Kilau Emas Kolokoa: Merdeka Gold Resources Incar Cadangan Baru Hingga 40 Juta Ton di Gorontalo

Siti Aminah | Totonews
18 Apr 2026, 16:42 WIB
Kilau Emas Kolokoa: Merdeka Gold Resources Incar Cadangan Baru Hingga 40 Juta Ton di Gorontalo

TotoNews — Kabar gembira datang dari industri hulu pertambangan tanah air. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) secara resmi mengumumkan penemuan potensi mineralisasi emas baru yang signifikan di prospek Kolokoa. Lokasi ini berada tepat di jantung Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, yang letaknya sangat berdekatan dengan konsesi utama Tambang Emas Pani.

Direktur Utama PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Poerbaya Abidin, mengungkapkan bahwa prospek Kolokoa bukan sekadar temuan biasa, melainkan aset strategis yang akan memperkuat fondasi jangka panjang Tambang Emas Pani. Menurutnya, kedekatan geografis dan potensi skala awal yang impresif menjadikan Kolokoa sebagai mesin pertumbuhan baru bagi perusahaan dalam mendongkrak sumber daya dan volume produksi emas di masa depan.

Baca Juga

Menperin Pasang Badan, Amankan Pasokan Plastik Nasional dari Dampak Krisis Selat Hormuz

Menperin Pasang Badan, Amankan Pasokan Plastik Nasional dari Dampak Krisis Selat Hormuz

“Kami berkomitmen penuh untuk menjalankan program eksplorasi yang disiplin, transparan, dan terukur. Fokus utama kami adalah meningkatkan derajat kepercayaan terhadap potensi sumber daya yang tersimpan di proyek ini,” ujar Boyke dalam pernyataan resminya yang diterima redaksi TotoNews.

Potensi Besar di Balik Pengeboran Kolokoa

Langkah progresif ini semakin memperkokoh basis cadangan yang dimiliki perseroan. Sebelumnya, Merdeka Gold telah mencatatkan Cadangan Bijih sebesar 5,2 juta ounces emas dari total Sumber Daya Mineral mencapai 7,0 juta ounces emas. Kehadiran Kolokoa diharapkan mampu menambah angka-angka fantastis tersebut secara berkelanjutan.

Secara teknis, Kolokoa berada dalam satu distrik mineral yang sama dengan Tambang Emas Pani, hanya berjarak sekitar 500 meter dari deposit utama. Posisi ini memberikan keuntungan logistik yang luar biasa, di mana Kolokoa diproyeksikan menjadi ‘sumber daya satelit’ yang dapat memanfaatkan infrastruktur yang sudah terbangun. Efisiensi pengangkutan material (haulage) dan pengoptimalan kendali kadar bijih (grade control) pun menjadi lebih terjamin.

Baca Juga

Kontribusi Masif PT Freeport Indonesia: Targetkan Setoran Rp 54 Triliun ke Kas Negara Tahun Ini

Kontribusi Masif PT Freeport Indonesia: Targetkan Setoran Rp 54 Triliun ke Kas Negara Tahun Ini

Target Eksplorasi dan Hasil Uji Metalurgi

Hanya dalam kurun waktu empat bulan, proses pengeboran awal telah mengonfirmasi adanya zona mineralisasi emas yang cukup luas. Data dari 30 lubang bor yang telah diselesaikan menunjukkan adanya sebaran emas dekat permukaan dengan kadar mencapai 1,57 g/t. Berdasarkan evaluasi tersebut, Kolokoa memiliki Target Eksplorasi berkisar antara 20 hingga 40 juta ton bijih dengan kadar emas rata-rata 0,3 hingga 0,5 g/t.

Tak hanya soal kuantitas, kualitas material di Kolokoa juga sangat menjanjikan. Hasil pengujian metalurgi awal menggunakan metode bottle-roll menunjukkan tingkat pemulihan (recovery) yang sangat tinggi, yakni 87-94% untuk material oksida dan 81-92% untuk material transisi. Hal ini mengindikasikan bahwa bijih dari Kolokoa sangat cocok untuk diolah menggunakan fasilitas heap leach dan Carbon-in-Leach yang ada di Pani saat ini.

Baca Juga

APINDO Angkat Bicara: Program Magang Bukan Kedok Upah Murah, Melainkan Solusi Kesenjangan Skill

APINDO Angkat Bicara: Program Magang Bukan Kedok Upah Murah, Melainkan Solusi Kesenjangan Skill

Proyeksi Masa Depan dan Target Produksi

Meski data saat ini masih bersifat konseptual dan terus dipertajam melalui eksplorasi lanjutan, optimisme perusahaan tetap tinggi. Hingga saat ini, perseroan telah merampungkan 30 dari total target 82 lubang bor yang direncanakan sepanjang tahun 2026.

Sebagai catatan bagi para pelaku pasar dan investor, Tambang Emas Pani sendiri telah memulai fase produksinya pada Februari tahun ini. Perseroan menargetkan angka produksi di kisaran 100.000 hingga 115.000 ounces emas untuk tahun 2026. Dengan pengembangan penuh di masa depan, Pani diprediksi akan menjadi salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia dengan kapasitas produksi puncak melampaui 500.000 ounces per tahun.

Langkah berani PT Merdeka Gold Resources Tbk ini tentu menjadi angin segar bagi investasi pertambangan di Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa potensi kekayaan alam di bumi Celebes masih menyimpan banyak misteri yang siap digali untuk kemajuan ekonomi nasional.

Baca Juga

Misi Diplomasi Ekonomi Purbaya di China: Borong Komitmen Rp 303 Triliun dan Lampu Hijau Panda Bond

Misi Diplomasi Ekonomi Purbaya di China: Borong Komitmen Rp 303 Triliun dan Lampu Hijau Panda Bond
Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *