Langkah Strategis DPR dan Pemerintah Perkuat Otot BUMN: Wacana ‘Buyback’ Saham di Tengah Gejolak Pasar Global

Rizky Ramadhan | Totonews
09 Jun 2026, 10:42 WIB
Langkah Strategis DPR dan Pemerintah Perkuat Otot BUMN: Wacana 'Buyback' Saham di Tengah Gejolak Pasar Global

TotoNews — Di tengah dinamika pasar keuangan global yang kian tak menentu, sebuah pertemuan krusial berlangsung di jantung legislatif Indonesia. Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menginisiasi diskusi tingkat tinggi bersama para pemangku kebijakan ekonomi dan petinggi perbankan nasional. Fokus utamanya satu: memastikan fundamental perusahaan pelat merah tetap kokoh dan memberikan sinyal positif kepada para investor.

Pertemuan yang berlangsung di ruang pimpinan, Nusantara III, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta pada Selasa (9/6/2026) ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Kehadiran sosok-sosok kunci seperti Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) RI Prasetyo Hadi dan Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Dony Oskaria menandakan adanya urgensi dalam menyikapi pergerakan saham BUMN di lantai bursa.

Baca Juga

Misteri Mandau di Lawang Sewu: Kronologi Pria Asal Kalimantan Terjatuh dari Lantai Dua

Misteri Mandau di Lawang Sewu: Kronologi Pria Asal Kalimantan Terjatuh dari Lantai Dua

Sinergi Lintas Sektoral demi Stabilitas Ekonomi

Dalam suasana diskusi yang konstruktif, Dasco terlihat didampingi oleh para nakhoda bank-bank besar yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Di antaranya hadir Direktur Utama BRI Hery Gunardi, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan, serta Direktur Utama Taspen Rony Hanityo Aprianto. Kehadiran para pimpinan lembaga keuangan ini mempertegas bahwa koordinasi antara sektor legislatif, eksekutif, dan korporasi negara sedang diperkuat.

Dasco menekankan bahwa meskipun kondisi ekonomi dunia sedang mengalami tekanan, kinerja fundamental emiten BUMN sebenarnya berada dalam posisi yang sangat baik. Namun, ia tidak menutup mata bahwa sentimen negatif dari pasar internasional kerap memberikan dampak sistemik terhadap harga saham di dalam negeri. Hal inilah yang menjadi latar belakang mengapa langkah preventif perlu segera dirumuskan secara matang.

Baca Juga

Prabowo dalam Pusaran Reformasi: M. Qodari Ungkap Adanya Resistensi ‘Kekuatan Gelap’ Terhadap Pembenahan SDA

Prabowo dalam Pusaran Reformasi: M. Qodari Ungkap Adanya Resistensi ‘Kekuatan Gelap’ Terhadap Pembenahan SDA

Wacana Buyback: Senjata Pamungkas Menjaga Nilai Saham

Salah satu poin paling krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah rencana aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham. Dasco mengungkapkan bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat bagi pemerintah dan BUMN untuk mempertimbangkan opsi ini. Strategi buyback saham dipercaya mampu menstabilkan harga di saat pasar mengalami volatilitas berlebihan.

“Pagi ini kita berkumpul untuk koordinasi, terutama berdiskusi banyak soal paket saham-saham BUMN. Sebenarnya performa mereka sangat bagus, namun situasi pasar global yang fluktuatif mau tidak mau memberikan dampak,” ujar Dasco dengan nada optimis di hadapan awak media yang meliput kegiatan tersebut.

Menurutnya, aksi buyback bukan sekadar upaya intervensi harga, melainkan bentuk kepercayaan diri pemerintah terhadap aset yang dimilikinya. Ketika sebuah perusahaan negara membeli kembali sahamnya dari publik, hal itu mengirimkan pesan kuat kepada pasar bahwa manajemen percaya nilai intrinsik perusahaan jauh lebih tinggi daripada harga pasar saat ini.

Baca Juga

Ocha SMAN 1 Pontianak Temui Gibran: Dari Polemik Juri LCC MPR Hingga Bocoran Ilmu Debat Kelas Dunia

Ocha SMAN 1 Pontianak Temui Gibran: Dari Polemik Juri LCC MPR Hingga Bocoran Ilmu Debat Kelas Dunia

Menghadapi Sentimen Global dengan Kepercayaan Diri

Pasar modal Indonesia memang tidak bisa lepas dari pengaruh eksternal, mulai dari kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat hingga ketegangan geopolitik. Namun, melalui BP BUMN yang dipimpin oleh Dony Oskaria, pemerintah berkomitmen untuk melakukan pengelolaan portofolio yang lebih lincah dan responsif. Penguatan koordinasi ini diharapkan dapat meyakinkan para investor publik bahwa investasi di perusahaan negara tetap aman dan prospektif.

Diskusi ini juga menyentuh aspek teknis mengenai kapan waktu yang paling presisi untuk melakukan eksekusi di pasar. “Kita sudah saatnya berdiskusi bagaimana kita kemudian pada kesempatan yang tepat, menurut saya, kita kembali melakukan buyback atau membeli kembali saham-saham yang beredar,” tambah Dasco.

Baca Juga

Malam Mencekam di Kepulauan Sangihe: Rentetan Gempa Beruntun Hingga Magnitudo 6,8 Mengguncang Sulawesi Utara

Malam Mencekam di Kepulauan Sangihe: Rentetan Gempa Beruntun Hingga Magnitudo 6,8 Mengguncang Sulawesi Utara

Peran Strategis Himbara dan BP BUMN

Himbara, sebagai motor penggerak ekonomi nasional, memiliki peran vital dalam menjaga likuiditas dan kepercayaan pasar. Bank-bank seperti BRI dan BNI selama ini menjadi tulang punggung dalam penyaluran kredit sekaligus kontributor dividen terbesar bagi negara. Oleh karena itu, menjaga kesehatan harga saham mereka bukan hanya soal angka di layar bursa, melainkan soal menjaga marwah ekonomi nasional.

Di sisi lain, pembentukan BP BUMN diharapkan menjadi dirigen yang mampu mengharmonisasikan langkah setiap perusahaan pelat merah agar tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan adanya koordinasi langsung dengan DPR dan Mensesneg, setiap kebijakan strategis yang diambil akan memiliki landasan hukum dan dukungan politis yang kuat.

Mengapa Publik Harus Tetap Tenang?

Para pengamat ekonomi menilai langkah Dasco dan jajaran direksi BUMN ini sebagai bentuk transparansi dan proaktivitas pemerintah. Di tengah isu pelemahan ekonomi global, langkah nyata seperti diskusi buyback ini memberikan sentimen positif yang dibutuhkan pasar. Investor diharapkan tidak melakukan aksi jual panik (panic selling) karena pemerintah sendiri sudah bersiap untuk melakukan intervensi jika diperlukan.

Berikut adalah beberapa poin penting mengapa langkah koordinasi ini sangat krusial bagi ekosistem investasi Indonesia:

  • Stabilitas Harga: Aksi buyback dapat mencegah penurunan harga saham secara drastis akibat sentimen negatif global.
  • Peningkatan Kepercayaan: Menunjukkan bahwa fundamental BUMN tetap solid meskipun ada tekanan eksternal.
  • Efisiensi Modal: Memberikan sinyal bahwa perusahaan memiliki modal yang cukup kuat untuk mengelola asetnya sendiri.
  • Perlindungan Investor: Melindungi nilai investasi masyarakat dan institusi di dalam negeri.

Menatap Masa Depan Pasar Modal Indonesia

Pertemuan ini ditutup dengan kesepahaman bahwa komunikasi antara DPR dan jajaran eksekutif harus terus ditingkatkan. Ke depannya, TotoNews memprediksi akan ada lebih banyak kebijakan yang bersifat preventif untuk melindungi pasar modal domestik. Sinergi antara Sufmi Dasco Ahmad, BP BUMN, dan Himbara diharapkan menjadi benteng pertahanan yang kuat bagi ekonomi Indonesia menghadapi badai global yang mungkin datang sewaktu-waktu.

Dengan langkah-langkah strategis yang terukur, saham-saham unggulan BUMN diprediksi akan kembali melaju positif (rebound) seiring dengan kembalinya kepercayaan pasar. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa setiap sen investasi rakyat di perusahaan negara memberikan manfaat yang maksimal bagi pembangunan bangsa.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *