Prabowo Subianto Waspadai Ancaman Hoaks AI: Kisah di Balik Pidato Mandarin dan Suara Nyanyian Palsu

Rizky Ramadhan | Totonews
08 Apr 2026, 17:22 WIB
Prabowo Subianto Waspadai Ancaman Hoaks AI: Kisah di Balik Pidato Mandarin dan Suara Nyanyian Palsu

TotoNews — Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras mengenai pesatnya penyebaran informasi palsu atau hoaks yang memanfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) di jagat maya. Dalam sebuah momen yang mencampurkan rasa heran dan kewaspadaan, sang Presiden menceritakan pengalamannya melihat versi digital dirinya melakukan hal-hal yang tidak pernah ia lakukan di dunia nyata.

Berbicara di hadapan jajaran pemerintah dalam rapat kerja di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (8/4/2026), Presiden Prabowo Subianto mengaku sempat terkejut saat menemukan video dirinya di platform digital. Dalam video tersebut, ia tampak fasih berpidato dalam bahasa Mandarin hingga bernyanyi dengan suara yang sangat merdu—sebuah kontras yang mengundang tawa sekaligus kekhawatiran.

Baca Juga

Dedikasi Hingga Akhir Hayat: Kisah Pilu Nurlaela, Guru yang Berpulang dalam Tragedi KRL Bekasi

Dedikasi Hingga Akhir Hayat: Kisah Pilu Nurlaela, Guru yang Berpulang dalam Tragedi KRL Bekasi

Manipulasi Digital dan Realitas yang Terdistorsi

Presiden menekankan bahwa masyarakat tidak boleh lengah terhadap perkembangan teknologi AI yang kini mampu memanipulasi identitas seseorang dengan sangat halus. Menurutnya, kemajuan informatika digital memungkinkan satu individu mengelola ribuan akun palsu untuk menciptakan narasi tertentu.

“Masalah kita sekarang adalah teknologi. Dengan AI dan sistem digital, seseorang bisa memiliki seribu akun dengan peralatan yang relatif murah. Dari seribu akun itu, pengaruhnya bisa digandakan berkali-kali lipat seolah-olah itu adalah opini massa yang nyata,” ujar Prabowo secara naratif menggambarkan ancaman tersebut.

Fenomena ini, lanjutnya, sering disebut sebagai ‘ternak akun’ di media sosial. Tujuannya jelas: menggiring opini publik melalui penyebaran fitnah dan hoaks yang terstruktur.

Baca Juga

Tensi Memanas, China Bantah Keras Tudingan Pasok Senjata ke Iran di Tengah Ancaman Tarif Trump

Tensi Memanas, China Bantah Keras Tudingan Pasok Senjata ke Iran di Tengah Ancaman Tarif Trump

Bahaya ‘Echo Chamber’ dan Strategi Intelijen

Prabowo yang memiliki latar belakang militer kuat, mengaitkan fenomena ini dengan pelajaran intelijen. Ia menjelaskan konsep the echo chamber atau ruang gema, di mana informasi palsu terus diputarbalikkan hingga dianggap sebagai kebenaran oleh publik.

“Dahulu, jika ingin merusak sebuah negara, diperlukan pengiriman pasukan atau bom. Namun sekarang, cara itu tidak lagi mutlak diperlukan. Cukup dengan permainan di media sosial, melalui fitnah dan hoaks, sebuah negara bisa dibuat kacau,” tegasnya.

Ia menceritakan secara spesifik bagaimana teknologi kecerdasan buatan bisa membuat seseorang seolah-olah mengatakan sesuatu yang tidak pernah diucapkan. “Saya sering melihat itu. Suara saya sebenarnya tidak bagus dan saya tidak bisa menyanyi. Tapi di YouTube, ada Prabowo yang suaranya sangat bagus. Saya sampai berpikir, kalau menguntungkan sih boleh saja, tapi bagaimana kalau itu digunakan untuk hal yang merugikan?” ungkapnya sembari berseloroh namun tetap serius.

Baca Juga

Skandal Petral Terbongkar: Bagaimana Korupsi Sistematis Mengerek Harga BBM dan Merugikan Negara

Skandal Petral Terbongkar: Bagaimana Korupsi Sistematis Mengerek Harga BBM dan Merugikan Negara

Ajakan untuk Tetap Waspada

Menutup pernyataannya, Presiden mengimbau seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat luas untuk senantiasa melakukan verifikasi terhadap setiap informasi. Ia memandang bahwa serangan digital berupa fitnah maupun hujatan harus dijadikan alarm pengingat agar pemerintah tetap bekerja secara transparan dan waspada.

“Ini adalah tantangan nyata bagi kita semua. Jika kita difitnah atau dihujat, anggaplah itu sebagai pengingat untuk selalu mawas diri dan meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga kedaulatan informasi nasional,” pungkasnya dalam arahan yang menekankan pentingnya literasi keamanan digital bagi seluruh lapisan bangsa.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *