Inovasi ‘E-Kopi Papi’ Kompol Jarot: Digitalisasi Mental Health dan Wajah Humanis Polri di Kalimantan Tengah

Rizky Ramadhan | Totonews
23 Apr 2026, 10:41 WIB
Inovasi 'E-Kopi Papi' Kompol Jarot: Digitalisasi Mental Health dan Wajah Humanis Polri di Kalimantan Tengah

TotoNews — Dalam dinamika institusi kepolisian yang kerap dipandang kaku, muncul sebuah terobosan segar yang mengedepankan pendekatan psikologis dan kemudahan akses bagi personel maupun masyarakat. Kompol Jarot Budi Purnomo, Ps Kabag Psikologi Biro SDM Polda Kalimantan Tengah, kini menjadi sorotan setelah keberhasilannya menginisiasi layanan digital bertajuk E-Kopi Papi.

Dedikasi dan inovasi yang lahir dari tangan dingin Kompol Jarot ini membawanya masuk dalam bursa kandidat Hoegeng Awards 2026. E-Kopi Papi sendiri merupakan akronim dari Elektronik Konseling Psikologi dan Pinjam Pakai Senpi, sebuah aplikasi yang dirancang untuk meruntuhkan sekat birokrasi dalam layanan kesehatan mental di lingkungan Polda Kalteng.

Menjembatani Jarak dengan Teknologi

Lahirnya E-Kopi Papi pada tahun 2022 bukan tanpa alasan. Kompol Jarot menyadari betul tantangan geografis Kalimantan Tengah yang sangat luas dengan keterbatasan jumlah tenaga konselor. Sebelum adanya aplikasi ini, anggota polisi di pelosok daerah harus menempuh perjalanan jauh dan mengeluarkan biaya besar hanya untuk melakukan konseling rutin atau konseling psikologi pranikah.

Baca Juga

Sinar Kartini Modern: dr. Sari Chairunnisa dan Ambisi Global ParagonCorp Masuk Sorotan Majalah TIME

Sinar Kartini Modern: dr. Sari Chairunnisa dan Ambisi Global ParagonCorp Masuk Sorotan Majalah TIME

“Aplikasi ini kami kembangkan agar anggota bisa melakukan sesi konseling secara langsung melalui video call, di mana pun mereka berada. Ini bukan sekadar digitalisasi, tapi tentang efektivitas dan meringankan beban rekan-rekan di lapangan,” ujar Kompol Jarot dalam keterangannya kepada tim redaksi.

Selain urusan konseling, aplikasi yang tersedia di platform Android ini juga berfungsi sebagai sistem pengingat untuk tes psikologi bagi pemegang senjata api (senpi). Dengan transparansi data ini, anggota dapat memantau masa berlaku izin mereka dan mempersiapkan diri lebih awal sebelum melakukan tes ulang.

Menyentuh Hati Masyarakat di Ruang Publik

Eksistensi Kompol Jarot tidak hanya dirasakan di korps baju cokelat. Melalui unit pelayanan psikologi mobile, ia membawa layanan ini ke tengah keramaian Car Free Day (CFD) Kota Palangkaraya. Di sana, sebuah mobil layanan disulap menjadi ruang konseling yang nyaman, lengkap dengan pojok baca dan area bermain anak.

Baca Juga

Gejolak Timur Tengah Memanas, Rencana Ekspor 2.200 Ton Beras Bulog untuk Jemaah Haji Terancam Batal

Gejolak Timur Tengah Memanas, Rencana Ekspor 2.200 Ton Beras Bulog untuk Jemaah Haji Terancam Batal

Suprapto, salah seorang warga lokal, menceritakan pengalamannya saat mengunjungi stand Polda Kalteng tersebut. Ia merasa terbantu dengan keramahan petugas yang jauh dari kesan intimidatif. “Anak-anak bisa bermain, dan ada layanan konseling yang sangat bermanfaat. Pak Jarot itu sosok yang murah senyum dan bersahaja, beliau benar-benar menjadi teladan bagaimana polisi seharusnya melayani,” ungkapnya dengan nada bangga.

Membongkar Tabir Bullying di Sekolah

Kepedulian Kompol Jarot terhadap kesehatan mental juga menyasar generasi muda melalui program ‘Psychology Goes to School’. Program edukatif ini fokus pada isu-isu krusial seperti anti-perundungan (bullying) dan kenakalan remaja.

Salah satu momen paling menyentuh terjadi ketika sesi konseling di sebuah sekolah berhasil mengungkap kasus perundungan yang telah dipendam seorang siswa selama dua tahun. Berkat keterbukaan yang dibangun tim psikologi Polda Kalteng, pihak sekolah akhirnya mengetahui bahwa oknum pendidik terlibat dalam tindakan tersebut, yang kemudian berujung pada langkah evaluasi tegas dari kepala sekolah.

Baca Juga

Jejak Kelam Oknum Satpol PP Cilegon: Dari Pecandu Sejak 2004 Hingga Jadi Pengedar Sabu

Jejak Kelam Oknum Satpol PP Cilegon: Dari Pecandu Sejak 2004 Hingga Jadi Pengedar Sabu

Kompol Jarot Budi Purnomo telah membuktikan bahwa tugas polisi tidak melulu soal penegakan hukum di jalanan, melainkan juga tentang menjaga kewarasan mental dan membangun empati di tengah masyarakat. Sebuah langkah nyata yang menjunjung tinggi semangat kemanusiaan dalam seragam kepolisian.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *