Dibalik Kontroversi Anggaran EO Rp 113 Miliar, Intip Koleksi Kendaraan Mewah Kepala BGN Dadan Hindayana

Bagus Setiawan | Totonews
12 Apr 2026, 16:12 WIB
Dibalik Kontroversi Anggaran EO Rp 113 Miliar, Intip Koleksi Kendaraan Mewah Kepala BGN Dadan Hindayana

TotoNews — Sosok Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), kini tengah berada di bawah lampu sorot publik. Bukan hanya soal tanggung jawab besarnya mengelola urusan gizi bangsa, namun juga terkait alokasi anggaran fantastis senilai Rp 113 miliar untuk jasa Event Organizer (EO) yang memicu perdebatan hangat. Di tengah hiruk-pikuk tersebut, menarik untuk menilik sisi lain dari sang pejabat, terutama mengenai isi garasi dan aset yang dimilikinya.

Berdasarkan penelusuran tim TotoNews melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan kepada KPK pada 14 Maret 2025, Dadan tercatat memiliki total harta kekayaan yang cukup mapan, yakni mencapai Rp 9.022.400.000 atau sekitar Rp 9 miliar lebih. Sebagian besar kekayaannya terkonsentrasi pada aset properti berupa tanah dan bangunan yang nilainya menembus angka Rp 5,9 miliar. Selain itu, ia juga memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp 322,4 juta serta simpanan kas yang menyentuh angka Rp 1,4 miliar.

Baca Juga

Link Live Streaming MotoGP Spanyol 2026: Dominasi Marc Marquez di Sirkuit Jerez Menanti Pembuktian

Link Live Streaming MotoGP Spanyol 2026: Dominasi Marc Marquez di Sirkuit Jerez Menanti Pembuktian

Koleksi SUV Premium di Garasi Bos BGN

Namun, yang paling mencuri perhatian adalah deretan kendaraan yang terparkir rapi di garasi pribadinya. Total nilai koleksi mobil milik Dadan Hindayana ditaksir mencapai Rp 1,4 miliar. Menariknya, semua unit kendaraan tersebut didominasi oleh merek asal Jepang dengan nuansa yang modern dan sporty. Berikut adalah rinciannya:

  • Mazda CX-5 (Tahun 2023): SUV premium yang dikenal dengan desain KODO ini ditaksir memiliki nilai Rp 675 juta.
  • Mazda CX-3 1.5 (Tahun 2023): Versi yang lebih kompak namun tetap elegan, dihargai sekitar Rp 395 juta.
  • Honda HR-V 1.5L SE CVT (Tahun 2024): Mobil keluaran terbaru yang populer di kalangan urban ini memiliki nilai Rp 330 juta.

Semua kendaraan tersebut tercatat sebagai hasil sendiri, yang mencerminkan profil finansialnya sebelum maupun selama menjabat sebagai pucuk pimpinan di lembaga baru tersebut.

Baca Juga

Revolusi Transportasi Jawa Barat: Dedi Mulyadi Wacanakan Hapus Pajak Kendaraan Demi Sistem Jalan Berbayar yang Lebih Adil

Revolusi Transportasi Jawa Barat: Dedi Mulyadi Wacanakan Hapus Pajak Kendaraan Demi Sistem Jalan Berbayar yang Lebih Adil

Klarifikasi Anggaran EO Rp 113 Miliar: Langkah Strategis atau Pemborosan?

Terkait polemik anggaran negara untuk jasa EO sebesar Rp 113 miliar, Dadan Hindayana memberikan penjelasan mendalam. Menurutnya, penggunaan jasa pihak ketiga bukanlah tanpa alasan. Sebagai lembaga yang baru seumur jagung, BGN masih berada dalam fase transisi pembangunan sistem dan infrastruktur organisasi.

“BGN adalah lembaga baru yang membawa mandat program strategis nasional. Saat ini kami masih dalam tahap awal membangun struktur dan tata kelola. Secara realistis, kami belum memiliki sumber daya internal yang memadai untuk menghandle kegiatan berskala nasional yang kompleks secara mandiri,” ungkap Dadan dalam keterangan resminya yang diterima TotoNews.

Ia menekankan bahwa keterlibatan profesional di bidang manajemen acara sangat krusial untuk memastikan setiap program, mulai dari sosialisasi gizi hingga bimbingan teknis bagi para penjamah makanan, dapat berjalan secara terstandar dan tepat waktu. Dengan melibatkan EO, Dadan mengklaim proses administrasi justru menjadi lebih rapi dan transparan.

Baca Juga

Berapa Biaya Pajak Wuling Darion di Tahun 2026? Ini Estimasi Lengkap untuk Varian EV dan PHEV

Berapa Biaya Pajak Wuling Darion di Tahun 2026? Ini Estimasi Lengkap untuk Varian EV dan PHEV

“Penggunaan pihak ketiga memudahkan kami dalam hal dokumentasi dan sistematisasi laporan. Ini justru mempermudah proses audit dan pengawasan akuntabilitas anggaran, karena semuanya tercatat dengan sangat detail oleh tim profesional,” tambahnya lagi.

Komitmen Transparansi di Tengah Sorotan

Dadan menegaskan bahwa meski menggunakan anggaran yang besar, setiap rupiah yang keluar telah melalui mekanisme yang sesuai dengan koridor hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ia menyatakan bahwa pintu BGN selalu terbuka bagi lembaga pengawas, baik internal maupun eksternal, untuk melakukan audit keuangan.

Bagi Dadan, kualitas penyelenggaraan program gizi nasional tidak boleh dikorbankan. Melalui strategi komunikasi yang dikemas secara profesional oleh para ahli, ia berharap pesan pemerintah mengenai pentingnya ketahanan gizi dapat tersampaikan dengan efektif ke seluruh lapisan masyarakat, guna mencetak generasi masa depan yang lebih sehat dan tangguh.

Baca Juga

Analisis Pakar ITB: Mengapa Taksi Listrik Green SM Bisa Mogok di Perlintasan Rel Bekasi?

Analisis Pakar ITB: Mengapa Taksi Listrik Green SM Bisa Mogok di Perlintasan Rel Bekasi?
Bagus Setiawan

Bagus Setiawan

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Spesialis dalam mengupas isu kebijakan publik dan investigasi peristiwa di kanal Feed News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *