Ledakan Transaksi Digital: Wisatawan Asing Habiskan Rp 4,3 Triliun Lewat QRIS di Indonesia

Siti Aminah | Totonews
18 Jun 2026, 18:43 WIB
Ledakan Transaksi Digital: Wisatawan Asing Habiskan Rp 4,3 Triliun Lewat QRIS di Indonesia

TotoNews — Transformasi digital di sektor keuangan Indonesia kian menunjukkan taringnya di kancah internasional. Fenomena menarik muncul ketika para pelancong mancanegara yang menginjakkan kaki di tanah air kini tak lagi sibuk mencari tempat penukaran uang tunai. Sebaliknya, mereka cukup merogoh ponsel pintar dan memindai kode QR untuk melakukan berbagai transaksi belanja. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) oleh wisatawan asing atau inbound mencatat angka yang sangat fantastis, jauh melampaui aktivitas belanja warga Indonesia di luar negeri.

Dominasi Wisatawan Asing dalam Ekosistem QRIS

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Bank Indonesia (BI), hingga periode Mei 2026, tercatat perputaran dana dari wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia melalui kanal QRIS menembus angka Rp 4,3 triliun. Angka ini menjadi bukti sahih betapa efektifnya standardisasi sistem pembayaran digital yang diinisiasi oleh bank sentral dalam menarik minat pengguna global.

Baca Juga

IHSG Tampil Perkasa: Akhiri Perdagangan di Level 7.174, Sinyal Positif di Tengah Tekanan Global

IHSG Tampil Perkasa: Akhiri Perdagangan di Level 7.174, Sinyal Positif di Tengah Tekanan Global

Sebaliknya, transaksi outbound atau penggunaan QRIS oleh warga negara Indonesia saat berada di luar negeri tercatat berada di angka Rp 1,47 triliun. Ketimpangan yang positif ini menunjukkan bahwa Indonesia berhasil menjadi magnet bagi transaksi digital lintas batas. Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih, dalam keterangannya di rapat dewan gubernur baru-baru ini, menegaskan bahwa tren ini mencerminkan penerimaan yang luas terhadap infrastruktur pembayaran kita.

“Jika kita membedah posisi pada Mei 2026, transaksi QRIS antarnegara mencatatkan performa inbound yang sangat kuat. Artinya, intensitas belanja wisatawan yang berkunjung ke Indonesia jauh lebih besar dibandingkan aktivitas serupa di luar negeri,” ungkap Filianingsih dalam pemaparan resminya yang dikutip oleh TotoNews.

Baca Juga

Antisipasi Krisis Energi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pertimbangkan Impor Minyak Rusia demi Amankan Pasokan Nasional

Antisipasi Krisis Energi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Pertimbangkan Impor Minyak Rusia demi Amankan Pasokan Nasional

Tiga Negara Utama yang Paling Gemar Memindai QRIS

Pertumbuhan angka transaksi yang mencapai triliunan rupiah ini tentu tidak muncul begitu saja. Ada kolaborasi erat antara Indonesia dengan negara-negara mitra dalam memperluas koridor pembayaran digital. Bank Indonesia mencatat setidaknya ada tiga negara yang menjadi kontributor terbesar dalam penggunaan QRIS di tanah air.

  • Malaysia: Kedekatan geografis dan tingginya mobilitas warga Malaysia ke Indonesia menjadikannya salah satu pengguna QRIS terbanyak.
  • Tiongkok (China): Integrasi sistem pembayaran yang semakin mulus membuat turis asal Negeri Tirai Bambu merasa nyaman bertransaksi tanpa uang tunai di destinasi wisata favorit mereka.
  • Singapura: Sebagai pusat finansial regional, warga Singapura yang berwisata ke Indonesia sangat mengandalkan efisiensi pembayaran digital lewat QRIS.

Filianingsih menambahkan bahwa peningkatan ini merupakan buah manis dari upaya perluasan kerja sama regional. Hal ini sekaligus menjadi sinyal bahwa ekonomi digital Indonesia telah terintegrasi dengan baik dalam rantai pasok pembayaran global, khususnya di kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur.

Baca Juga

Ambisi Besar Prabowo: Menghidupkan Pusat Keuangan Internasional di Bali Sebagai ‘Safe Haven’ Dunia

Ambisi Besar Prabowo: Menghidupkan Pusat Keuangan Internasional di Bali Sebagai ‘Safe Haven’ Dunia

QRIS Tap: Revolusi Baru dalam Transportasi Publik

Inovasi QRIS tidak berhenti pada pemindaian statis saja. TotoNews memantau bahwa adopsi teknologi QRIS Tap kini mulai merambah sektor transportasi dan ritel dengan sangat masif. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi hanya dengan menempelkan perangkat ponsel mereka, mirip dengan cara kerja kartu uang elektronik konvensional namun dengan integrasi akun yang lebih fleksibel.

Saat ini, QRIS Tap telah menjadi tulang punggung pembayaran di berbagai moda transportasi utama di wilayah Jabodetabek. Penumpang KRL Commuter Line, MRT Jakarta, LRT, hingga Transjakarta kini bisa menikmati kecepatan akses masuk tanpa harus mengantre panjang untuk mengisi saldo kartu fisik. Kemudahan ini secara langsung mendongkrak volume transaksi secara keseluruhan.

Baca Juga

Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi: Ambisi Rp 12 Triliun Demi Pangkas Waktu Tempuh Bali Jadi Separuh

Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi: Ambisi Rp 12 Triliun Demi Pangkas Waktu Tempuh Bali Jadi Separuh

Data menunjukkan pertumbuhan yang konsisten pada sektor ini. Secara bulanan (month to month), volume transaksi QRIS Tap melonjak sebesar 3,06%, yang setara dengan 634 ribu transaksi. Dari sisi nilai nominal, kenaikannya bahkan lebih tajam, yakni tumbuh 5,1% dengan total nilai mencapai Rp 6,3 triliun. Angka ini mencakup keseluruhan ekosistem, termasuk integrasi di sektor ritel yang semakin luas.

Dampak Positif bagi UMKM dan Pariwisata Lokal

Melimpahnya transaksi dari wisatawan asing ini tidak hanya menguntungkan penyedia layanan jasa keuangan, tetapi juga memberikan napas segar bagi pelaku UMKM di berbagai daerah wisata. Dengan QRIS, pedagang kecil di pasar seni, pemilik warung makan, hingga penyedia jasa pemandu wisata dapat menerima pembayaran dari turis asing secara langsung tanpa pusing memikirkan uang kembalian atau risiko uang palsu.

Sistem ini menciptakan transparansi dan keamanan yang lebih baik bagi kedua belah pihak. Bagi para turis, mereka mendapatkan nilai tukar yang kompetitif dan transparan, sementara bagi pedagang lokal, pencatatan keuangan menjadi lebih rapi karena seluruh transaksi terekam secara digital.

Menuju Masa Depan Digital yang Inklusif

Pencapaian Rp 4,3 triliun ini hanyalah awal dari perjalanan panjang digitalisasi keuangan Indonesia. Bank Indonesia terus berkomitmen untuk memperluas cakupan kerja sama dengan negara-negara lain, sehingga ke depannya, QRIS tidak hanya bisa digunakan di segelintir negara Asia saja, melainkan merambah ke skala global yang lebih luas.

Dengan infrastruktur yang semakin solid dan dukungan regulasi yang adaptif, Indonesia diprediksi akan terus memimpin dalam adopsi sistem pembayaran digital di kawasan. Fenomena QRIS ini membuktikan bahwa teknologi bukan lagi sekadar alat pendukung, melainkan katalisator utama dalam menggerakkan roda ekonomi dan memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.

Demikian laporan eksklusif dari TotoNews mengenai perkembangan pesat dunia finansial digital tanah air. Mari kita nantikan terobosan selanjutnya yang akan semakin memudahkan hidup kita di era modern ini.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *