Drama Sidang ‘Sultan’ Kemnaker: Kubu Irvian Bobby Tantang Balik Rencana Laporan Polisi Istri Noel

Rizky Ramadhan | Totonews
21 Apr 2026, 00:44 WIB
Drama Sidang 'Sultan' Kemnaker: Kubu Irvian Bobby Tantang Balik Rencana Laporan Polisi Istri Noel

TotoNews — Atmosfer di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat mendadak tegang saat babak baru perseteruan antara Irvian Bobby Mahendro dan keluarga eks Wamenaker Immanuel Ebenezer (Noel) mencuat ke publik. Menanggapi ancaman laporan polisi yang dilayangkan oleh istri Noel, Silvia Rinita Harefa, tim hukum Bobby justru menunjukkan sikap tenang dan menantang balik langkah hukum tersebut.

Risky Nugroho, salah satu advokat yang membela Bobby, menegaskan bahwa pihaknya tidak keberatan jika pihak Silvia merasa keberatan dengan kesaksian yang diberikan kliennya di hadapan majelis hakim. Menurutnya, melaporkan kejadian ke pihak berwajib adalah hak setiap warga negara yang merasa dirugikan.

“Itu sepenuhnya hak mereka. Jika mereka merasa nama baiknya tercoreng akibat fakta-fakta yang terungkap dalam sidang tipikor ini, silakan saja. Kami siap menunggu dan menghadapinya,” ujar Risky dengan nada tegas saat ditemui di area Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Baca Juga

Misi Diplomasi di Kremlin: Prabowo Gandeng Putin Navigasi Geopolitik Dunia yang Kian Bergejolak

Misi Diplomasi di Kremlin: Prabowo Gandeng Putin Navigasi Geopolitik Dunia yang Kian Bergejolak

Kesaksian di Bawah Sumpah: Kebenaran atau Karangan?

Hervan Dewantara, rekan sejawat Risky, menambahkan dimensi lain dalam pembelaan mereka. Ia mengingatkan bahwa segala pernyataan yang keluar dari mulut Irvian Bobby dalam persidangan dilakukan di bawah sumpah. Dalam logika hukum, kesaksian tersebut harus dianggap sebagai kebenaran hukum selama tidak ada bukti kuat yang mampu menggugurkannya.

“Kita harus menghormati sakralnya sumpah di persidangan. Pak Bobby tidak mungkin bicara tanpa dasar atau bukti pendukung. Jika kita meragukan keterangan di bawah sumpah, lantas instrumen hukum mana lagi yang bisa kita percayai?” cetus Hervan. Ia meyakini bahwa kliennya memiliki alasan kuat di balik pengakuannya terkait dugaan intimidasi saksi yang menimpa pihak keluarganya.

Baca Juga

Antusiasme Warga Memuncak, CFD Bundaran HI Pagi Ini Jadi Magnet Gaya Hidup Sehat Jakarta

Antusiasme Warga Memuncak, CFD Bundaran HI Pagi Ini Jadi Magnet Gaya Hidup Sehat Jakarta

Isak Tangis ‘Sultan’ Kemnaker dan Narasi ‘Bumper’ Jabatan

Momen emosional sempat mewarnai persidangan ketika Bobby menceritakan tekanan mental yang dialaminya. Hervan mengungkapkan bahwa kliennya bahkan sempat meneteskan air mata saat menceritakan bagaimana ibunya turut terseret dalam pusaran kasus ini. Bobby mengklaim ibunya dihubungi oleh pihak luar dengan pesan agar dirinya tetap bungkam dalam perkara korupsi Kemnaker ini.

Tak hanya soal intimidasi, Bobby juga memosisikan dirinya sebagai sosok yang dikorbankan atau menjadi ‘bumper’ bagi kepentingan atasan. Dalam kesaksiannya, ia mengakui berperan sebagai penampung dana non-teknis terkait pengurusan sertifikasi K3 yang jumlahnya mencapai angka fantastis. “Bobby mengakui dia hanyalah alat untuk memenuhi kebutuhan pimpinan, sebuah pengakuan yang menunjukkan adanya sistem yang lebih besar di balik kasus ini,” tambah Hervan.

Baca Juga

Pembelaan Emosional Nadiem Makarim untuk Ibrahim Arief: Tuntutan 15 Tahun Kasus Chromebook Dipertanyakan

Pembelaan Emosional Nadiem Makarim untuk Ibrahim Arief: Tuntutan 15 Tahun Kasus Chromebook Dipertanyakan

Sanggahan Silvia Rinita Harefa: Hanya Dukungan Moral

Di sisi lain, Silvia Rinita Harefa membantah keras tudingan intimidasi tersebut. Baginya, narasi yang dibangun Bobby di ruang sidang adalah sebuah kebohongan besar yang dirancang untuk menyudutkan keluarganya. Silvia mengklarifikasi bahwa komunikasinya dengan ibu Bobby saat kunjungan di rutan hanyalah sebatas bentuk dukungan sesama keluarga tahanan.

“Saya tidak pernah melakukan intimidasi. Ucapan saya saat itu hanya mengajak untuk saling mendukung agar proses hukum ini tidak semakin memberatkan satu sama lain. Karena merasa difitnah, saya berencana melaporkan keterangan palsu ini ke kepolisian,” tegas Silvia.

Perseteruan ini menambah daftar panjang drama dalam kasus pemerasan sertifikat K3 yang telah menyita perhatian publik. Kini, publik menunggu apakah ancaman laporan polisi tersebut akan benar-benar bergulir menjadi babak hukum baru atau hanya menjadi bagian dari strategi pembelaan masing-masing pihak di meja hijau.

Baca Juga

Sentuhan Hangat Prabowo di Ujung Utara Nusantara: Nyanyian Patriotik Menggema di Pulau Miangas

Sentuhan Hangat Prabowo di Ujung Utara Nusantara: Nyanyian Patriotik Menggema di Pulau Miangas
Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *