Sikap Tegas Madrid: Spanyol Desak Uni Eropa Putus Perjanjian Asosiasi dengan Israel

Rizky Ramadhan | Totonews
20 Apr 2026, 02:41 WIB
Sikap Tegas Madrid: Spanyol Desak Uni Eropa Putus Perjanjian Asosiasi dengan Israel

TotoNews — Ketegangan diplomatik antara Madrid dan Tel Aviv kini memasuki babak baru yang semakin memanas. Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, secara terbuka menyatakan komitmennya untuk mendesak Uni Eropa agar segera mengakhiri perjanjian asosiasi dengan Israel. Langkah berani ini diambil sebagai bentuk protes keras terhadap dugaan rentetan pelanggaran hukum internasional yang terjadi di tengah eskalasi konflik di Gaza dan serangan ke wilayah Lebanon.

Dalam sebuah orasi politik yang penuh penekanan di Andalusia, Sanchez menegaskan bahwa status kemitraan seharusnya didasarkan pada penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. “Pada hari Selasa mendatang, pemerintah Spanyol akan mengajukan proposal resmi kepada Uni Eropa untuk memutuskan perjanjian asosiasinya dengan Israel,” ujar Sanchez di hadapan publik. Ia menambahkan dengan lugas bahwa negara yang melanggar hukum internasional secara sistematis tidak layak menyandang status sebagai mitra strategis Uni Eropa.

Baca Juga

Harmoni Paskah 2026 di Bumi Sriwijaya: Sinergi Polda Sumsel dan TNI Raih Apresiasi Luas Tokoh Agama

Harmoni Paskah 2026 di Bumi Sriwijaya: Sinergi Polda Sumsel dan TNI Raih Apresiasi Luas Tokoh Agama

Landasan Kemanusiaan dan Kritik Pedas Spanyol

Langkah Spanyol ini bukanlah sebuah manuver yang muncul tiba-tiba. Di bawah kepemimpinan Sanchez, Madrid telah menjadi salah satu kritikus paling vokal terhadap kebijakan militer Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Spanyol menilai bahwa operasi militer yang dilancarkan telah melampaui batas pertahanan diri dan mengabaikan keselamatan warga sipil. Situasi konflik Gaza yang kian memilukan menjadi alasan utama di balik tuntutan peninjauan kembali hubungan diplomatik ini.

Perjanjian asosiasi yang ditandatangani pada Juni 2000 sebenarnya merupakan kerangka kerja sama ekonomi dan politik yang sangat menguntungkan bagi Israel. Namun, di dalam perjanjian tersebut tercantum klausul eksplisit yang mewajibkan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Spanyol berargumen bahwa klausul inilah yang kini sedang dikhianati, sehingga perjanjian tersebut sudah sepatutnya dibatalkan atau ditangguhkan.

Baca Juga

Tragedi Pembunuhan Kacab Bank: Kesaksian Mertua Ungkap Detik-Detik Mencekam Penculikan oleh Oknum TNI

Tragedi Pembunuhan Kacab Bank: Kesaksian Mertua Ungkap Detik-Detik Mencekam Penculikan oleh Oknum TNI

Reaksi Keras dan Tuduhan Hipokrisi dari Tel Aviv

Tak butuh waktu lama bagi Israel untuk melancarkan serangan balik verbal. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, melalui platform media sosialnya, menyampaikan respons tajam dalam bahasa Spanyol. Ia menuduh Sanchez tengah mempraktikkan standar ganda dan memberikan “ceramah munafik”. Saar bahkan menyindir hubungan diplomatik Spanyol dengan negara-negara yang ia sebut sebagai rezim totaliter, seperti Venezuela di era Nicolas Maduro dan Turki.

Perseteruan ini semakin meruncing sejak Spanyol secara resmi mengakui kedaulatan negara Palestina pada tahun 2024, sebuah langkah yang memicu kemarahan besar di pihak Israel. Sebagai bentuk balasan terhadap kampanye diplomatik Madrid, Netanyahu bahkan melarang Spanyol terlibat dalam proyek stabilisasi pasca-perang di Gaza yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Baca Juga

Berantas Sarang Miras dan Kriminalitas, 14 Bangunan Liar di Gunung Sahari Dibongkar Paksa

Berantas Sarang Miras dan Kriminalitas, 14 Bangunan Liar di Gunung Sahari Dibongkar Paksa

Menanti Keputusan Kolektif Uni Eropa

Spanyol tidak sendirian dalam perjuangan ini. Bersama Irlandia dan Slovenia, Madrid telah mengirimkan surat resmi kepada Komisi Eropa untuk memastikan isu ini menjadi agenda utama dalam pertemuan menteri luar negeri Uni Eropa mendatang. Koalisi negara-negara ini mendesak agar blok Eropa tidak menutup mata terhadap situasi di lapangan yang kian memburuk.

Jika usulan ini gol, Israel terancam kehilangan akses preferensial ke pasar Eropa dan dukungan politik yang signifikan dari salah satu blok ekonomi terkuat di dunia. Kini, mata dunia tertuju pada Brussels untuk melihat apakah Uni Eropa akan berpihak pada kepentingan ekonomi atau menjunjung tinggi prinsip hukum internasional yang selama ini mereka agungkan.

Baca Juga

Ketegangan di Selat Hormuz: Iran Siapkan Serangan Mematikan Jika AS Nekat Terobos Wilayah Teritorial

Ketegangan di Selat Hormuz: Iran Siapkan Serangan Mematikan Jika AS Nekat Terobos Wilayah Teritorial
Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *