Tensi Geopolitik Memanas: IHSG Terjerembab ke Zona Merah Usai Gagalnya Perundingan AS-Iran
TotoNews — Awan mendung menyelimuti pasar modal Indonesia pada pembukaan perdagangan awal pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau langsung lunglai dan terperosok ke zona merah, mengakhiri euforia penguatan yang sempat dirasakan para investor pada akhir pekan lalu.
Sentimen negatif ini merupakan dampak instan dari kabar mengecewakan di panggung diplomasi internasional. Perundingan damai yang dijembatani di Pakistan untuk mengakhiri ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan berakhir buntu tanpa kesepakatan. Kegagalan ini seketika memicu kekhawatiran global yang berimbas pada aksi jual di pasar investasi berisiko.
Rapor Merah di Lantai Bursa
Berdasarkan data perdagangan RTI pada Senin (13/4/2026), IHSG mengawali hari dengan dibuka pada level 7.410,08. Namun, tekanan jual yang masif membuat indeks tak berdaya. Hingga pukul 09.05 WIB, IHSG tercatat merosot hingga 0,82% atau kehilangan sekitar 61 poin, yang membawanya parkir di level 7.397,47.
Babak Baru Perseteruan Trump vs Powell: Kursi Panas Bos The Fed di Tengah Skandal Renovasi
Pergerakan indeks pagi ini menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi, dengan titik terendah menyentuh level 7.351,36 dan posisi puncak yang hanya mampu mencapai 7.410,37. Kondisi pasar terlihat sangat timpang; sebanyak 385 saham tercatat melemah, sementara hanya 174 saham yang mampu melawan arus di zona hijau, dan 152 saham lainnya cenderung stagnan.
Analisis Performa dan Volume Perdagangan
Meskipun dibayangi sentimen global yang suram, aktivitas di bursa tetap menunjukkan intensitas yang signifikan. Volume perdagangan pada sesi pagi ini telah mencapai 2,85 miliar lembar saham dengan nilai transaksi (turnover) menembus angka Rp 1,34 triliun. Frekuensi perdagangan pun tercatat cukup tinggi, yakni sebanyak 214.173 kali transaksi.
Jika menilik kinerja historisnya, kondisi pasar saham domestik memang masih berada dalam fase pemulihan yang menantang. Secara akumulasi mingguan, IHSG sebenarnya masih menunjukkan tren positif dengan kenaikan 5,77%. Namun, dalam kurun waktu satu bulan terakhir, performa indeks masih terkontraksi 2,55%.
Gibran Bongkar Skandal Manipulasi Harga Ekspor-Impor: 4 Sektor Ini Jadi ‘Ladang’ Kebocoran Devisa
Lebih lanjut, secara year-to-date (YTD) atau sejak awal tahun hingga saat ini, IHSG masih harus berjuang keras keluar dari tekanan dengan total pelemahan mencapai 14,51%. Para pelaku pasar kini bersikap lebih waspada sembari memantau perkembangan lebih lanjut dari konflik Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global dan nasional.