Siasat Licin Oknum Pemprov DKI Ganti Pelat Merah Jadi Putih di Kawasan Puncak Terbongkar

Bagus Setiawan | Totonews
07 Apr 2026, 17:01 WIB
Siasat Licin Oknum Pemprov DKI Ganti Pelat Merah Jadi Putih di Kawasan Puncak Terbongkar

TotoNews — Sebuah rekaman video yang memperlihatkan aksi ‘kamuflase’ kendaraan dinas mendadak menjadi buah bibir di berbagai platform media sosial. Sebuah unit Suzuki XL7 yang sejatinya merupakan aset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kedapatan mengganti identitasnya dari pelat merah menjadi pelat putih demi menghindari sorotan publik saat melintas di kawasan wisata Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Kronologi Penggerebekan di Jalur Wisata

Aksi tidak terpuji ini terendus ketika petugas kepolisian yang tengah berjaga di jalur Puncak merasa ada yang janggal dengan kendaraan tersebut. Saat dihentikan, sang pengemudi tidak dapat berkutik dan mengakui bahwa dirinya sengaja memasang pelat nomor palsu berwarna putih di atas pelat merah aslinya. Alasan yang dikemukakan pun cukup klasik: agar keberadaan mobil dinas tersebut tidak memancing perhatian atau kecurigaan warga sekitar selama digunakan di luar urusan pekerjaan.

Baca Juga

Menelisik Dapur TKDN Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis: Inovasi Lokal atau Sekadar ‘Ganti Baju’?

Menelisik Dapur TKDN Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis: Inovasi Lokal atau Sekadar ‘Ganti Baju’?

Dalam cuplikan video yang diterima tim redaksi, petugas kepolisian tampak memberikan teguran edukatif namun tegas kepada pelanggar. Polisi segera menyita pelat putih palsu tersebut guna memastikan tindakan serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.

  • Petugas meminta pengemudi untuk langsung melepas pelat palsu di tempat.
  • Polisi mengingatkan pentingnya integritas bagi pengguna kendaraan plat merah.
  • Identitas kendaraan dikonfirmasi sebagai bagian dari operasional Pemerintah Daerah.

“Kalau itu memang milik Pemda DKI, gunakanlah sebagaimana mestinya. Harus gentleman, Pak. Kenapa harus ditutup-tutup begini?” ujar petugas dalam video tersebut dengan nada kecewa namun tetap profesional.

Respons Tegas Pemprov DKI Jakarta

Menanggapi isu yang berkembang pesat ini, Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPAD) Provinsi DKI Jakarta langsung mengambil langkah cepat. Kepala BPAD DKI, Faisal Syafruddin, menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak mentoleransi penyalahgunaan aset daerah untuk kepentingan pribadi, apalagi dengan cara memanipulasi identitas kendaraan.

Baca Juga

Lexus TZ: SUV Listrik Mewah Tiga Baris dengan Jarak Tempuh Hingga 530 Km dan Teknologi AWD Mutakhir

Lexus TZ: SUV Listrik Mewah Tiga Baris dengan Jarak Tempuh Hingga 530 Km dan Teknologi AWD Mutakhir

Faisal menjelaskan bahwa saat ini proses investigasi internal tengah berlangsung. Pihak BPAD juga telah bersinergi dengan Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan mendalam terhadap oknum yang bertanggung jawab atas insiden di Puncak tersebut. Sanksi disiplin dipastikan akan membayangi jika terbukti ada pelanggaran berat terkait kode etik penggunaan fasilitas negara.

Evaluasi dan Permohonan Maaf

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyadari bahwa insiden ini telah melukai kepercayaan publik. Oleh karena itu, melalui keterangan resminya, Faisal menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa kejadian ini akan menjadi katalisator bagi pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh kendaraan dinas agar tetap berada pada koridor fungsinya.

Baca Juga

Magis Sang GOAT: Ketika Lionel Messi Menjelajahi Kokpit Mercedes-AMG di F1 Miami

Magis Sang GOAT: Ketika Lionel Messi Menjelajahi Kokpit Mercedes-AMG di F1 Miami

“Kami sangat mengapresiasi kontrol sosial dari masyarakat. Masukan seperti ini sangat penting bagi kami dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Kami pastikan disiplin pegawai akan terus ditingkatkan agar kejadian memalukan seperti ini tidak terulang lagi,” pungkas Faisal.

Ke depannya, BPAD berencana mengoptimalkan sistem monitoring aset secara digital agar setiap pergerakan kendaraan dinas dapat terpantau secara real-time, sehingga meminimalisir adanya celah untuk pelanggaran penggunaan aset negara untuk urusan di luar kedinasan.

Bagus Setiawan

Bagus Setiawan

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Spesialis dalam mengupas isu kebijakan publik dan investigasi peristiwa di kanal Feed News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *