Skandal Cukai Memanas: Berbekal Dokumen Rahasia, KPK Cecar Haji Her dan Deretan Bos Rokok

Rizky Ramadhan | Totonews
13 Apr 2026, 22:43 WIB
Skandal Cukai Memanas: Berbekal Dokumen Rahasia, KPK Cecar Haji Her dan Deretan Bos Rokok

TotoNews — Laju penyidikan kasus dugaan gratifikasi dan korupsi di lingkungan Bea Cukai kian agresif. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini mulai menyisir peran para pelaku usaha, menyusul ditemukannya dokumen-dokumen vital saat penggeledahan di markas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Nama pengusaha tersohor Khairul Umam, alias Haji Her, menjadi salah satu sosok yang dipanggil untuk memberikan keterangan di hadapan penyidik.

Langkah ini diambil setelah tim penyidikan KPK menemukan jejak digital dan fisik berupa dokumen yang disusun oleh tersangka Orlando alias Otoy. Tidak hanya Haji Her, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah nama besar di industri tembakau lainnya, seperti Liem Eng Hwie, H Rakhmawan, Benny Tan, hingga Martinus Suparman.

Baca Juga

Perayaan Paskah Nasional Golkar 2026: Simbol Inklusivitas dan Kepedulian Sosial bagi Bangsa

Perayaan Paskah Nasional Golkar 2026: Simbol Inklusivitas dan Kepedulian Sosial bagi Bangsa

Dokumen ‘Otoy’ Jadi Pintu Masuk Penyidik

Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menjelaskan bahwa kemunculan nama-nama pengusaha ini bukanlah tanpa alasan. Hasil analisis mendalam terhadap dokumen yang disita dari kantor pusat DJBC menunjukkan adanya interaksi yang perlu diklarifikasi terkait tata kelola cukai rokok.

“Dalam proses penyidikan di Kantor Ditjen Bea Cukai, kami menemukan beberapa dokumen yang dibuat oleh tersangka Orlando. Setelah dianalisis, muncul nama-nama pengusaha rokok tersebut yang diduga memiliki keterkaitan dengan alur perkara ini,” ujar Taufik dalam keterangannya di Gedung Merah Putih KPK.

KPK menegaskan bahwa pemanggilan ini merupakan bagian dari upaya pemetaan dan identifikasi bukti-bukti guna memperjelas keterlibatan pihak lain. Meski mengedepankan asas praduga tak bersalah, KPK memastikan setiap langkah hukum yang diambil memiliki landasan dokumen yang kuat.

Baca Juga

Tegur Ibu yang Kasar pada Anak, Anggota TNI AD Justru Dikeroyok di Stasiun Depok Baru

Tegur Ibu yang Kasar pada Anak, Anggota TNI AD Justru Dikeroyok di Stasiun Depok Baru

Manipulasi Jalur Merah: Benang Merah Korupsi Impor

Selain fokus pada sektor cukai rokok, TotoNews mencatat bahwa kasus ini juga menyeret skema manipulasi jalur impor yang melibatkan PT Blueray. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, membeberkan adanya ‘kongkalikong’ antara pejabat internal Bea Cukai dengan pihak swasta pada Oktober 2025.

Dalam aturannya, barang impor seharusnya melewati filter ketat melalui Jalur Hijau atau Jalur Merah. Namun, oknum pejabat diduga sengaja mengatur parameter jalur tersebut agar pemeriksaan fisik bisa dihindari atau dilonggarkan demi kepentingan pihak tertentu. Tercatat, parameter Jalur Merah disesuaikan hingga angka 70 persen atas perintah atasan di lingkungan intelijen Bea Cukai.

Daftar 7 Tersangka yang Terseret Pusaran Kasus

Hingga saat ini, KPK telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam lingkaran suap dan manipulasi di Bea Cukai. Berikut adalah daftar lengkapnya:

Baca Juga

Misi Diplomasi di Kremlin: Prabowo Gandeng Putin Navigasi Geopolitik Dunia yang Kian Bergejolak

Misi Diplomasi di Kremlin: Prabowo Gandeng Putin Navigasi Geopolitik Dunia yang Kian Bergejolak
  • Rizal (RZL): Eks Direktur Penindakan dan Penyidikan (P2) DJBC (2024-2026).
  • Sisprian Subiaksono (SIS): Kasubdit Intelijen P2 DJBC.
  • Orlando (ORL): Kasi Intelijen DJBC.
  • Budiman Bayu Prasojo (BBP): Kasi Intelijen Cukai P2 DJBC.
  • Jhon Field (JF): Pemilik PT Blueray.
  • Andri (AND): Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray.
  • Dedy Kurniawan (DK): Manajer Operasional PT Blueray.

KPK berkomitmen untuk terus mendalami aliran dana yang diduga mengalir ke kantong para pejabat melalui ‘safe house’ serta mekanisme pungutan yang tidak sah. Investigasi ini diharapkan menjadi pintu masuk untuk bersih-bersih besar di institusi Bea dan Cukai demi menjaga marwah penerimaan negara.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *