Bobby Nasution Sentil Keras PLN: ‘Jangan Ada Lagi Blackout Tahunan di Sumatera!’

Rizky Ramadhan | Totonews
27 Mei 2026, 08:42 WIB
Bobby Nasution Sentil Keras PLN: 'Jangan Ada Lagi Blackout Tahunan di Sumatera!'

TotoNews — Ketegasan ditunjukkan oleh Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam menyikapi krisis energi yang baru-baru ini melumpuhkan aktivitas warga di Pulau Sumatera. Peristiwa padamnya listrik secara massal atau yang lebih dikenal dengan istilah blackout pada Jumat (22/5) lalu, memicu gelombang kritik dari berbagai lapisan masyarakat. Tak ingin tinggal diam, Bobby Nasution melayangkan teguran keras kepada pihak PT PLN (Persero) agar insiden memalukan ini tidak lagi menjadi ‘tradisi tahunan’ yang merugikan rakyat.

Dalam sebuah pertemuan formal namun penuh penekanan di ruang kerjanya pada Rabu (27/5/2026), Bobby secara langsung menyampaikan keluhan masyarakat kepada General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumut, Mundakhir Salman. Bagi sang Gubernur, pemadaman dalam durasi yang sangat panjang tersebut bukan sekadar kendala teknis biasa, melainkan sebuah persoalan fundamental yang mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi di wilayah Sumatera Utara.

Baca Juga

Ketegasan Aparat di Jalan Pemuda: Kronologi Pembubaran Balap Liar Oleh Tim Gabungan Satbrimob dan Polres Jaktim

Ketegasan Aparat di Jalan Pemuda: Kronologi Pembubaran Balap Liar Oleh Tim Gabungan Satbrimob dan Polres Jaktim

Evaluasi Mendalam Atas Kegagalan Sistem Transmisi

Penyebab utama dari kegelapan total yang menyelimuti Sumatera ternyata berakar pada putusnya jaringan kabel listrik bertegangan ekstra tinggi yang berada di wilayah Jambi. Kerusakan pada jalur transmisi vital ini memberikan efek domino yang luar biasa luas, membuat sistem kelistrikan di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengalami kelumpuhan total selama berjam-jam.

Bobby Nasution menyoroti betapa rentannya sistem yang ada saat ini. Ia mengakui bahwa jajaran pemerintahan telah berupaya melakukan langkah mitigasi dengan menyiagakan genset listrik, namun durasi pemadaman yang tak terduga membuat banyak fasilitas tidak mampu bertahan lama. “Kita sudah meminta seluruh instansi pemerintah untuk mengantisipasi dengan menggunakan cadangan daya sendiri. Namun, karena kejadiannya tiba-tiba dan berlangsung sangat lama, tidak semua layanan mampu ter-cover dengan baik,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Baca Juga

Polemik Ambang Batas Parlemen: Yusril Usul Model Kursi Komisi, Hasto Tekankan Dialog Inklusif

Polemik Ambang Batas Parlemen: Yusril Usul Model Kursi Komisi, Hasto Tekankan Dialog Inklusif

Kejadian ini menurutnya harus menjadi titik balik bagi PLN untuk melakukan audit besar-besaran terhadap infrastruktur mereka. Bobby menegaskan bahwa masyarakat tidak bisa terus-menerus diminta untuk memaklumi kerusakan teknis jika solusi jangka panjang tidak pernah benar-benar diimplementasikan.

Kontradiksi Kebijakan: Antara Kampanye Listrik dan Realita Pasokan

Salah satu poin krusial yang ditekan oleh Bobby Nasution adalah adanya ketidaksinkronan antara kebijakan pemerintah pusat dengan kesiapan infrastruktur di lapangan. Saat ini, pemerintah tengah gencar mempromosikan transisi energi hijau dan penggunaan perangkat berbasis listrik di segala sektor kehidupan masyarakat.

“Hari ini, pemerintah pusat meminta semua serba listrik. Kita didorong menggunakan kompor listrik, beralih ke mobil listrik, bahkan transportasi umum seperti bus di Medan pun sudah mulai kita arahkan ke tenaga listrik. Namun, bagaimana masyarakat bisa percaya jika jaminan ketersediaan daya masih sangat rapuh?” tanya Bobby retoris. Baginya, mustahil mewujudkan ekosistem kendaraan listrik yang masif jika pemadaman total masih terjadi hampir setiap tahun.

Baca Juga

Geger Penggerebekan Gudang Gas di Bogor: Penjelasan Lengkap Denpom Terkait Insiden Peluru Rekoset yang Melukai Warga

Geger Penggerebekan Gudang Gas di Bogor: Penjelasan Lengkap Denpom Terkait Insiden Peluru Rekoset yang Melukai Warga

Bobby juga menyinggung pernyataan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya menyebutkan bahwa pasokan listrik di wilayah Sumatera Bagian Utara sebenarnya berada dalam kondisi surplus. Kondisi surplus di atas kertas ini dirasa ironis ketika kenyataannya warga masih harus bergelap ria dalam waktu yang lama. Bobby menuntut agar klaim surplus tersebut dibuktikan dengan stabilitas distribusi yang nyata.

Keselamatan Nyawa di Rumah Sakit Jadi Taruhan

Selain sektor rumah tangga dan transportasi, sektor kesehatan menjadi perhatian utama sang Gubernur. Rumah sakit dan fasilitas kesehatan vital membutuhkan daya listrik yang stabil tanpa interupsi sedikit pun. Mesin penunjang kehidupan, ruang operasi, hingga penyimpanan vaksin sangat bergantung pada aliran listrik yang konsisten.

Baca Juga

Anugerah Komjak: Menko Polkam Djamari Chaniago Dorong Budaya Kompetisi Positif Demi Integritas Korps Adhyaksa

Anugerah Komjak: Menko Polkam Djamari Chaniago Dorong Budaya Kompetisi Positif Demi Integritas Korps Adhyaksa

“Kita tidak bisa bermain-main dengan nyawa manusia. Rumah sakit harus memiliki sistem cadangan listrik yang jauh lebih kuat, dan PLN wajib memastikan jalur ke fasilitas publik seperti ini mendapatkan prioritas utama saat terjadi gangguan,” tambahnya. Bobby meminta PLN untuk memetakan kembali zonasi prioritas agar dampak dari gangguan sistem transmisi tidak menyentuh area-area kritikal yang bisa berakibat fatal.

Ia juga mendorong percepatan pembangunan pembangkit listrik baru di daerah-daerah terpencil, terutama di Kepulauan Nias. Selama ini, Nias seringkali mengalami kendala pasokan yang lebih berat dibandingkan daratan Sumatera. Bobby menekankan bahwa penguatan infrastruktur di Nias adalah harga mati agar ada pemerataan kualitas layanan publik.

Respon PLN dan Persiapan Menuju Event Internasional

Menanggapi cecaran dari orang nomor satu di Sumatera Utara tersebut, General Manager PLN UID Sumut, Mundakhir Salman, menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh pelanggan. Ia menjelaskan bahwa gangguan di Jambi memang merupakan kejadian di luar kendali rutin, namun pihaknya terus bekerja keras untuk melakukan normalisasi total di seluruh wilayah terdampak.

Mundakhir juga memberikan update mengenai kondisi kelistrikan di daerah pasca-bencana, seperti di Kabupaten Tapanuli Tengah, yang saat ini menjadi fokus perbaikan tim teknis di lapangan. Selain itu, PLN berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan serupa, terutama menjelang perhelatan besar yang akan digelar di Sumut.

“Kami memastikan kesiapan pasokan listrik untuk mendukung pelaksanaan Piala AFF U-19 yang akan datang. Stadion dan seluruh fasilitas pendukung lainnya akan mendapatkan pengawasan ekstra agar pertandingan berjalan lancar tanpa gangguan listrik sedikit pun,” tegas Mundakhir di hadapan Gubernur.

Menanti Bukti Nyata dari PLN

Masyarakat Sumatera kini hanya bisa berharap bahwa teguran keras dari Bobby Nasution benar-benar didengar dan ditindaklanjuti. Kemandirian energi bukan sekadar angka di atas laporan tahunan, melainkan kenyamanan yang dirasakan warga saat menyalakan lampu di malam hari atau ketika para pelaku UMKM menjalankan mesin produksinya.

TotoNews akan terus memantau perkembangan perbaikan infrastruktur kelistrikan ini. Apakah janji PLN untuk menghapus istilah ‘blackout tahunan’ akan terwujud, ataukah ini hanya akan menjadi diskusi formal tanpa aksi nyata? Satu yang pasti, Sumatera Utara menuntut kestabilan daya sebagai pondasi utama kemajuan daerah di masa depan.

Dengan berakhirnya pertemuan tersebut, Bobby Nasution menegaskan bahwa dirinya tidak akan ragu untuk kembali bersuara keras jika pelayanan publik yang mendasar seperti listrik masih terus mengecewakan warga Sumut. Baginya, tata kelola listrik yang baik adalah cermin dari profesionalisme birokrasi dan komitmen negara terhadap rakyatnya.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *