Tegur Ibu yang Kasar pada Anak, Anggota TNI AD Justru Dikeroyok di Stasiun Depok Baru
TotoNews — Ketegasan seorang prajurit TNI AD berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu) dalam membela hak anak justru berujung pada aksi kekerasan yang menimpanya. Insiden memprihatinkan ini terjadi di kawasan Stasiun Depok Baru, Jawa Barat, di mana sang prajurit menjadi korban pengeroyokan setelah mencoba memberikan teguran edukatif kepada seorang ibu.
Dua Pelaku Berhasil Diringkus Polisi
Pihak kepolisian bergerak cepat merespons laporan penganiayaan anggota TNI tersebut. Hingga saat ini, Polres Metro Depok telah berhasil mengamankan dua dari tiga terduga pelaku yang terlibat aktif dalam aksi pemukulan di area publik tersebut.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, mengonfirmasi bahwa salah satu pelaku yang ditangkap merupakan suami dari ibu yang sebelumnya ditegur oleh korban. Berdasarkan bukti rekaman CCTV dan hasil penyelidikan di lapangan, sang suami diduga kuat menjadi provokator sekaligus pelaku utama dalam kekerasan ini.
Guncangan Hebat M 5,9 Melanda Nias Utara, Warga Terjaga di Tengah Malam
“Sampai dengan saat ini, berdasarkan hasil lidik dan pantauan CCTV, diduga pelaku yang aktif melakukan pemukulan itu ada tiga orang. Namun, yang sudah berhasil kami amankan saat ini baru dua orang,” ujar AKP Made Budi saat memberikan keterangan resmi kepada tim redaksi TotoNews.
Kronologi Kejadian: Niat Baik yang Berbalas Kekerasan
Peristiwa ini bermula pada Jumat malam (24/4), sekitar pukul 19.00 WIB. Suasana stasiun yang biasanya tertib mendadak tegang ketika korban melihat seorang ibu bersikap sangat kasar terhadap anaknya sendiri. Tergerak oleh naluri kemanusiaan untuk melindungi anak kecil, sang Peltu TNI AD menghampiri dan menegur sang ibu agar tidak berbuat kasar.
Namun, teguran tersebut justru menyulut emosi pihak keluarga. Suami dari ibu tersebut merasa tidak terima dengan campur tangan korban. Bukannya melakukan introspeksi atas perlakuannya terhadap anak, ia justru memanggil rekan-rekannya dan secara membabi buta mengeroyok korban di tengah keramaian stasiun.
Wajah Baru Polsek Panipahan: Transformasi Pelayanan Humanis dan Komitmen Total Bebas Narkoba
“Intinya korban menegur ibu tersebut karena kasar ke anaknya. Tapi suaminya tidak terima dan mengajak teman-temannya untuk mengeroyok korban,” tambah AKP Made Budi menjelaskan duduk perkara insiden tersebut.
Kondisi Korban dan Langkah Hukum Selanjutnya
Akibat serangan pengeroyokan tersebut, prajurit TNI AD ini dilaporkan mengalami sejumlah luka memar di bagian tubuhnya. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya yang identitasnya sudah dikantongi.
Kasus ini menjadi sorotan tajam karena memperlihatkan bagaimana aksi premanisme masih menghantui ruang publik. Pihak Polres Metro Depok menegaskan akan menindak tegas para pelaku sesuai hukum yang berlaku untuk memberikan efek jera dan menjamin keamanan warga di fasilitas umum.
Tensi Memuncak: Israel Gempur Jantung Petrokimia Iran Usai Ultimatum Keras Donald Trump