Atasi Kepadatan Green Line, KCI Matangkan Rencana Penambahan Gerbong KRL Rute Tanah Abang-Rangkasbitung
TotoNews — Kabar gembira bagi para pengguna setia KRL Commuter Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) kini tengah menseriusi langkah untuk menambah kapasitas angkut dengan menambah jumlah gerbong pada rangkaian kereta yang beroperasi di rute tersebut mulai tahun depan.
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas tingginya animo masyarakat yang menggunakan layanan di rute yang populer dengan sebutan Green Line ini. Namun, ambisi untuk menghadirkan rangkaian yang lebih panjang bukan tanpa tantangan teknis. Kendala utamanya terletak pada keterbatasan daya Listrik Aliran Atas (LAA) yang saat ini belum memadai untuk menyokong operasional kereta dengan 12 stamformasi (gerbong).
Tantangan Infrastruktur dan Elektrifikasi
Saat ini, rute Tanah Abang-Rangkasbitung hanya mampu melayani rangkaian kereta dengan kapasitas 8 hingga 10 gerbong saja. Kondisi ini berbeda jauh dengan rute Bekasi Line atau Bogor Line yang sudah mampu mengoperasikan 12 rangkaian kereta berkat sokongan daya listrik yang lebih kuat. Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, peningkatan infrastruktur kereta menjadi harga mati.
Peta Persaingan Kursi Panas BEI: OJK Mulai Godok Dua Paket Calon Direksi Bursa
Vice President Corporate Secretary KCI, Karina Amanda, mengungkapkan bahwa proses pengkajian untuk pengembangan jalur Green Line sedang berjalan intensif. Menurutnya, progres kajian tersebut saat ini sudah hampir mencapai tahap finalisasi.
“Pemerintah bersama KAI dan KAI Commuter terus berupaya maksimal untuk merealisasikan program peningkatan infrastruktur di wilayah Jabodetabek. Untuk lintas Green Line, kami sudah melakukan identifikasi kebutuhan sarana dan prasarana yang diperlukan,” ujar Karina dalam keterangannya di Jakarta.
Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kapasitas Angkut
Peningkatan kualitas layanan transportasi publik ini juga mendapat perhatian khusus dari Kementerian Perhubungan. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan bahwa elektrifikasi jalur menjadi kunci utama untuk memperluas jangkauan dan kapasitas KRL.
18 Emiten Terancam Didepak dari Lantai Bursa, BEI Tegaskan Kewajiban Buyback Demi Lindungi Investor
Dudy menjelaskan bahwa dirinya telah menginstruksikan jajaran terkait untuk mengkaji penggantian armada dengan kapasitas yang lebih besar di lintas Rangkasbitung. Hal ini dianggap mendesak mengingat kepadatan penumpang yang terus melonjak setiap harinya.
“Syarat mutlak untuk menambah gerbong adalah dengan memperbaiki jaringan elektrifikasinya terlebih dahulu. Kami ingin masyarakat bisa menikmati perjalanan yang lebih nyaman dengan daya tampung yang lebih luas,” kata Dudy dalam konferensi pers baru-baru ini.
Selain fokus pada rute Tanah Abang-Rangkasbitung, pemerintah juga tengah membidik proyek elektrifikasi di jalur lain, seperti rute Cikarang-Cikampek dan Bogor-Sukabumi. Upaya ini merupakan bagian dari visi besar untuk menciptakan ekosistem transportasi berbasis rel yang terintegrasi dan andal di masa depan.
Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi: BPKN Desak KAI Lakukan Evaluasi Total dan Modernisasi Berbasis AI
Dengan tuntasnya kajian infrastruktur ini, diharapkan pada tahun 2027 mendatang, pemandangan kereta dengan 12 gerbong di lintas Rangkasbitung bukan lagi sekadar rencana, melainkan kenyataan yang dapat dinikmati oleh para kaum penglaju (commuter).