Jusuf Kalla Ungkit Jasa Politik: ‘Jokowi Jadi Presiden Karena Saya’, Begini Jawaban Menohok Sang Kepala Negara

Rizky Ramadhan | Totonews
21 Apr 2026, 06:51 WIB
Jusuf Kalla Ungkit Jasa Politik: 'Jokowi Jadi Presiden Karena Saya', Begini Jawaban Menohok Sang Kepala Negara

TotoNews — Atmosfer politik nasional mendadak riuh setelah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), melontarkan pernyataan mengejutkan terkait sejarah perjalanan karier politik Presiden Joko Widodo. Tokoh senior yang akrab disapa JK ini secara gamblang mengklaim bahwa dirinya merupakan sosok kunci yang membukakan jalan bagi Jokowi, mulai dari panggung Solo hingga menduduki kursi orang nomor satu di Indonesia.

Pernyataan emosional ini mencuat di tengah kekesalan JK atas tuduhan tak berdasar dari Rismon Sianipar yang menyeret namanya dalam isu pendanaan kasus ijazah Jokowi. Dalam sebuah konferensi pers di kediamannya di Jakarta Selatan, JK menepis keras tudingan tersebut dan justru mengingatkan publik tentang sejarah politik Indonesia yang menurutnya melibatkan peran besar dirinya.

Baca Juga

Tragedi Banjir Bandang Angola: 15 Warga Tewas dan Ribuan Rumah Terendam Air

Tragedi Banjir Bandang Angola: 15 Warga Tewas dan Ribuan Rumah Terendam Air

Awal Mula ‘Bidikan’ JK: Dari Solo Menuju Ibu Kota

JK mengisahkan kembali momen krusial saat ia memutuskan untuk membawa Jokowi keluar dari zona nyamannya di Solo. Menurut JK, dialah sosok yang menyodorkan nama Jokowi kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, untuk bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta kala itu.

“Katakan kepada semua pihak, termasuk para pendengung (buzzer), bahwa Jokowi bisa menjadi Presiden itu karena peran saya,” tegas JK dengan nada bicara yang lugas. Ia juga menambahkan bahwa posisinya sebagai Calon Wakil Presiden saat itu menjadi syarat mutlak bagi Megawati untuk memberikan restu kepada Jokowi.

JK membeberkan narasi di balik layar, mengklaim bahwa Megawati pada awalnya sempat ragu karena faktor pengalaman. “Ibu Mega saat itu meminta saya mendampingi karena beliau menganggap Pak Jokowi belum cukup berpengalaman. Saya sebenarnya sudah ingin pulang kampung ke Makassar, tapi demi membimbing beliau, saya akhirnya bersedia,” ungkapnya.

Baca Juga

Tragedi Tombol Merah: Saat Diplomasi AS dan Rusia Tersandung Salah Terjemah yang Menggelikan

Tragedi Tombol Merah: Saat Diplomasi AS dan Rusia Tersandung Salah Terjemah yang Menggelikan

Respon Santai Jokowi: ‘Saya Hanya Orang Kampung’

Menanggapi klaim besar dari mantan pendampingnya di periode pertama pemerintahan tersebut, Presiden Joko Widodo memilih untuk memberikan respon yang rendah hati namun sarat makna. Saat ditemui di kediamannya di Solo, Jokowi tidak membantah secara agresif, melainkan justru memposisikan dirinya sebagai sosok yang sederhana.

“Ya, saya ini bukan siapa-siapa. Saya hanya orang kampung,” tutur Jokowi singkat. Terkait pernyataan JK yang menyebut dirinya sempat khawatir negara akan rusak jika dipimpin oleh sosok yang kurang pengalaman, Jokowi enggan memberikan penilaian pribadi. Menurutnya, biarlah masyarakat yang memberikan rapor atas kinerjanya selama ini.

PDIP dan Projo Pasang Badan

Ketegangan narasi ini juga memicu reaksi dari internal PDI Perjuangan. Ketua DPP PDIP, Andreas Hugo Pareira, menyatakan bahwa partainya sama sekali tidak merasa terusik dengan klaim JK. Ia menilai bahwa kekesalan JK lebih ditujukan kepada oknum-oknum tertentu yang terus menyudutkannya, bukan kepada institusi partai.

Baca Juga

Diplomasi di Ujung Tanduk: Mengurai Benang Kusut Gencatan Senjata Rusia-Ukraina yang Diwarnai Saling Tuding

Diplomasi di Ujung Tanduk: Mengurai Benang Kusut Gencatan Senjata Rusia-Ukraina yang Diwarnai Saling Tuding

Di sisi lain, relawan Pro Jokowi (Projo) memberikan pembelaan yang lebih tegas. Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, menekankan bahwa kemenangan dalam sebuah demokrasi adalah hasil kerja kolektif rakyat, bukan jasa individu semata.

“Kami sangat menghormati peran Pak Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa. Namun, perlu ditegaskan bahwa kemenangan Joko Widodo adalah murni kehendak rakyat Indonesia yang percaya pada kepemimpinan yang lahir dari bawah dan kerja nyata,” pungkas Freddy. Ia mengajak semua pihak untuk menjaga narasi kebangsaan agar tetap sehat dan tidak terjebak dalam klaim personal yang berlebihan.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *