Badai PHK Mengintai Indonesia: Alarm Keras Said Iqbal Terkait Dampak Perang Global dan Kebijakan Impor

Siti Aminah | Totonews
07 Apr 2026, 09:22 WIB
Badai PHK Mengintai Indonesia: Alarm Keras Said Iqbal Terkait Dampak Perang Global dan Kebijakan Impor

TotoNews — Awan mendung tampaknya tengah menggelayuti sektor ketenagakerjaan tanah air. Prediksi suram datang dari Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus pemimpin Partai Buruh, Said Iqbal, yang melayangkan peringatan keras mengenai potensi gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran yang diprediksi akan menghantam dalam kurun waktu tiga bulan ke depan.

Situasi ini bukanlah isapan jempol belaka. Menurut Said Iqbal, fenomena ini dipicu oleh perpaduan antara gejolak geopolitik internasional dan kebijakan domestik yang dinilai kurang berpihak pada industri lokal. Faktor pertama yang menjadi sorotan utama adalah eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian memanas, melibatkan Iran dengan pihak Israel dan Amerika Serikat.

Baca Juga

Transformasi Desa Benteng: Kisah Sukses Agrowisata BRILiaN yang Menggerakkan Ekonomi Akar Rumput

Transformasi Desa Benteng: Kisah Sukses Agrowisata BRILiaN yang Menggerakkan Ekonomi Akar Rumput

Tekanan Biaya Energi Akibat Gejolak Global

Said menjelaskan bahwa ketegangan di Timur Tengah secara otomatis memicu lonjakan harga energi di pasar global. Meski pemerintah berupaya menjaga stabilitas harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, realita di lapangan menunjukkan bahwa harga BBM industri tetap mengikuti mekanisme pasar dunia yang kini meroket.

“Panjangnya durasi perang ini memberikan tekanan hebat pada production cost atau biaya produksi. Pengusaha harus merogoh kocek lebih dalam untuk menggerakkan mesin, turbin, hingga pemenuhan kebutuhan listrik pabrik,” ujar Said dalam konferensi pers daring yang dipantau oleh tim redaksi TotoNews. Beban biaya yang membengkak ini seringkali tidak bisa dibebankan pada harga jual produk, sehingga langkah efisiensi ekstrem seperti pengurangan karyawan menjadi opsi pahit yang mulai disuarakan oleh para pimpinan perusahaan kepada serikat pekerja di tingkat tapak.

Baca Juga

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Setara BUMN? Simak Skema Karier dan Tahapan Seleksi Ketatnya

Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Setara BUMN? Simak Skema Karier dan Tahapan Seleksi Ketatnya

Kontroversi Impor Mobil Pickup dan Nasib Tenaga Kerja Lokal

Selain faktor eksternal, TotoNews mencatat kekecewaan Said Iqbal terhadap kebijakan internal pemerintah terkait program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih. Said menyoroti langkah pengadaan impor 160.000 unit mobil pickup dari India yang dianggap sebagai langkah mundur bagi penguatan industri lokal.

Said berargumen bahwa jika pengadaan ratusan ribu unit kendaraan tersebut dimaksimalkan melalui produksi dalam negeri, Indonesia berpotensi menyerap sekitar 20.000 hingga 50.000 tenaga kerja baru. Namun, dengan memilih jalur impor, peluang emas untuk menggerakkan roda ekonomi nasional tersebut justru terbang ke luar negeri.

“Harusnya pesanan itu bisa memperpanjang masa kontrak pekerja atau bahkan menambah rekrutmen baru. Namun kenyataannya, kebijakan ini justru lebih menguntungkan tenaga kerja di India, meskipun alasan utamanya mungkin karena harga yang lebih kompetitif,” tambahnya dengan nada prihatin.

Baca Juga

Perluas Jaring Pengaman, BPJS Ketenagakerjaan Fokus Bidik Jutaan Pekerja Informal dan Pelaku UMKM

Perluas Jaring Pengaman, BPJS Ketenagakerjaan Fokus Bidik Jutaan Pekerja Informal dan Pelaku UMKM

Nasib Pekerja Kontrak di Ujung Tanduk

Dampak nyata dari berkurangnya pesanan di pabrik-pabrik lokal ini akan dirasakan pertama kali oleh para pekerja kontrak. Dalam ekosistem industri, pekerja dengan status kontrak merupakan kelompok yang paling rentan terkena dampak saat terjadi penurunan produksi. Jika pesanan tidak kunjung datang atau dialihkan ke produk impor, perusahaan dipastikan tidak akan memperpanjang masa kontrak mereka.

Fenomena ini menciptakan efek domino yang mengkhawatirkan bagi stabilitas ekonomi nasional. Tanpa adanya intervensi kebijakan yang tepat untuk melindungi manufaktur dalam negeri dan meredam dampak kenaikan biaya energi, prediksi Said Iqbal mengenai badai PHK dalam tiga bulan ke depan bisa menjadi kenyataan pahit bagi ribuan buruh di Indonesia.

Baca Juga

Menembus Batas Psikologis: Utang Pemerintah Indonesia Mendekati Rp 10.000 Triliun, Amankah Fiskal Kita?

Menembus Batas Psikologis: Utang Pemerintah Indonesia Mendekati Rp 10.000 Triliun, Amankah Fiskal Kita?
Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *