Waspada Karhutla: Strategi Proaktif Polda Riau dan Inisiatif Green Policing Hadapi Musim Kemarau Ekstrem

Rizky Ramadhan | Totonews
13 Jun 2026, 20:41 WIB
Waspada Karhutla: Strategi Proaktif Polda Riau dan Inisiatif Green Policing Hadapi Musim Kemarau Ekstrem

TotoNews — Sinar matahari yang kian menyengat di ufuk langit Bumi Lancang Kuning menjadi sinyal bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Memasuki siklus musim kemarau yang diprediksi akan berlangsung cukup panjang, Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengambil langkah cepat dengan menginisiasi kampanye pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara masif. Langkah ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan sebuah misi penyelamatan ekosistem yang melibatkan sinergi antara aparat dan warga sipil.

Komitmen Polda Riau di Tengah Kemeriahan HUT Pekanbaru

Di tengah suasana penuh kegembiraan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota Pekanbaru yang ke-242, pesan mendalam mengenai pelestarian lingkungan tetap menjadi prioritas utama. Bertempat di acara Gerak Jalan Santai dan Senam Bersama, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, hadir mewakili Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan untuk menyampaikan pesan penting bagi seluruh masyarakat Riau. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (13/6/2026) ini menjadi panggung strategis untuk menyosialisasikan pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Baca Juga

Membangun Narasi Budaya di Era Digital: Kemenbud Tantang Kreativitas Generasi Muda Lewat Lomba Video ‘Aku dan Budayaku’

Membangun Narasi Budaya di Era Digital: Kemenbud Tantang Kreativitas Generasi Muda Lewat Lomba Video ‘Aku dan Budayaku’

“Polda Riau mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan. Kita tidak bisa bergerak sendiri; keberhasilan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan sangat bergantung pada kesadaran kolektif,” ungkap Kombes Pandra di hadapan ribuan peserta yang memadati lokasi acara. Beliau menekankan bahwa transisi cuaca menuju musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino menuntut perhatian ekstra agar bencana kabut asap tidak kembali menghantui wilayah ini.

Mengenal ‘Green Policing’: Filosofi Baru Pengamanan Lingkungan

Salah satu poin menarik yang ditekankan oleh Polda Riau adalah program unggulan bernama Green Policing. Program ini tidak hanya berfokus pada penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, tetapi lebih mengedepankan pendekatan preventif dan edukatif. Melalui Green Policing, kepolisian mengajak warga untuk aktif melakukan penanaman pohon dan menghijaukan kembali lahan-lahan kritis di sekitar pemukiman mereka.

Baca Juga

Tragedi Berdarah di Piramida Bulan: Penembakan di Teotihuacan Meksiko Tewaskan Turis Kanada

Tragedi Berdarah di Piramida Bulan: Penembakan di Teotihuacan Meksiko Tewaskan Turis Kanada

Filosofi di balik program ini adalah menciptakan ekosistem yang sehat sebagai benteng pertahanan alami terhadap kebakaran. Dengan lingkungan yang hijau dan terawat, kelembapan tanah dapat terjaga lebih lama, sehingga potensi munculnya titik api (hotspot) dapat diminimalisir secara signifikan. Kombes Pandra mengajak seluruh elemen untuk menjadikan aksi menanam pohon sebagai bagian dari gaya hidup modern yang bertanggung jawab terhadap masa depan generasi mendatang.

Layanan Call Center 110: Garda Terdepan Pelaporan Cepat

Dalam menghadapi ancaman karhutla, kecepatan informasi adalah kunci utama. Polda Riau kembali mengingatkan masyarakat akan ketersediaan layanan Call Center Polri 110. Layanan ini beroperasi selama 24 jam penuh dan dirancang untuk merespons setiap laporan dari warga dengan cepat dan efisien. Baik itu laporan mengenai gangguan keamanan maupun temuan dini kepulan asap di area hutan, masyarakat diminta jangan ragu untuk menghubungi nomor darurat tersebut.

Baca Juga

Reformasi Total Layanan Haji 2026: Kesaksian M. Sarmuji Tentang Kedisiplinan Petugas dan Kenyamanan Jemaah

Reformasi Total Layanan Haji 2026: Kesaksian M. Sarmuji Tentang Kedisiplinan Petugas dan Kenyamanan Jemaah

“Polri hadir untuk masyarakat secara nyata. Jika Anda melihat adanya potensi gangguan kamtibmas atau memerlukan bantuan mendesak terkait indikasi karhutla, silakan manfaatkan layanan 110. Aksesnya mudah dan kami siap memberikan respons seketika,” tegas Pandra. Integrasi teknologi komunikasi ini diharapkan dapat memangkas waktu respons personel di lapangan sehingga pemadaman dini bisa dilakukan sebelum api meluas tak terkendali.

Riau Bhayangkara Run 2026: Olahraga Sekaligus Kampanye Lingkungan

Tidak hanya melalui forum resmi, Polda Riau juga menggunakan ajang olahraga sebagai sarana kampanye. Pelaksanaan Riau Bhayangkara Run (RBR) 2026 yang akan datang diproyeksikan menjadi event besar yang menggabungkan semangat hidup sehat dengan kepedulian lingkungan. Melalui ajang lari ini, Polda Riau ingin menyebarkan pesan bahwa menjaga tubuh yang sehat harus berjalan selaras dengan menjaga lingkungan hidup yang sehat pula.

Baca Juga

Gagal Terbang ke Lombok, Polda Riau Gulung Jaringan Kurir 5 Kg Sabu di Bandara SSK II

Gagal Terbang ke Lombok, Polda Riau Gulung Jaringan Kurir 5 Kg Sabu di Bandara SSK II

Kombes Pandra menjelaskan bahwa RBR 2026 bukan sekadar kompetisi atletik, melainkan sebuah gerakan sosial. Peserta yang ikut serta secara tidak langsung mendukung kampanye anti-karhutla dan penguatan keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Event ini diharapkan mampu menarik minat generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu-isu ekologi di Provinsi Riau.

Sinergi Lintas Sektor di Tingkat Akar Rumput

Keberhasilan upaya pencegahan ini juga didukung oleh keterlibatan aktif para pemimpin di tingkat lokal. Kehadiran tokoh-tokoh seperti Camat Pekanbaru Kota Pondris Wandri, Kapolsek Pekanbaru Kota Kompol Deswandi, serta jajaran Lurah dan Ketua LPM menunjukkan adanya kekompakan struktural. Forum RT/RW dan personel TNI-Polri yang membaur dengan warga menjadi bukti bahwa kolaborasi adalah senjata terkuat dalam menghadapi tantangan musim kemarau.

Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas warga Pekanbaru kembali dibangkitkan. Dengan saling menjaga dan mengawasi lahan di sekitar lingkungan masing-masing, beban tugas pencegahan karhutla menjadi terasa lebih ringan. Polda Riau percaya bahwa dengan kepedulian dari tingkat terkecil, yakni keluarga dan lingkungan RT, ancaman karhutla tahun ini dapat ditekan hingga ke titik terendah.

Edukasi Terus Menerus dan Tindakan Nyata di Lapangan

Selain imbauan lisan, Polda Riau juga secara aktif melakukan tindakan nyata di lapangan. Di beberapa wilayah, personel kepolisian bahkan membantu petani dalam pengelolaan lahan tanpa bakar. Edukasi mengenai bahaya pembukaan lahan dengan cara membakar terus dilakukan secara persuasif namun tetap tegas dari sisi hukum. Hal ini dilakukan untuk melindungi para petani dari risiko gagal panen akibat kekeringan atau masalah hukum yang mungkin timbul.

Sebagai penutup dari rangkaian acara sosialisasi tersebut, keceriaan terpancar saat pembagian doorprize dilakukan bagi para peserta senam dan gerak jalan. Suasana akrab yang tercipta antara kepolisian dan masyarakat menjadi modal sosial yang penting. Hubungan harmonis ini diharapkan terus terjaga agar visi menciptakan Riau yang bebas dari kabut asap dan penuh dengan prestasi dapat terwujud di tahun 2026 ini.

Mari kita bersama-sama mendukung upaya Polda Riau. Mulailah dari langkah kecil seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan di area kering dan aktif melaporkan setiap kejadian mencurigakan. Dengan menjaga alam, maka alam pun akan menjaga kita. Bersama kita cegah karhutla demi Bumi Lancang Kuning yang lebih hijau dan sehat.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *