Misi Ekstrem S-Class Tempuh 50.000 KM: Tetangga Disambangi, Mengapa Indonesia Terlewat?

Bagus Setiawan | Totonews
03 Mei 2026, 16:41 WIB
Misi Ekstrem S-Class Tempuh 50.000 KM: Tetangga Disambangi, Mengapa Indonesia Terlewat?

TotoNews — Merayakan hari jadi ke-140 biasanya identik dengan seremoni mewah di dalam gedung megah, namun Mercedes-Benz memilih jalan yang jauh lebih menantang. Pabrikan raksasa asal Stuttgart, Jerman, ini memutuskan untuk menguji batas ketahanan lini flagship mereka, New S-Class, dalam sebuah perjalanan epik melintasi enam benua sejauh 50.000 kilometer.

Proyek ambisius bertajuk ‘140 Years. 140 Places’ ini bukanlah sekadar ajang pamer kemewahan. Mercedes-Benz sengaja ‘menyiksa’ tiga unit S-Class terbaru untuk membuktikan bahwa sedan kasta tertinggi mereka tidak hanya piawai bersolek di jalanan mulus perkotaan, tetapi juga memiliki reliabilitas luar biasa saat dihantam berbagai medan ekstrem di seluruh dunia.

Ambisi Global dan Kekecewaan Penggemar Tanah Air

Meski mengusung misi global, ada awan mendung bagi para loyalis Mercedes-Benz di Indonesia. Berdasarkan jadwal resmi yang dirilis, iring-iringan ‘Sultan’ ini memang akan menyisir kawasan Asia Tenggara. Sayangnya, daftar negara yang dikunjungi hanya mencakup Vietnam, Thailand, Singapura, hingga Malaysia. Indonesia, yang dikenal memiliki basis penggemar fanatik bintang sudut tiga, secara mengejutkan tidak masuk dalam daftar 140 lokasi simbolis tersebut.

Baca Juga

Misteri Baut Bergeser di Bahu Marc Marquez: Benarkah Menjadi Biang Keladi Kecelakaan Tragis di Le Mans?

Misteri Baut Bergeser di Bahu Marc Marquez: Benarkah Menjadi Biang Keladi Kecelakaan Tragis di Le Mans?

Absennya Indonesia dalam tur ini tentu memicu tanda tanya besar di kalangan kolektor dan mobil mewah tanah air. Padahal, tur yang telah dimulai sejak Januari 2026 ini merupakan momen langka untuk melihat secara langsung ketangguhan teknologi terbaru Mercedes-Benz yang dipaksa bekerja di bawah tekanan perjalanan antarbenua.

Menjelajahi 140 Titik Sejarah dan Masa Depan

Perjalanan luar biasa ini dimulai dari ‘rahim’ Mercedes-Benz di Stuttgart, menyisir keindahan pegunungan Swiss, hingga membelah daratan Prancis dan Spanyol. Tak berhenti di situ, rombongan ini juga telah menaklukkan kerasnya jalur di benua Amerika, mulai dari Brasil hingga Chile. Saat ini, fokus rombongan telah beralih ke Asia, termasuk singgah di Seoul untuk peluncuran C-Class elektrik serta unjuk gigi di ajang Auto China 2026 di Beijing.

Baca Juga

Pasar Mobil PHEV Maret 2026 Terkoreksi Tajam, Brand China Tetap Kokoh di Puncak

Pasar Mobil PHEV Maret 2026 Terkoreksi Tajam, Brand China Tetap Kokoh di Puncak

Di setiap perhentian, Mercedes-Benz mengemas acara dengan sangat apik. Unit S-Class yang penuh debu perjalanan tersebut disambut oleh iring-iringan mobil klasik dari komunitas lokal. Ini adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah panjang perusahaan sekaligus pembuktian visi masa depan mereka. Para sultan di negara tetangga mendapatkan kesempatan eksklusif untuk melihat langsung bagaimana kondisi fisik mobil setelah menempuh jarak puluhan ribu kilometer melalui berbagai pertemuan eksklusif.

Akhir Perjalanan di Stuttgart

Misi ini bertujuan untuk menegaskan posisi Mercedes-Benz sebagai pionir otomotif yang tidak pernah takut berinovasi meski sudah berusia lebih dari satu abad. Dengan menguji teknologi terbaru mereka di bawah tekanan ekstrem, mereka ingin mengirimkan pesan kuat kepada kompetitor bahwa S-Class tetap menjadi standar emas di kelasnya.

Baca Juga

Ekspansi Agresif BYD di Jepang: Penjualan Naik Dua Kali Lipat di Tengah Tantangan Subsidi

Ekspansi Agresif BYD di Jepang: Penjualan Naik Dua Kali Lipat di Tengah Tantangan Subsidi

Rangkaian perjalanan panjang ini dijadwalkan akan berakhir dan kembali ke markas besar mereka di Stuttgart pada Oktober 2026 mendatang. Meskipun Indonesia terlewati dalam rute kali ini, semangat inovasi yang dibawa oleh proyek ini tetap menjadi perbincangan hangat di kalangan industri otomotif global.

Bagus Setiawan

Bagus Setiawan

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Spesialis dalam mengupas isu kebijakan publik dan investigasi peristiwa di kanal Feed News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *