Menyingkap Mitos Luar Angkasa: Bukan Tembok China, Inilah Objek Bumi yang Paling Jelas Terlihat dari Orbit

Andini Putri Lestari | Totonews
10 Apr 2026, 06:11 WIB
Menyingkap Mitos Luar Angkasa: Bukan Tembok China, Inilah Objek Bumi yang Paling Jelas Terlihat dari Orbit

TotoNews — Selama puluhan tahun, sebuah narasi heroik terus bergulir di tengah masyarakat: Tembok Besar China diklaim sebagai satu-satunya karya tangan manusia yang mampu menembus pandangan mata telanjang dari kegelapan luar angkasa. Namun, benarkah demikian? Laporan terbaru yang dihimpun tim redaksi kami justru mengungkap fakta sebaliknya, meruntuhkan mitos lama yang telah berakar sejak berabad-abad silam.

Berdasarkan analisis mendalam dari NASA, gagasan bahwa Tembok Besar China atau Piramida Giza dapat terlihat jelas dari orbit bumi hanyalah sekadar fiksi populer. Para ilmuwan menegaskan bahwa struktur megah di China tersebut sebenarnya sangat sulit untuk dikenali tanpa bantuan alat optik canggih. Masalah utamanya terletak pada dimensi lebar bangunan yang terlalu sempit serta warna materialnya yang menyatu sempurna dengan lanskap alam di sekitarnya.

Baca Juga

Kebocoran Model AI Mythos Milik Anthropic: Senjata Siber Paling Berbahaya Kini di Luar Kendali?

Kebocoran Model AI Mythos Milik Anthropic: Senjata Siber Paling Berbahaya Kini di Luar Kendali?

Kesaksian Para Penjelajah Orbit

Pernyataan ini bukan tanpa alasan. Sejumlah astronot yang pernah bertugas di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) memberikan testimoni serupa. Jeffrey Hoffman, seorang veteran angkasa luar, mengakui bahwa dirinya tidak pernah sekalipun menangkap bayangan Tembok China selama misinya. Kondisi kontras warna yang rendah membuat tembok legendaris itu seolah menghilang ditelan bumi jika dilihat dari ketinggian ratusan kilometer.

Lalu, bagaimana dengan Piramida Mesir yang fenomenal? Astronaut Leroy Chiao memberikan perspektif menarik. Ia menyebutkan bahwa dalam kondisi pencahayaan dan cuaca yang sangat ideal, piramida memang bisa terlihat, namun hanya sebagai titik kecil yang nyaris tak kasat mata. Hal ini membuktikan bahwa keajaiban dunia kuno sekalipun memiliki keterbatasan visibilitas di mata manusia dari perspektif orbital.

Baca Juga

Inovasi Radikal Jepang: Mengapa Drone Kardus Air Kamuy Menjadi Ancaman Baru di Medan Tempur

Inovasi Radikal Jepang: Mengapa Drone Kardus Air Kamuy Menjadi Ancaman Baru di Medan Tempur

‘Lautan Plastik’ yang Mengalahkan Tembok China

Jika bangunan sejarah sulit terlihat, lantas objek apa yang justru mencolok di mata para astronot? Jawabannya mengejutkan. Bukan sebuah monumen bersejarah, melainkan kompleks rumah kaca raksasa di Almería, Spanyol. Wilayah yang dijuluki sebagai ‘Lautan Plastik’ ini membentang ribuan hektare dan dilapisi material plastik putih yang masif.

Fenomena ini dijelaskan oleh pakar melalui aspek reflektivitas. Plastik putih di Almería memantulkan cahaya matahari dengan sangat kuat, menciptakan kontras yang tajam terhadap lingkungan sekitarnya. Dari perspektif teknologi satelit dan pengamatan visual, hamparan ini jauh lebih mudah dikenali dibandingkan Tembok China yang tersohor.

Mitos yang Terbentuk Sebelum Era Ruang Angkasa

Menariknya, mitos mengenai visibilitas Tembok China ini sebenarnya sudah muncul sejak abad ke-18, jauh sebelum manusia memiliki teknologi untuk meluncur ke luar angkasa. Keyakinan ini terus dipupuk hingga menjadi pengetahuan umum di abad ke-20. Namun, seiring dengan kemajuan eksplorasi manusia ke bulan dan orbit bumi, klaim tersebut akhirnya dipatahkan oleh realitas sains.

Baca Juga

Lampaui Rekor Apollo 13, Kru Artemis II Resmi Jadi Manusia Terjauh dari Bumi dalam Sejarah

Lampaui Rekor Apollo 13, Kru Artemis II Resmi Jadi Manusia Terjauh dari Bumi dalam Sejarah

Fakta ini mengajarkan kita bahwa visibilitas dari luar angkasa bukan hanya soal ukuran raksasa sebuah objek, melainkan kombinasi antara kontras warna, pencahayaan, dan kemampuan refleksi cahaya ke mata pengamat. Jadi, jika suatu saat Anda berkesempatan menatap bumi dari atas sana, jangan mencari tembok yang hilang, tapi carilah kilauan cahaya dari pola-pola peradaban modern seperti lampu kota dan infrastruktur reflektif lainnya.

Andini Putri Lestari

Andini Putri Lestari

Antusias teknologi dan internet. Andini bertugas mengisi kolom Inet dengan ulasan gadget terbaru dan edukasi literasi digital bagi generasi milenial.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *