Kisah Veda Ega Pratama di Balik Kemudi Moto3: Rindu Rumah dan Nikmatnya Semangkuk Soto
TotoNews — Di balik deru mesin berkapasitas 250cc yang membelah sirkuit-sirkuit legendaris Eropa, tersimpan sisi humanis dari seorang talenta muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama. Remaja asal Gunungkidul, Yogyakarta, yang kini bertarung di kelas Moto3 bersama Honda Team Asia, baru-baru ini berbagi cerita tentang betapa berartinya kepulangan ke tanah air. Bagi Veda, pulang bukan sekadar istirahat dari jadwal balap yang padat, melainkan momen untuk menyembuhkan kerinduan mendalam pada cita rasa kuliner nusantara, terutama semangkuk soto yang hangat.
Kembali ke Indonesia setelah sekian lama menempa diri di Benua Biru membawa kebahagiaan tersendiri bagi Veda. Menetap di luar negeri demi mengejar mimpi menjadi juara dunia tentu menuntut pengorbanan besar, termasuk harus rela jauh dari masakan rumah. Saat ditemui di Jakarta pada Selasa (9/6/2026), raut wajahnya tampak sumringah saat menceritakan pengalamannya bisa kembali menyantap hidangan favoritnya. “Senang sudah bisa balik, sudah bisa merasakan masakan Indonesia lagi. Kemarin sudah sempat makan soto, rasanya luar biasa senang,” ujar Veda dengan nada penuh syukur.
Jaecoo J5 Puncaki Takhta, Begini Peta Persaingan 10 Mobil Listrik Terlaris Maret 2026
Perjalanan Adaptasi di Negeri Matador
Sejak memutuskan untuk berkarier secara profesional di kancah internasional pada tahun 2024, Veda harus menjalani proses adaptasi yang tidak mudah. Spanyol menjadi basis utamanya untuk berlatih dan bersiap menghadapi ketatnya persaingan di balap motor tingkat dunia. Bayangkan saja, seorang remaja yang terbiasa dengan kehangatan cuaca di Yogyakarta harus berhadapan dengan musim dingin Eropa yang menggigit, kendala bahasa, hingga perbedaan budaya yang sangat kontras.
Veda mengakui bahwa tahun-tahun pertamanya adalah masa-masa yang penuh tantangan. Namun, ketangguhan mentalnya sebagai seorang atlet teruji di sini. “Sekarang sudah mulai terbiasa karena sudah hampir dua setengah tahun tinggal di Spanyol. Adaptasi lingkungan sudah jauh lebih baik dibandingkan awal-awal dulu,” kenangnya. Kedewasaan Veda terlihat dari bagaimana ia menyikapi segala perbedaan tersebut sebagai bagian dari proses panjang menuju puncak karier di dunia balap.
Menuju Moto3 Catalunya: Veda Ega Pratama Siap Menggebrak di Lintasan Favorit Barcelona
Menu Balap vs Masakan Sendiri di Apartemen
Sebagai pebalap di bawah naungan Honda Team Asia, asupan nutrisi Veda selama pekan balapan sangat diperhatikan. Tim menyediakan menu-menu standar atlet profesional di Eropa, seperti pasta sebagai sumber karbohidrat, steak untuk protein, serta aneka salad segar. Makanan-makanan ini memang dirancang untuk menjaga energi dan konsentrasi pebalap di lintasan, namun lidah Veda tetap tidak bisa berbohong mengenai kerinduannya pada rempah-rempah asli Indonesia.
Menariknya, saat tidak sedang berada dalam jadwal balap atau saat berada di hari-hari biasa, Veda berubah peran menjadi koki amatir di apartemennya. Tinggal bersama sesama pebalap Indonesia, Mario Aji, Veda seringkali turun ke dapur untuk mengobati rasa kangennya pada rumah. Tak tanggung-tanggung, ia pernah membuat bakso dari nol, mulai dari menggiling daging sendiri hingga meracik kuahnya. Selain bakso, menu opor ayam juga pernah menjadi eksperimen suksesnya di dapur Spanyol.
Hino Bus 136 MDBL 4×4: Armada Tangguh Penakluk Medan Ekstrem Resmi Meluncur di GIICOMVEC 2026
“Kita sebenarnya punya kebebasan untuk makan, asal tetap menjaga pola makan sehat. Yang penting tidak terlalu banyak gula dan minyak. Jadi, memasak masakan Indonesia sendiri di apartemen menjadi solusi terbaik bagi kami yang rindu makanan rumah,” tambah Veda. Hal ini membuktikan bahwa meskipun ia adalah seorang pebalap kelas dunia, kedekatannya dengan identitas budaya melalui makanan tetap terjaga dengan kuat.
Daftar Kuliner yang Paling Dirindukan
Berbicara mengenai makanan, Veda mengungkapkan bahwa jenis hidangan yang paling membuatnya rindu adalah makanan yang berkuah dan hangat. Di tengah cuaca Eropa yang seringkali tidak menentu, bayangan akan makanan hangat di Indonesia selalu melintas di benaknya. Berikut adalah beberapa daftar kuliner yang paling ia cari saat menginjakkan kaki di tanah air:
Transformasi Kia: Dari Produsen Komponen Sederhana Menuju Raksasa Otomotif Dunia dan Ekspansinya di Indonesia
- Soto: Menu wajib pertama yang harus ia santap setibanya di Indonesia.
- Bakso: Kelezatan bola daging dan kuah kaldu yang gurih selalu menjadi dambaan.
- Mie Kuah: Hidangan sederhana namun memberikan kehangatan yang tak tergantikan.
- Gudeg: Meski bukan yang paling utama dicari, cita rasa manis khas Yogyakarta ini tetap memiliki tempat spesial di hatinya.
Mewarisi Bakat Besar dari Sang Ayah
Prestasi gemilang yang diraih Veda Ega Pratama saat ini bukanlah sebuah kebetulan. Ia lahir dari lingkungan balap yang sangat kental. Ayahnya, Sudarmono, adalah mantan pebalap nasional ternama yang kini menjadi mentor utama sekaligus pengawas bagi perkembangan karier Veda sejak usia dini. Bimbingan sang ayah, dikombinasikan dengan bakat alami dan kerja keras, membuat Veda tumbuh menjadi salah satu talenta muda paling menjanjikan di Asia.
Lahir pada 23 November 2008, Veda telah menunjukkan dominasinya sejak berlaga di Asia Talent Cup 2023. Di kompetisi tersebut, ia berhasil keluar sebagai juara umum dan menarik perhatian para pencari bakat internasional. Langkahnya semakin mantap saat ia terpilih sebagai pebalap reguler di ajang bergengsi Red Bull Rookies Cup, yang sering disebut sebagai kawah candradimuka bagi calon bintang MotoGP.
Mencetak Sejarah untuk Indonesia di Moto3
Karier Veda terus menanjak dengan kecepatan yang luar biasa. Setelah berhasil mengamankan posisi runner-up di Red Bull Rookies Cup 2025, pintu menuju kejuaraan dunia kelas Moto3 pun terbuka lebar. Veda tidak hanya sekadar numpang lewat; ia berhasil mencetak sejarah sebagai pebalap pertama dari Indonesia yang mampu berdiri di podium Moto3.
Keberhasilan ini menjadi sinyal positif bagi masa depan otomotif Indonesia. Kehadiran Veda di grid Moto3 memberikan harapan baru bahwa Indonesia memiliki pebalap yang mampu bersaing di level tertinggi secara konsisten. Meskipun tekanan besar berada di pundaknya, Veda tetap membumi dan menjadikan setiap keberhasilannya sebagai batu loncatan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi, termasuk impian untuk menembus kelas utama MotoGP di masa depan.
Kesimpulan: Keseimbangan Antara Karier dan Jati Diri
Kisah Veda Ega Pratama mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara mengejar ambisi profesional dan tetap terhubung dengan akar budaya. Kesuksesannya di lintasan balap dunia tidak membuatnya melupakan kenikmatan sederhana dari semangkuk soto atau kehangatan berkumpul dengan keluarga di rumah. Bagi Veda, kuliner Indonesia bukan sekadar pengganjal perut, melainkan bahan bakar emosional yang membantunya tetap tangguh menghadapi tantangan di setiap tikungan sirkuit internasional.
Kini, dengan semangat yang telah terisi kembali lewat masakan nusantara, Veda siap kembali ke lintasan untuk membawa bendera Merah Putih berkibar lebih tinggi lagi. Perjalanan musim ini masih panjang, dan seluruh rakyat Indonesia tentu akan terus mendukung langkah demi langkah pemuda asal Gunungkidul ini dalam mengukir sejarah baru di dunia balap motor internasional.