Mimpi Jakmania Terwujud! Menjajal Kemudahan Akses Stasiun JIS Baru yang Kini Resmi Beroperasi
TotoNews — Wajah baru transportasi publik di utara Jakarta kini semakin lengkap dengan diresmikannya Stasiun Jakarta International Stadium (JIS). Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, kehadiran stasiun ini bukan sekadar penambahan titik pemberhentian kereta, melainkan sebuah solusi besar bagi aksesibilitas menuju salah satu stadion termegah di Asia Tenggara. Keberadaan stasiun ini disambut antusias, terutama oleh para pendukung setia Persija Jakarta yang selama ini mendambakan kemudahan transportasi umum saat laga kandang digelar.
Antusiasme Warga Depok Mencoba Jalur Baru
Salah satu warga yang tidak ingin ketinggalan momen bersejarah ini adalah Adnan. Pemuda berusia 17 tahun asal Depok ini sengaja meluangkan waktunya untuk menjajal rute kereta menuju Stasiun JIS. Baginya, mengetahui rute perjalanan sejak dini sangatlah penting agar tidak kebingungan saat hendak menonton pertandingan sepak bola atau menghadiri konser musik di masa depan.
Visi Besar Bung Karno dalam Mustika Rasa: Menggali Akar Kedaulatan Pangan dan Gizi Nasional di Era Modern
“Sangat bagus, lokasinya dekat sekali dengan stadion sehingga memudahkan akses bagi kami yang tidak membawa kendaraan pribadi. Sebagai pelajar, saya merasa sangat terbantu. Nanti kalau ada nonton Persija atau konser, tidak perlu pusing lagi memikirkan parkir yang sulit di area stadion,” ungkap Adnan dengan nada antusias saat ditemui tim TotoNews di area peron Stasiun JIS pada Selasa (23/6/2026).
Adnan menceritakan perjalanannya dari wilayah selatan menuju utara. Berangkat dari Stasiun Pondok Rajeg di Depok, ia menghabiskan waktu sekitar dua jam untuk sampai ke tujuan akhir. Perjalanan tersebut menuntutnya untuk melakukan beberapa kali transit, yakni di Stasiun Jakarta Kota dan Stasiun Tanjung Priok. Meski memakan waktu cukup lama, ia menilai pengalaman tersebut sepadan dengan kenyamanan yang ditawarkan transportasi KRL Commuter Line.
Blunder Visual Garuda BRIN: Antara Inovasi AI dan Marwah Simbol Negara di Hari Lahir Pancasila
Navigasi Rute dan Tantangan Transit
Meskipun merasa puas, Adnan memberikan catatan penting mengenai alur perjalanan. Ia sempat mengira kereta akan langsung berhenti di Stasiun JIS dari arah Jakarta Kota. Namun, pada operasional tahap awal ini, penumpang harus menuju Stasiun Tanjung Priok terlebih dahulu sebelum akhirnya berbalik arah menuju Stasiun JIS.
“Tadi saya kira stasiunnya langsung berhenti di sini, ternyata rutenya harus ke Tanjung Priok dulu baru balik lagi. Harapan saya ke depannya bisa disediakan dua peron agar akses dari Jakarta Kota bisa langsung turun di sini tanpa harus memutar,” jelasnya memberikan saran konstruktif untuk pengelola transportasi publik tersebut.
Perspektif Warga Lokal Mengenai Aksesibilitas JPO
Senada dengan Adnan, Mingming, seorang warga yang tinggal di kawasan Sunter, juga menyambut baik kehadiran stasiun ini. Baginya, Stasiun JIS adalah alternatif yang jauh lebih baik dibandingkan harus turun di Stasiun Ancol yang jaraknya relatif lebih jauh jika ingin berkunjung ke kawasan stadion atau sekadar jalan-jalan sore.
Diplomasi yang Retak: Menelusuri Akar Perseteruan Sengit Donald Trump dan Giorgia Meloni
Namun, Mingming memberikan sorotan tajam pada aspek ergonomis dan kenyamanan pejalan kaki. Menurutnya, meski stasiun sudah beroperasi, akses fisik menuju peron masih terasa melelahkan karena harus melewati banyak anak tangga dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang cukup panjang.
“Kalau saya lewat stadion, mau masuknya itu muternya jauh sekali. Harus naik turun tangga dan lewat JPO yang panjang. Untuk orang tua atau mereka yang membawa barang banyak, ini tentu menjadi tantangan tersendiri,” keluh Mingming. Ia juga berharap pihak pengelola segera menambah jumlah peron agar pelayanan transportasi di Stasiun JIS bisa melayani dua arah secara simultan dan lebih efisien.
Kado Spesial untuk HUT Jakarta ke-499
Peresmian Stasiun KRL JIS ini memang telah direncanakan sebagai bagian dari perayaan besar kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa beroperasinya stasiun ini merupakan kado istimewa bagi seluruh warga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Jakarta yang ke-499.
Chatib Basri Buka Suara Terkait Isu Kursi Menkeu: Fokus Kawal Stabilitas Ekonomi Nasional
“Tidak ada yang lebih bersyukur dibandingkan saya karena proyek ini akhirnya bisa terwujud. Ini adalah salah satu impian pribadi saya untuk melihat integrasi transportasi yang sempurna di kawasan Jakarta Utara,” ujar Pramono dalam sambutannya saat acara peresmian di Stasiun JIS, Senin (22/6). Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, atas kolaborasi erat antara pemerintah daerah dan pusat dalam menyelesaikan infrastruktur krusial ini.
Mendorong Budaya Transportasi Umum di Jakarta
Dengan hadirnya stasiun ini, pemerintah berharap beban kemacetan di sekitar Jakarta Utara, terutama saat ada event besar di Stadion JIS, dapat berkurang secara signifikan. Budaya menggunakan transportasi umum terus digalakkan untuk mengurangi polusi dan penggunaan kendaraan pribadi yang berlebihan.
Stasiun JIS dirancang untuk menampung ribuan penumpang dalam waktu singkat, menyesuaikan dengan kapasitas stadion yang mampu menampung hingga 82.000 penonton. Integrasi ini menjadi sangat vital karena manajemen lalu lintas di area Sunter dan Papanggo seringkali mengalami titik jenuh saat ada kegiatan berskala besar.
Harapan Pengembangan Infrastruktur di Masa Depan
Meskipun saat ini operasional Stasiun JIS masih dalam tahap pengembangan awal dengan keterbatasan jumlah peron, rencana jangka panjang terus dimatangkan. Pemerintah berencana untuk terus meningkatkan fasilitas pendukung, mulai dari penambahan eskalator, lift untuk disabilitas, hingga integrasi dengan moda transportasi lain seperti LRT Jakarta dan TransJakarta.
Kehadiran Stasiun JIS bukan hanya tentang kemudahan akses bagi suporter bola atau penonton konser. Ini adalah simbol kemajuan tata kota Jakarta yang semakin modern dan inklusif. Bagi warga seperti Adnan dan Mingming, stasiun ini adalah jembatan yang menghubungkan mimpi-mimpi mereka untuk menikmati fasilitas publik kelas dunia dengan cara yang lebih mudah, murah, dan efisien.
Kini, perjalanan menuju Stadion JIS bukan lagi sebuah perjalanan yang melelahkan. Hanya dengan waktu jalan kaki kurang dari lima menit dari pintu keluar stasiun, warga sudah bisa berdiri tegak di depan megahnya stadion kebanggaan ibu kota. Inilah era baru mobilitas urban di Jakarta Utara yang patut kita banggakan bersama.