Mengenang Sang Negarawan: Mendagri Tito Karnavian Ungkap Kedekatan Emosional dengan Almarhum Ryamizard Ryacudu

Rizky Ramadhan | Totonews
01 Jun 2026, 00:41 WIB
Mengenang Sang Negarawan: Mendagri Tito Karnavian Ungkap Kedekatan Emosional dengan Almarhum Ryamizard Ryacudu

TotoNews — Suasana duka yang mendalam menyelimuti kediaman salah satu putra terbaik bangsa, mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Ryamizard Ryacudu. Kabar berpulangnya sosok jenderal yang dikenal tegas namun humanis ini meninggalkan lubang besar di hati banyak kolega, tak terkecuali Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Kehadiran Tito di rumah duka yang berlokasi di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (31/5/2026), menjadi saksi bisu betapa eratnya jalinan persaudaraan yang telah terpupuk lama di antara keduanya.

Kehilangan Sosok Mentor dan Rekan Seperjuangan

Bagi Tito Karnavian, Ryamizard Ryacudu bukan sekadar nama besar dalam sejarah militer Indonesia. Beliau adalah rekan kerja, senior, sekaligus teman diskusi yang hangat. Tito mengenang masa-masa saat mereka berdua duduk bersama di kursi kabinet pemerintahan. Saat itu, Tito yang menjabat sebagai Mendagri sering melakukan koordinasi intensif dengan Ryamizard yang memegang komando di Kementerian Pertahanan.

Baca Juga

Inovasi ‘E-Kopi Papi’ Kompol Jarot: Digitalisasi Mental Health dan Wajah Humanis Polri di Kalimantan Tengah

Inovasi ‘E-Kopi Papi’ Kompol Jarot: Digitalisasi Mental Health dan Wajah Humanis Polri di Kalimantan Tengah

“Kami pernah berjuang bersama di kabinet yang sama. Saya sebagai Mendagri dan beliau sebagai Menteri Pertahanan. Pengalaman itu membuat saya mengenal sosok almarhum dengan sangat baik,” ujar Tito dengan nada suara yang bergetar penuh rasa hormat. Menurutnya, kerja sama antar-lembaga yang mereka bangun kala itu selalu didasari oleh semangat pengabdian yang tulus untuk menjaga kedaulatan NKRI melalui perspektif keamanan dalam negeri dan pertahanan nasional.

Ikatan Emosional: Diplomasi ‘Kampung Halaman’

Di balik seragam dinas yang kaku dan protokol kenegaraan yang formal, tersimpan sisi humanis yang jarang diketahui publik. Tito mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Ryamizard diperkuat oleh latar belakang kedaerahan yang sama. Keduanya merupakan putra asli dari tanah Sumatera. Tito berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, sementara Ryamizard memiliki keterikatan kuat dengan wilayah Sumatera Selatan dan Lampung.

Baca Juga

Dentuman Mencekam di Waru: Ledakan PT Great Wall Steel Sidoarjo Sisakan Puing Besi Panas di Rumah Warga

Dentuman Mencekam di Waru: Ledakan PT Great Wall Steel Sidoarjo Sisakan Puing Besi Panas di Rumah Warga

Dalam berbagai kesempatan, pembicaraan mereka sering kali beralih dari isu strategis negara ke topik yang lebih personal, yakni mengenai kesejahteraan dan perkembangan kampung halaman mereka di Sumatera Bagian Selatan. “Beliau memiliki kediaman di Sumsel dan juga di Lampung. Karena saya dari Palembang, saya sering menghadap beliau bukan hanya untuk urusan dinas, tapi juga berbicara tentang masalah-masalah di kampung kita,” kenang Tito. Diplomasi santai ini sering kali menjadi cara bagi keduanya untuk tetap membumi di tengah kesibukan mengurus negara.

Sosok Prajurit Pemberani yang Dicintai Rakyat

Ryamizard Ryacudu dikenal luas sebagai sosok prajurit sejati. Sepanjang karier militernya hingga menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), ia konsisten menunjukkan keberpihakan kepada rakyat. Karakter ini pula yang membuatnya disegani oleh kawan maupun lawan politik. Tito Karnavian menegaskan bahwa Indonesia baru saja kehilangan seorang patriot yang mendedikasikan seluruh hidupnya demi merah putih.

Baca Juga

Skandal Judi Online Terbesar: 321 WNA Terjaring Operasi Senyap di Kawasan Bisnis Hayam Wuruk

Skandal Judi Online Terbesar: 321 WNA Terjaring Operasi Senyap di Kawasan Bisnis Hayam Wuruk

Kepergian Ryamizard juga meninggalkan kesan mendalam bagi tokoh-tokoh nasional lainnya, seperti Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman dan Oesman Sapta Odang (OSO), yang senada menyebut almarhum sebagai contoh nyata dari slogan “TNI mencintai rakyat”. Bagi Tito, dedikasi Ryamizard adalah standar tinggi yang harus dicontoh oleh generasi penerus bangsa, baik di lingkungan militer maupun sipil.

Doa dan Harapan untuk Sang Jenderal

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Tito mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memaafkan segala kekhilafan almarhum selama masa hidupnya. Ia percaya bahwa sebagai manusia biasa, tidak ada yang luput dari salah, namun jasa-jasa Ryamizard bagi negara jauh melampaui segala kekurangan yang ada. Tito mendoakan agar almarhum wafat dalam keadaan husnul khatimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Baca Juga

Aksi Penyelamatan Ekosistem Situ Citatah: Ratusan Kilogram Ikan Invasif Berhasil Diamankan

Aksi Penyelamatan Ekosistem Situ Citatah: Ratusan Kilogram Ikan Invasif Berhasil Diamankan

“Kami sangat berduka sedalam-dalamnya. Kita doakan agar Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa beliau dan memudahkan jalan bagi almarhum untuk menghadap Sang Ilahi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan yang luar biasa,” tambah Tito dengan penuh empati.

Prosesi Pemakaman Militer di TMP Kalibata

Negara akan memberikan penghormatan terakhir yang paling tinggi bagi Ryamizard Ryacudu. Berdasarkan informasi resmi dari Kementerian Pertahanan, jenazah almarhum akan dimakamkan melalui upacara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan. Upacara ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi atas jasa-jasanya sebagai mantan Menhan dan tokoh militer yang berpengaruh.

Sebelum diberangkatkan ke persemayaman terakhir, akan dilaksanakan upacara pelepasan jenazah di Gedung Kementerian Pertahanan pada pukul 11.00 WIB. Menteri Pertahanan saat ini, Sjafrie Sjamsoeddin, dijadwalkan bertindak langsung sebagai inspektur upacara pemakaman militer tersebut. Kehadiran tokoh-tokoh penting, termasuk rencana kedatangan Prabowo Subianto, menunjukkan betapa besarnya pengaruh Ryamizard dalam kancah politik dan pertahanan Indonesia.

Warisan Pemikiran Pertahanan Rakyat Semesta

Salah satu warisan terbesar dari Ryamizard Ryacudu adalah penguatan konsep Bela Negara. Ia selalu menekankan bahwa pertahanan Indonesia tidak hanya bertumpu pada kecanggihan alutsista, tetapi pada kekuatan mental dan nasionalisme rakyatnya. Ia percaya bahwa jika setiap warga negara memiliki jiwa patriotisme yang kuat, maka tidak ada kekuatan asing yang mampu menggoyahkan kedaulatan Indonesia.

Kini, tugas tersebut beralih ke pundak para penerus. Kunjungan Mendagri Tito Karnavian ke rumah duka bukan sekadar seremoni belasungkawa, melainkan simbol estafet perjuangan untuk terus menjaga keutuhan bangsa. Selamat jalan, Jenderal Ryamizard Ryacudu. Jasa dan baktimu akan selalu terpatri dalam lembaran sejarah emas Republik Indonesia.

Penulis: Redaksi TotoNews

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *