Gema Kebangkitan Nasional di Pertamina: Menahkodai Kemandirian Energi Demi Kedaulatan Negara

Rizky Ramadhan | Totonews
21 Mei 2026, 18:42 WIB
Gema Kebangkitan Nasional di Pertamina: Menahkodai Kemandirian Energi Demi Kedaulatan Negara

TotoNews — Di bawah langit Jakarta yang cerah, semangat nasionalisme tidak hanya membuncah dalam sanubari sebagai memori historis, melainkan bertransformasi menjadi energi nyata yang menggerakkan roda kemajuan bangsa. PT Pertamina (Persero) baru saja memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 dengan sebuah narasi besar: memperkuat fondasi ketahanan energi nasional di tengah badai dinamika global yang tak menentu.

Peringatan yang jatuh pada tahun 2026 ini bukan sekadar seremoni rutin. Bertempat di halaman Gedung Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, pada Rabu (20/5), upacara bendera tersebut berlangsung dengan khidmat yang mendalam. Ratusan Perwira Pertamina—sebutan akrab bagi karyawan perusahaan—mulai dari level holding, subholding, hingga anak perusahaan services, berdiri tegak mengikuti prosesi yang melambangkan kebangkitan tekad untuk menjaga kedaulatan Ibu Pertiwi.

Baca Juga

Sikap Tegas Madrid: Spanyol Desak Uni Eropa Putus Perjanjian Asosiasi dengan Israel

Sikap Tegas Madrid: Spanyol Desak Uni Eropa Putus Perjanjian Asosiasi dengan Israel

Refleksi 118 Tahun: Dari Perjuangan Fisik Menuju Kedaulatan Energi

Momentum Harkitnas ke-118 ini dimaknai Pertamina sebagai titik balik untuk mengakselerasi transformasi bisnis yang lebih tangguh. Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina (Persero), Ahmad Siddik Badruddin, yang bertindak sebagai Pembina Upacara, membacakan amanat dari Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid. Dengan tema sentral ‘Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara’, pesan yang disampaikan sangat lugas: masa depan bangsa bergantung pada kemampuan kita melindungi generasi penerus sekaligus mengamankan sektor-sektor strategis.

Siddik menekankan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, visi kemandirian bangsa kini dipertajam melalui program-program strategis yang menyentuh urat nadi kehidupan rakyat. Sektor energi, sebagai salah satu pilar utama pembangunan, memegang peran krusial dalam memastikan bahwa setiap langkah pertumbuhan ekonomi tidak terhambat oleh ketergantungan luar negeri.

Baca Juga

Drama Sidang ‘Sultan’ Kemnaker: Kubu Irvian Bobby Tantang Balik Rencana Laporan Polisi Istri Noel

Drama Sidang ‘Sultan’ Kemnaker: Kubu Irvian Bobby Tantang Balik Rencana Laporan Polisi Istri Noel

Manajemen Risiko: Perisai Utama di Tengah Geopolitik Global

Salah satu poin krusial yang diangkat dalam peringatan tahun ini adalah pentingnya pengelolaan risiko yang adaptif. Di era di mana fluktuasi harga minyak dunia dan ketegangan geopolitik sering kali menjadi ancaman, Pertamina memposisikan manajemen risiko sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan operasional. Keberhasilan menjaga pasokan energi nasional bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari perencanaan yang matang dan mitigasi yang presisi.

“Hari Kebangkitan Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan energi melalui pengelolaan risiko yang adaptif. Bagi Pertamina, pengelolaan risiko yang terintegrasi menjadi kunci utama dalam memastikan setiap tetes energi sampai ke tangan masyarakat tanpa hambatan,” papar Siddik dengan nada optimis. Ia menambahkan bahwa ketahanan energi sangat ditentukan oleh kelenturan organisasi dalam merespons perubahan global yang bergerak begitu cepat.

Baca Juga

Guncangan Hebat Magnitudo 6 Landa Hawaii: Big Island Bergetar, Ancaman Tsunami Dipastikan Nihil

Guncangan Hebat Magnitudo 6 Landa Hawaii: Big Island Bergetar, Ancaman Tsunami Dipastikan Nihil

Inovasi dan Energi Rendah Karbon: Menatap Masa Depan

Pertamina menyadari bahwa membangkitkan nasionalisme di era modern berarti berani melakukan inovasi. Oleh karena itu, perusahaan terus memperkuat tata kelola di berbagai lini, mulai dari penguatan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) hingga percepatan transformasi digital. Langkah-langkah ini diambil untuk meminimalkan inefisiensi dan memaksimalkan output produksi demi kepentingan publik.

Selain itu, pengembangan energi rendah karbon menjadi agenda yang tidak bisa ditawar lagi. Menghadapi tantangan transisi energi global, Pertamina berkomitmen untuk tidak hanya menjadi pemain di industri fosil, tetapi juga menjadi pionir dalam energi terbarukan yang ramah lingkungan. Ini adalah bentuk nyata dari semangat kebangkitan: bangkit dari ketergantungan masa lalu menuju kemandirian masa depan yang lebih hijau.

Baca Juga

Teror Pocong Kalideres: Antara Fenomena Mistis dan Strategi Kriminalitas Modern yang Diwaspadai Polisi

Teror Pocong Kalideres: Antara Fenomena Mistis dan Strategi Kriminalitas Modern yang Diwaspadai Polisi

Peran Perwira Pertamina sebagai Garda Terdepan

Semangat Harkitnas ini juga diharapkan mampu memicu gairah kerja bagi seluruh Perwira Pertamina. VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa rasa nasionalisme harus menjadi bahan bakar utama dalam bekerja. Baginya, setiap karyawan Pertamina memiliki tanggung jawab moral yang besar karena mereka adalah penjaga benteng terakhir kedaulatan energi bangsa.

“Semangat inilah yang harus terus dipupuk. Mari kita bangkitkan kembali rasa cinta tanah air melalui dedikasi di pekerjaan kita masing-masing. Pertamina harus terus meningkatkan kemampuannya dalam menjaga amanah besar ini,” ujar Baron. Komitmen ini tercermin dalam etos kerja yang mengedepankan integritas dan profesionalisme demi memastikan energi tetap tersedia hingga ke pelosok negeri.

Ajakan Bagi Masyarakat: Kebangkitan Melalui Konsumsi yang Bijak

Menariknya, Pertamina juga mengajak masyarakat luas untuk turut serta dalam gerakan kebangkitan nasional melalui cara yang sangat praktis: bijak dalam menggunakan energi. Kemandirian energi bukan hanya tugas produsen, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama para konsumen. Kesadaran kolektif untuk mengonsumsi energi secara efektif akan memberikan dampak yang signifikan terhadap cadangan energi nasional.

Baron menekankan bahwa langkah kecil yang dilakukan secara massal akan menciptakan perubahan besar. Berikut adalah beberapa langkah sederhana yang bisa diambil masyarakat sebagai wujud dukungan terhadap kemandirian energi:

  • Menggunakan transportasi publik atau kendaraan ramah lingkungan untuk mengurangi beban konsumsi BBM.
  • Memilih produk energi yang sesuai dengan spesifikasi kendaraan agar lebih efisien dan ramah lingkungan.
  • Mendukung program pemerintah dalam konversi energi yang lebih bersih.
  • Menerapkan gaya hidup hemat energi di lingkungan rumah tangga dan perkantoran.

“Banyak langkah yang bisa kita lakukan, di antaranya adalah bijak dalam menggunakan energi. Jika ini dilakukan secara kolektif, dampaknya pasti akan terasa nyata bagi ketahanan bangsa kita. Ini adalah bagian sejati dari kebangkitan nasional di era ini,” tutup Baron dengan penuh harap.

Kesimpulan: Menjaga Nyala Api Kebangkitan

Melalui momentum Harkitnas ke-118 ini, Pertamina kembali menegaskan posisinya sebagai lokomotif ekonomi nasional yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memprioritaskan kedaulatan negara. Dengan sinergi antara manajemen yang kuat, inovasi teknologi, dan dukungan masyarakat, mimpi Indonesia untuk memiliki ketahanan energi yang mandiri bukanlah sekadar fatamorgana. Di tangan para putra-putri terbaik bangsa, nyala api kebangkitan itu akan terus berkobar, memastikan bahwa energi nusantara akan tetap mengalir untuk generasi yang akan datang.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *