Skandal Panas di Pangkep: Oknum Lurah dan Staf Wanita Terjaring Razia di Penginapan, Alibi ‘Tugas Kantor’ Jadi Sorotan

Rizky Ramadhan | Totonews
28 Mei 2026, 08:42 WIB
Skandal Panas di Pangkep: Oknum Lurah dan Staf Wanita Terjaring Razia di Penginapan, Alibi 'Tugas Kantor' Jadi Sorotan

TotoNews — Sebuah kabar mengejutkan datang dari bumi Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Pangkep, di mana integritas seorang abdi negara kembali dipertanyakan. Jagat maya dan masyarakat setempat dihebohkan dengan berita mengenai seorang oknum Lurah yang terjaring razia saat sedang berduaan dengan staf wanitanya di sebuah kamar penginapan. Kejadian ini memicu gelombang kritik tajam terhadap etika birokrasi yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat luas.

Insiden memalukan ini melibatkan seorang oknum Lurah berinisial MA yang bertugas di salah satu kelurahan di Kabupaten Pangkep. Tidak sendirian, ia diamankan bersama seorang staf wanita berinisial MRY, yang diketahui berstatus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Keduanya ditemukan di dalam satu kamar di sebuah penginapan yang terletak di Kampung Kalibone, Kelurahan Bontolangkasa, Kecamatan Minasatene.

Baca Juga

Kebakaran Hebat Hanguskan Panti Pijat di Bogor: Kronologi, Dugaan Penyebab, dan Kerugian Ratusan Juta

Kebakaran Hebat Hanguskan Panti Pijat di Bogor: Kronologi, Dugaan Penyebab, dan Kerugian Ratusan Juta

Kronologi Penggerebekan di Tengah Hari Bolong

Peristiwa ini bermula pada Selasa, 15 Mei, sekitar pukul 12.00 Wita. Di saat jam produktif kantor, aparat Satpol PP Kabupaten Pangkep mendapatkan laporan dari warga yang merasa curiga dengan gerak-gerik sang pejabat. Menindaklanjuti keresahan warga, petugas segera bergerak menuju lokasi yang dimaksud untuk melakukan pengecekan lapangan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Pangkep, Hapiluddin, mengonfirmasi bahwa pihaknya melakukan tindakan persuasif namun tegas saat mendatangi lokasi. “Kami begitu menerima telepon dari pelapor, langsung kami tindak lanjuti segera. Sesampainya di sana, kami mengetuk pintu kamar, dan yang bersangkutan keluar, lalu saya panggil untuk dimintai keterangan,” ungkap Hapiluddin dalam keterangannya kepada tim TotoNews.

Baca Juga

Tragedi di Balik Bayang-bayang Kartel: Kisah Hakim Lady Pachar yang Gugur dalam Tugas di Ekuador

Tragedi di Balik Bayang-bayang Kartel: Kisah Hakim Lady Pachar yang Gugur dalam Tugas di Ekuador

Situasi di sekitar penginapan sempat memanas karena kerumunan warga yang ingin melihat langsung kejadian tersebut. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan menjaga kondusivitas wilayah, petugas memutuskan untuk segera membawa MA dan MRY ke kantor Satpol PP Pangkep guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penanganan cepat ini dilakukan untuk mencegah potensi main hakim sendiri oleh massa yang mulai terpancing emosi melihat perilaku pelanggaran etik tersebut.

Alibi Tugas Kantor dan Administrasi Pertanahan

Saat dilakukan pemeriksaan awal, oknum lurah MA memberikan pembelaan yang cukup mengejutkan. Ia berdalih bahwa keberadaannya di dalam kamar penginapan bersama staf wanitanya tersebut bukan untuk melakukan tindakan asusila, melainkan murni untuk membahas persoalan dinas. MA mengklaim bahwa mereka sedang menyelesaikan urusan administrasi terkait pertanahan yang mendesak.

Baca Juga

Menyongsong Indonesia Emas 2045: HNW Ajak Gen Z Yogyakarta Gali Nilai Sejarah Lewat LCC Empat Pilar

Menyongsong Indonesia Emas 2045: HNW Ajak Gen Z Yogyakarta Gali Nilai Sejarah Lewat LCC Empat Pilar

Menurut pengakuannya, MRY adalah staf yang memang ditugaskan untuk mengurus berkas-berkas agraria di wilayah kelurahannya. Namun, alasan ini justru menuai skeptisisme dari publik. Banyak yang mempertanyakan mengapa koordinasi pekerjaan harus dilakukan di ruang privat seperti kamar penginapan, alih-alih menggunakan kantor resmi atau ruang publik yang lebih transparan. Hal ini dianggap sebagai celah dalam menjaga integritas pejabat publik.

Hapiluddin menambahkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, MA bersikeras bahwa tidak terjadi perbuatan menyimpang di dalam kamar tersebut. “Ia menyampaikan bahwa tidak berbuat apa-apa sampai waktu kami datang. Mungkin karena posisi kami yang bergerak cepat begitu menerima laporan, sehingga ruang gerak untuk melakukan tindakan negatif menjadi terbatas,” tambahnya lagi.

Baca Juga

Tragedi di Tanjakan Selarong: Pikap Hantam Dua Motor di Jalur Puncak, Tiga Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Tragedi di Tanjakan Selarong: Pikap Hantam Dua Motor di Jalur Puncak, Tiga Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Penyelidikan Mendalam oleh Tim PPNS

Kasus ini tidak berhenti di meja Satpol PP saja. Mengingat status MA sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Tim Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Kabupaten Pangkep kini turun tangan untuk mendalami setiap detail kejadian. Pemeriksaan intensif telah dilakukan pada Selasa, 26 Mei, untuk mencocokkan keterangan saksi dengan fakta-fakta di lapangan.

Proses investigasi ini bertujuan untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran berat terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Jika terbukti melanggar kode etik dan disiplin, sang Lurah bisa terancam sanksi administratif yang berat, mulai dari penurunan jabatan hingga pemberhentian secara tidak hormat. Hal yang sama juga berlaku bagi MRY sebagai tenaga PPPK yang terikat kontrak kerja dengan pemerintah daerah.

Dampak Terhadap Marwah Birokrasi di Pangkep

Skandal ini menjadi pukulan telak bagi Pemerintah Kabupaten Pangkep yang tengah berupaya memperbaiki citra layanan publik. Perilaku oknum yang tidak profesional seperti ini dikhawatirkan dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintahan di tingkat kelurahan. Kelurahan sebagai ujung tombak pelayanan publik seharusnya dipimpin oleh sosok yang bersih dan bebas dari isu miring.

Masyarakat berharap agar pemerintah daerah bertindak tegas dan transparan dalam menangani kasus ini. “Kita butuh pemimpin yang bisa menjadi contoh, bukan yang justru bersembunyi di balik alasan tugas kantor untuk melakukan hal-hal yang tidak patut,” ujar salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya. Ketegasan dalam penegakan hukum dan disiplin ASN menjadi kunci utama untuk menjaga marwah birokrasi agar tetap dihormati oleh rakyat.

Hingga saat ini, proses hukum dan etik masih terus berjalan. Pihak TotoNews akan terus memantau perkembangan kasus ini untuk memastikan bahwa keadilan dan profesionalisme tetap dijunjung tinggi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pangkep. Kasus ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh ASN di Indonesia agar senantiasa menjaga perilaku dan menjauhi segala bentuk tindakan yang dapat mencoreng nama baik instansi tempat mereka mengabdi.

Penting bagi setiap pejabat untuk memahami bahwa jabatan bukan hanya sekadar kekuasaan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan baik secara administratif maupun moral. Kejadian di Kalibone ini menjadi cermin bagi kita semua tentang pentingnya pengawasan melekat dalam setiap sendi birokrasi daerah.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *