalur logistik di Selat Hormuz, arteri utama yang menghubungkan Teluk Persia dan Teluk Oman, sejak pecahnya konflik internasional pada akhir Februari lalu. Trump, dengan gaya retorika khasnya, menegaskan bahwa AS tidak akan segan melumpuhkan pembangkit listrik dan jembatan-jembatan di Iran jika tenggat waktu Selasa malam pukul 8 waktu setempat tidak diindahkan.

“Mereka hanya punya waktu sampai besok. Kami sedang memantau situasi dengan sangat cermat,” ujar Trump. Meskipun memberikan ancaman militer yang nyata, Trump mengklaim bahwa proses negosiasi di balik layar sebenarnya sedang berlangsung dengan apa yang ia sebut sebagai ‘itikad baik’ dari pihak lawan.

Baca Juga

BGN Patok Target Ambisius: Seluruh Dapur Makan Bergizi Gratis Wajib Tersertifikasi Higiene pada Agustus

BGN Patok Target Ambisius: Seluruh Dapur Makan Bergizi Gratis Wajib Tersertifikasi Higiene pada Agustus

Diplomasi yang Buntu dan Syarat Berat Teheran

Laporan yang dihimpun tim redaksi menunjukkan bahwa diplomasi antara AS dan Iran sebenarnya telah berjalan selama lima minggu terakhir guna mengakhiri peperangan. Namun, jalan menuju perdamaian masih sangat terjal. Iran dilaporkan menolak mentah-mentah usulan gencatan senjata versi Amerika Serikat.

Sebagai gantinya, Teheran mengajukan syarat yang jauh lebih berat, mencakup penghentian konflik secara permanen, jaminan keamanan jalur di Selat Hormuz, hingga pencabutan total sanksi ekonomi. Trump sendiri mengakui bahwa usulan Iran tersebut cukup signifikan, namun ia menilai poin-poin tersebut belum memenuhi ekspektasi Washington.

Dampak Nyata pada Pasokan Energi Global

Situasi di Selat Hormuz saat ini memang jauh dari kata normal. Meskipun ada sedikit perbaikan dengan melintasnya delapan kapal tanker pada awal pekan ini—naik dari rata-rata dua kapal per hari pada bulan Maret—angka ini tetap sangat kecil jika dibandingkan kondisi stabil tahun 2025. Sebagai informasi, dalam keadaan normal, jalur ini biasanya dilewati sekitar 20 juta barel minyak setiap harinya.

Baca Juga

Trump Gertak China dengan Tarif 50%: Upaya Redam Dukungan Militer untuk Iran

Trump Gertak China dengan Tarif 50%: Upaya Redam Dukungan Militer untuk Iran

Ed Yardeni, Presiden Yardeni Research, mengungkapkan bahwa ketidakpastian hasil perundingan perdamaian membuat para investor berada dalam posisi waspada. Pasar terjebak dalam spekulasi antara berakhirnya konflik dalam waktu dekat atau justru eskalasi yang lebih dahsyat.

“Tidak ada yang bisa memastikan hasilnya. Pilihannya beragam: Iran mungkin menyerah, Trump mungkin memperpanjang tenggat waktu dengan dalih kemajuan negosiasi, atau skenario terburuknya, perang akan benar-benar meletus secara masif,” pungkas Yardeni menganalisis ekonomi global yang sedang dipertaruhkan.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *