Daftar Negara Paling Dermawan 2025: Kejutan Dominasi Afrika dan Posisi Terbaru Indonesia

Rizky Ramadhan | Totonews
30 Mei 2026, 16:42 WIB
Daftar Negara Paling Dermawan 2025: Kejutan Dominasi Afrika dan Posisi Terbaru Indonesia

TotoNews — Kedermawanan sering kali dipandang sebagai cermin budaya dan nilai kemanusiaan suatu bangsa. Namun, bagaimana jika cara kita mengukur kebaikan hati tersebut berubah? Laporan terbaru dari World Giving Report (WGR) 2025 baru saja merilis data yang cukup mengejutkan panggung internasional. Dalam laporan yang disusun oleh Charities Aid Foundation (CAF), sebuah lembaga filantropi nirlaba yang berbasis di Inggris, peta kedermawanan dunia mengalami pergeseran signifikan yang menempatkan negara-negara berkembang di garda terdepan.

Selama bertahun-tahun, Indonesia sering kali membanggakan predikat sebagai negara paling dermawan di dunia. Namun, dalam edisi WGR 2025 ini, ada sebuah paradoks yang menarik untuk dikaji lebih dalam. Perubahan metodologi penelitian telah mengubah wajah daftar tersebut secara drastis, memicu diskusi hangat mengenai bagaimana filantropi seharusnya diukur di era modern ini. Apakah kemurahan hati dilihat dari seberapa sering kita membantu, atau seberapa besar porsi pendapatan yang kita relakan untuk orang lain?

Baca Juga

Tragedi di Tanjung Barat: Detik-Detik Terakhir Haerul Saleh, Anggota BPK yang Gugur dalam Kebakaran Hebat

Tragedi di Tanjung Barat: Detik-Detik Terakhir Haerul Saleh, Anggota BPK yang Gugur dalam Kebakaran Hebat

Revolusi Metodologi: Mengapa Peringkat Dunia Berubah?

Penting untuk dipahami bahwa WGR 2025 tidak lagi menggunakan kriteria yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Dahulu, survei ini sangat menitikberatkan pada partisipasi masyarakat, seperti apakah seseorang pernah membantu orang asing, menyumbangkan uang, atau melakukan kerja sukarela dalam sebulan terakhir. Dalam metrik tersebut, Indonesia hampir selalu berada di posisi puncak berkat budaya gotong royong yang sudah mendarah daging.

Namun, pada laporan tahun 2025 ini, CAF melakukan pendekatan yang lebih matematis dan berbasis ekonomi. Fokus utama beralih pada rata-rata persentase pendapatan yang didonasikan oleh penduduk suatu negara. Perubahan ini memberikan perspektif baru yang cukup kontras: negara-negara dengan pendapatan per kapita yang mungkin tidak setinggi Eropa atau Amerika Serikat, justru menunjukkan loyalitas yang luar biasa dalam menyisihkan sebagian kecil harta mereka bagi sesama.

Baca Juga

Benahi Benang Kusut Parkir Jakarta: Kenneth Dorong Digitalisasi Tanah Abang dan Audit Investigatif

Benahi Benang Kusut Parkir Jakarta: Kenneth Dorong Digitalisasi Tanah Abang dan Audit Investigatif

Dominasi Benua Hitam: Nigeria Memimpin di Posisi Puncak

Dunia patut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada benua Afrika. Dalam daftar sepuluh besar negara paling dermawan versi WGR 2025, negara-negara Afrika mendominasi secara mencolok. Nigeria secara mengejutkan menduduki peringkat pertama sebagai negara paling dermawan di dunia dengan rata-rata donasi mencapai 2,83% dari pendapatan penduduknya. Angka ini mencerminkan tingginya kesadaran sosial di tengah tantangan ekonomi yang mereka hadapi.

Berikut adalah daftar 10 besar negara paling dermawan di dunia berdasarkan persentase pendapatan yang didonasikan:

  • Nigeria – 2,83%
  • Mesir – 2,45%
  • China – 2,19%
  • Ghana – 2,19%
  • Kenya – 2,13%
  • Uganda – 2,04%
  • India – 1,92%
  • Uni Emirat Arab – 1,92%
  • Qatar – 1,92%
  • Malawi – 1,80%

Kehadiran negara-negara seperti Mesir, Ghana, dan Kenya di posisi lima besar menunjukkan bahwa semangat untuk berbagi tidak korelasi lurus dengan kekayaan nasional bruto. Hal ini juga memperlihatkan bahwa donasi telah menjadi bagian integral dari gaya hidup masyarakat di wilayah-wilayah tersebut, sering kali didorong oleh nilai-nilai keagamaan dan solidaritas komunal yang kuat.

