Seruan Lantang Paus Leo XIV dari Basilika Santo Petrus: Hentikan Pamer Kekuasaan dan Mesin Perang!

Rizky Ramadhan | Totonews
12 Apr 2026, 04:44 WIB
Seruan Lantang Paus Leo XIV dari Basilika Santo Petrus: Hentikan Pamer Kekuasaan dan Mesin Perang!

TotoNews — Suasana khidmat di Basilika Santo Petrus berubah menjadi panggung diplomasi moral yang menggetarkan saat Paus Leo XIV melontarkan kritik tajam terhadap eskalasi konflik Timur Tengah yang kian memanas. Dalam pesan yang sarat akan nilai kemanusiaan, pemimpin tertinggi umat Katolik dunia ini mendesak para aktor di balik peperangan untuk segera menghentikan ambisi destruktif dan berhenti menjadikan nyawa manusia sebagai ajang pamer kekuatan.

Melalui pantauan langsung TotoNews pada Minggu (12/4/2026), Paus Leo XIV menyampaikan kegelisahannya atas kondisi geopolitik saat ini. Ia mengajak miliaran penduduk bumi untuk kembali menaruh kepercayaan pada kekuatan cinta, moderasi, dan praktik politik yang bermartabat. Baginya, dunia saat ini sedang berada di titik nadir yang membutuhkan keberanian kolektif untuk memilih jalan perdamaian di atas segalanya.

Baca Juga

Langkah Diplomasi Myanmar: Aung San Suu Kyi Resmi Dipindahkan ke Tahanan Rumah

Langkah Diplomasi Myanmar: Aung San Suu Kyi Resmi Dipindahkan ke Tahanan Rumah

Menentang ‘Penyembahan’ Terhadap Uang dan Senjata

Dalam salah satu momen paling emosional dalam pidatonya, Paus asal Chicago, Amerika Serikat, ini menekankan bahwa iman sejati seharusnya menjadi fondasi untuk menghadapi masa-masa kelam dalam sejarah manusia. Ia tidak ragu untuk mengkritik keras gaya kepemimpinan yang lebih mementingkan materialisme dan dominasi militer.

“Cukup sudah penyembahan terhadap diri sendiri dan uang! Cukup sudah pameran kekuatan yang mematikan! Hentikan perang sekarang juga!” tegas Paus Leo XIV dengan nada suara yang bergetar namun tegas. Menurutnya, esensi dari kekuatan yang sebenarnya bukanlah terletak pada kecanggihan alutsista, melainkan pada komitmen untuk melayani kehidupan dan martabat manusia.

Ajakan Menuju Meja Mediasi

Meskipun dikenal sebagai sosok yang lembut, pria berusia 70 tahun ini menunjukkan taringnya sebagai pemimpin negara berdaulat saat mengingatkan tanggung jawab moral para pemimpin dunia. Ia menuntut adanya pergeseran paradigma dari konfrontasi fisik menuju dialog diplomasi yang konstruktif.

Baca Juga

Mempererat Poros Jakarta-Moskow: Putin Undang Prabowo Hadiri Pameran Industri Besar di Rusia

Mempererat Poros Jakarta-Moskow: Putin Undang Prabowo Hadiri Pameran Industri Besar di Rusia

“Kepada para pemimpin negara, kami berseru dengan sangat: Hentikan! Ini adalah waktu bagi perdamaian, bukan lagi waktu untuk merencanakan tindakan mematikan. Duduklah di meja mediasi, bukan di meja tempat strategi persenjataan disusun!” lanjutnya di hadapan para diplomat dan jemaah.

Meskipun Paus Leo XIV secara diplomatis tidak menyebutkan nama politisi atau negara tertentu secara spesifik, pesannya dirasakan sangat relevan dengan situasi ketegangan global yang melibatkan kekuatan besar belakangan ini. Seruan ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi gerakan perdamaian yang lebih masif di seluruh penjuru dunia.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *