Bongkar Sindikat Gas N2O Ilegal Beromzet Miliaran, TotoNews Ungkap Gurita Distribusi Whip-Pink Tanpa Izin BPOM
TotoNews — Sebuah skandal besar di balik industri distribusi gas N2O (Nitrous Oxide) atau yang populer dikenal sebagai ‘gas tawa’ akhirnya terkuak ke permukaan. Bareskrim Polri berhasil membongkar praktik produksi dan peredaran gas merk ‘Whip-pink’ yang dikelola oleh PT SSS di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Investigasi mendalam mengungkap bahwa bisnis ini tidak memiliki legalitas resmi, terutama izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menegaskan bahwa operasional perusahaan ini sepenuhnya ilegal. Berdasarkan pengakuan dari salah satu admin berinisial E, PT SSS dengan sengaja mendistribusikan produk mereka tanpa mengantongi sertifikasi keamanan yang dipersyaratkan oleh pemerintah. Padahal, jaringan distribusi mereka telah menggurita hingga ke pelosok nusantara untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Sorotan Tajam TAUD: Sebut Sidang Militer Kasus Air Keras Andrie Yunus Sebagai Peradilan ‘Sesat’
Jejaring Gudang di Seluruh Indonesia
Kekuatan logistik sindikat ini terbilang sangat masif. Polisi mencatat terdapat sedikitnya 16 lokasi pergudangan (warehouse) yang tersebar dari wilayah Sumatera hingga Sulawesi. “Gudang-gudang ini berfungsi sebagai titik transit sekaligus distribusi agar produk dapat menjangkau pasar lebih cepat,” ujar Brigjen Eko dalam pernyataan resminya pada Rabu (15/4/2026).
Adapun rincian gudang yang dikuasai oleh PT SSS meliputi 5 titik di Jakarta, 2 di Bandung, 2 di Bali, serta masing-masing satu gudang di Makassar, Semarang, Yogyakarta, Balikpapan, Surabaya, Medan, dan Lombok. Dengan infrastruktur sebanyak itu, tidak heran jika peredaran Whip-pink sempat sulit terendus oleh pihak berwenang.
Kronologi Penggerebekan: Dari Penyamaran hingga Operasi Ruko
Keberhasilan pengungkapan ini bermula dari taktik cerdik tim Subdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri yang melakukan aksi penyamaran atau undercover buy. Pada Senin malam, 13 April 2026, tim bergerak cepat setelah mendapatkan informasi akurat mengenai pergerakan stok barang di sebuah ruko di Kemayoran yang dikirim melalui jasa ojek online.
Dorong Kinerja Daerah, Mendagri Gelontorkan Insentif Rp 1 Triliun Melalui Kompetisi 6 Region
Petugas pertama kali mengamankan seorang pria bernama Sugiyo (56) yang bertugas sebagai penjaga stok. Dari keterangan Sugiyo, polisi melakukan pengembangan ke Jalan Rajawali Selatan Raya, Pademangan, Jakarta Utara. Di sana, tim menggerebek ruko produksi dan mengamankan empat karyawan lainnya yakni Slamet Triyono, Sultoni, Suprastyo, dan Asep Saprijal yang tengah sibuk memproses pengemasan gas.
Proses Produksi dan Omzet Fantastis
Dalam penggeledahan tersebut, ditemukan mesin pengisian yang digunakan untuk memindahkan gas N2O dari tabung industri raksasa (ukuran 27 kg hingga 32 kg) ke dalam tabung kecil merk Whip-pink dengan berbagai ukuran, mulai dari 580 gram hingga yang terbesar 2.050 gram. Praktik ilegal ini dilakukan secara masif tanpa standar keamanan yang jelas.
Ammar Zoni dan Jeruji Besi Nusakambangan: Menguak Alasan Pemindahan Sang Aktor ke Lapas Super Maximum Security
Nilai ekonomi dari bisnis gelap ini sangat mengejutkan. TotoNews mencatat bahwa dalam kurun waktu satu bulan, rata-rata omzet yang diraup berkisar antara Rp 2 hingga Rp 5 miliar. Bahkan, pada puncak permintaan di bulan Desember, pendapatan mereka meroket hingga menembus angka Rp 7,1 miliar. Di sisi lain, admin penjualan yang ditangkap di Pulogadung mengaku hanya menerima gaji sekitar Rp 4 juta untuk mengelola data pesanan yang begitu besar tersebut.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan bahaya penyalahgunaan gas N2O, terutama produk-produk yang tidak memiliki legalitas resmi dari BPOM. Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus memburu pelaku utama di balik PT SSS guna memutus mata rantai peredaran gas berbahaya ini di pasar bebas.
Dampak KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, 8 Perjalanan Kereta Api Terpaksa Dibatalkan