Baca Juga

Menegangkan! Aksi Heroik Damkar Mojokerto Evakuasi Sapi Kurban dari Dasar Septic Tank Sedalam 6 Meter

Menegangkan! Aksi Heroik Damkar Mojokerto Evakuasi Sapi Kurban dari Dasar Septic Tank Sedalam 6 Meter

Bagaimana Kabar Indonesia? Menilik Posisi ke-21

Bagi publik tanah air, mungkin muncul pertanyaan: Mengapa Indonesia tidak lagi berada di posisi pertama? Berdasarkan data WGR 2025, Indonesia kini berada di urutan ke-21 dunia. Skor kedermawanan masyarakat Indonesia berada di kisaran 1,55% dari total pendapatan. Meskipun secara peringkat terlihat menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, angka ini sebenarnya masih sangat impresif jika dibandingkan dengan banyak negara maju lainnya.

Penurunan peringkat ini lebih disebabkan oleh perubahan indikator penilaian daripada penurunan semangat berbagi itu sendiri. Budaya sedekah di Indonesia sangat kuat, namun sering kali dilakukan secara informal atau melalui lembaga-lembaga keagamaan yang mungkin memiliki pola pelaporan berbeda dalam kacamata statistik internasional. Posisi ke-21 tetap membuktikan bahwa Indonesia adalah salah satu negara dengan kepedulian sosial tertinggi di kawasan Asia Tenggara dan dunia.

Baca Juga

Menagih Janji Emansipasi: Lestari Moerdijat Tekankan Kebebasan Berpikir Perempuan Belum Sepenuhnya Terwujud

Menagih Janji Emansipasi: Lestari Moerdijat Tekankan Kebebasan Berpikir Perempuan Belum Sepenuhnya Terwujud

Negara Maju yang Terlempar dari Papan Atas

Salah satu anomali paling menarik dalam laporan WGR 2025 adalah absennya negara-negara berkekuatan ekonomi besar di jajaran atas. Amerika Serikat, yang biasanya selalu bersaing di posisi elit, kini harus puas berada di urutan ke-31 dengan skor donasi sebesar 0,97%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun secara nominal jumlah uang yang disumbangkan warga AS sangat besar, namun jika dibandingkan dengan total pendapatan mereka, persentasenya masih kalah jauh dari masyarakat di negara berkembang.

Kondisi serupa juga dialami oleh negara-negara Eropa. Jerman, Prancis, Swedia, hingga Belanda tidak mampu menembus peringkat teratas dalam metodologi baru ini. Hal ini memicu perdebatan mengenai konsep ekonomi sosial, di mana masyarakat di negara maju mungkin lebih mengandalkan sistem pajak dan jaminan sosial pemerintah daripada donasi pribadi secara langsung, berbeda dengan masyarakat di negara berkembang yang lebih mengandalkan bantuan antarsesama warga.

Pelajaran di Balik Angka: Makna Kedermawanan Sejati

Laporan World Giving Report 2025 memberikan pelajaran berharga bagi kita semua. Kedermawanan bukan tentang seberapa banyak sisa harta yang kita miliki, melainkan seberapa besar kerelaan kita untuk membagi apa yang kita punya, sekecil apa pun itu. Keberhasilan negara-negara seperti Nigeria dan Malawi membuktikan bahwa kemiskinan bukanlah penghalang untuk menjadi tangan di atas.

Bagi Indonesia, hasil ini merupakan pengingat untuk terus memperkuat ekosistem filantropi nasional. Dengan posisi ke-21, Indonesia memiliki potensi besar untuk terus naik jika sistem pelaporan dan penyaluran bantuan semakin terintegrasi dan profesional. Angka 1,55% adalah fondasi yang kokoh untuk membangun bangsa yang lebih peduli dan responsif terhadap isu-isu kemanusiaan global.

Pada akhirnya, peringkat hanyalah sebuah alat ukur. Esensi dari survei ini adalah untuk menginspirasi lebih banyak orang agar peduli terhadap sesama. Baik itu di Nigeria, Indonesia, maupun belahan dunia lainnya, semangat untuk memberi adalah bahasa universal yang mampu menyatukan perbedaan dan memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *