Aksi Nekat Maling Motor di Lampung: Terjun Bebas ke Jurang 10 Meter Demi Hindari Sergapan Polisi

Rizky Ramadhan | Totonews
15 Jun 2026, 02:45 WIB
Aksi Nekat Maling Motor di Lampung: Terjun Bebas ke Jurang 10 Meter Demi Hindari Sergapan Polisi

TotoNews — Suasana tenang di Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, seketika berubah menjadi arena pengejaran yang menegangkan layaknya adegan dalam film aksi. Seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) melakukan tindakan nekat yang nyaris merenggut nyawanya sendiri demi menghindari kejaran aparat kepolisian dan kepungan massa. Pelaku dilaporkan terjun bebas ke dalam jurang sedalam 10 meter setelah aksinya tepergok oleh korban.

Kronologi Kejadian: Teriakan Korban yang Memecah Kesunyian

Peristiwa dramatis ini bermula pada Sabtu (13/6), ketika fajar baru saja menyingsing di wilayah Way Tenong. Korban, yang diidentifikasi bernama Asir Rudin (34), tidak pernah menyangka bahwa pagi itu ia akan berhadapan langsung dengan komplotan spesialis pencurian motor. Saat itu, Asir secara tidak sengaja melihat sepeda motor kesayangannya yang terparkir di depan rumah mulai digeser oleh orang asing.

Baca Juga

Skandal Child Grooming di SMK Tangsel: Menguak Predator di Balik Kedok Kepala Sekolah

Skandal Child Grooming di SMK Tangsel: Menguak Predator di Balik Kedok Kepala Sekolah

Tanpa berpikir panjang, Asir berteriak sekencang mungkin untuk meminta bantuan warga sekitar. Teriakan histeris tersebut rupanya mengejutkan dua orang pelaku yang sedang beraksi. Dalam kondisi panik karena keberadaannya diketahui, kedua pelaku segera meninggalkan motor korban dan mencoba melarikan diri menggunakan kendaraan lain yang telah mereka siapkan sebelumnya. Aksi saling kejar pun tak terhindarkan antara warga dan para pelaku yang berusaha menghilang di balik rimbunnya perkebunan warga.

Respons Cepat Kepolisian dan Strategi Penyekatan

Laporan mengenai insiden kriminalitas Lampung ini segera sampai ke telinga petugas Kepolisian Resor (Polres) Lampung Barat. Kasatreskrim Polres Lampung Barat, Iptu Rudy Prawira, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengerahkan tim operasional untuk melakukan pengejaran secara terukur. Mengingat medan di Lampung Barat yang berbukit, polisi segera memetakan rute pelarian yang mungkin diambil oleh pelaku.

Baca Juga

Tragedi di Balik Reruntuhan Puncak: Detik-Detik Tembok Penahan Tanah di Cianjur Merenggut Nyawa Buruh Harian

Tragedi di Balik Reruntuhan Puncak: Detik-Detik Tembok Penahan Tanah di Cianjur Merenggut Nyawa Buruh Harian

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, kami langsung melakukan penyekatan di sejumlah titik strategis. Kami memperkirakan arah pelarian pelaku berdasarkan informasi awal dari saksi mata di lokasi kejadian,” ujar Iptu Rudy Prawira saat memberikan keterangan resmi kepada tim redaksi. Hanya dalam waktu sekitar 15 menit, petugas berhasil mendeteksi keberadaan dua orang dengan ciri-ciri yang sesuai melintas di wilayah Fajar Bulan.

Detik-detik Menegangkan: Melompat ke Jurang Sedalam 10 Meter

Pengejaran mencapai puncaknya ketika petugas kepolisian membuntuti para pelaku hingga ke kawasan Pekon Simpang Sari, Kecamatan Sumber Jaya. Di wilayah yang dikenal memiliki kontur jalan berkelok dan tebing curam ini, drama penangkapan terjadi. Menyadari bahwa jalan di depan mereka telah diblokade oleh petugas, para pelaku kehilangan kendali atas kendaraannya.

Baca Juga

Hizbullah Tolak Mentah-mentah Tawaran Negosiasi Israel: Syarat Mutlak Penarikan Pasukan Menjadi Harga Mati

Hizbullah Tolak Mentah-mentah Tawaran Negosiasi Israel: Syarat Mutlak Penarikan Pasukan Menjadi Harga Mati

Dalam upaya terakhir yang sangat berbahaya, kedua pelaku terperosok ke area tebing. Alih-alih menyerah, salah satu pelaku justru memilih untuk melompat ke dalam jurang sedalam kurang lebih 10 meter demi menghindari borgol polisi. Iptu Rudy menegaskan bahwa anggotanya tetap melakukan pengejaran meskipun medan yang dihadapi sangat ekstrem dan berisiko tinggi.

“Anggota kami tidak gentar. Meskipun pelaku masuk ke area jurang yang curam, pengejaran terus dilanjutkan di bawah dasar tebing. Ini adalah bentuk komitmen nyata kami di Polres Lampung Barat dalam merespons setiap tindak pidana yang meresahkan masyarakat, seberapa pun sulitnya medan yang dihadapi,” tambah Rudy dengan nada tegas.

Identitas Pelaku dan Satu Buron yang Masih Dikejar

Setelah melalui proses pencarian di dasar jurang, polisi akhirnya berhasil mengamankan satu orang pelaku. Diketahui pria tersebut bernama Hendra bin Bunyamin, seorang warga asal Kampung Tanjung Ratu Ilir, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah. Hendra tampak tidak berkutik setelah mengalami beberapa luka ringan akibat terjatuh ke dalam jurang tersebut.

Baca Juga

Skandal ‘Surat Sakti’ Bupati Tulungagung: Modus Pemerasan Pejabat Berujung Rompi Oranye

Skandal ‘Surat Sakti’ Bupati Tulungagung: Modus Pemerasan Pejabat Berujung Rompi Oranye

Namun, rekan Hendra yang bernama Obi Erlangga berhasil meloloskan diri dari kepungan. Pelaku kedua ini memanfaatkan kerimbunan vegetasi di sekitar pemukiman warga untuk menghilang. Saat ini, identitas Obi telah masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan tengah diburu secara intensif oleh jajaran Tim Tekab 308 Polres Lampung Barat.

Komitmen Memberantas Kejahatan Jalanan

Pihak kepolisian menyatakan tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku tindak kriminal di wilayah hukum mereka. Iptu Rudy Prawira mengimbau kepada rekan pelaku yang masih buron untuk segera menyerahkan diri sebelum petugas mengambil tindakan tegas dan terukur. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kewaspadaan terhadap keamanan lingkungan harus selalu ditingkatkan.

Keberhasilan penangkapan ini juga tidak lepas dari peran aktif masyarakat yang segera melaporkan kejadian tersebut. Polisi menekankan bahwa sinergi antara warga dan aparat adalah kunci utama dalam menekan angka kriminalitas, terutama kasus curanmor yang seringkali meresahkan warga di pedesaan maupun perkotaan.

Tips Mengamankan Kendaraan dari Incaran Maling

Belajar dari insiden yang dialami oleh Asir Rudin, TotoNews merangkum beberapa langkah preventif yang dapat dilakukan oleh pemilik kendaraan untuk meminimalisir risiko pencurian:

  • Gunakan kunci ganda atau gembok tambahan pada bagian cakram motor saat diparkir, bahkan di depan rumah sekalipun.
  • Pasang alat pengaman elektronik seperti alarm atau sistem pelacak GPS untuk memudahkan pelacakan jika kendaraan hilang.
  • Jangan meninggalkan kunci motor tergantung pada kendaraan, meskipun hanya ditinggal dalam waktu singkat untuk masuk ke dalam rumah.
  • Pastikan area parkir memiliki penerangan yang cukup dan jika memungkinkan, pasang kamera CCTV yang mengarah langsung ke tempat parkir kendaraan.
  • Selalu waspada terhadap orang asing yang terlihat mencurigakan di sekitar lingkungan tempat tinggal Anda.

Saat ini, pelaku Hendra telah diamankan di Mapolres Lampung Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ia terancam dijerat dengan pasal mengenai pencurian dengan pemberatan (curat) sebagaimana diatur dalam KUHP, dengan ancaman hukuman penjara yang cukup berat. Sementara itu, pengejaran terhadap pelaku lain terus dioptimalkan hingga wilayah perbatasan kabupaten.

Peristiwa ini menjadi bukti nyata bahwa pelaku kejahatan seringkali nekat melakukan hal-hal di luar nalar demi melarikan diri. Namun, dengan kesigapan aparat dan keberanian warga, ruang gerak mereka dipastikan akan semakin sempit. Masyarakat diharapkan tetap tenang namun selalu waspada terhadap segala bentuk potensi kejahatan di lingkungan sekitar.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *