Skandal Chat Mesum FHUI: 16 Pelaku Disidang Terbuka, Tangis dan Amarah Korban Pecah di Auditorium
TotoNews — Atmosfer ketegangan menyelimuti Auditorium FH UI semalam saat 16 mahasiswa yang terseret dalam skandal grup chat berkonten pelecehan seksual dihadirkan secara langsung. Ruang yang biasanya menjadi tempat diskusi intelektual itu seketika riuh oleh sorakan dan ungkapan kekecewaan mendalam dari para korban serta mahasiswa lainnya yang merasa ruang aman mereka telah dinodai.
Ketua BEM FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut sengaja digelar sebagai wadah konfrontasi sehat bagi para korban yang menuntut permintaan maaf secara langsung dari para pelaku. Menurut Dimas, luapan emosi yang terjadi merupakan bentuk pertahanan diri atas trauma dan keresahan yang menghantui komunitas mahasiswa dalam beberapa waktu terakhir.
Prabowo Subianto Bicara Soal Tudingan ‘Keras Kepala’: Belajar dari Semangat Pejuang Iran dan Pendiri Bangsa
Ruang Aman yang Terampas
“Suasana yang riuh dan penuh sorakan semalam adalah refleksi nyata dari rasa kecewa. Para korban merasa ruang aman mereka direnggut secara paksa oleh tindakan tidak terpuji para pelaku,” ujar Dimas kepada tim TotoNews, Selasa (14/4/2026). Meski tensi sempat memanas, ia memastikan bahwa forum tetap berjalan terkendali di bawah arahan moderator tanpa adanya kontak fisik terhadap para pelaku.
Sebanyak 16 mahasiswa yang teridentifikasi dalam grup percakapan mesum tersebut dipajang di hadapan publik untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Meski permohonan maaf telah terlontar, Dimas menegaskan bahwa kata-kata saja tidak cukup untuk menyembuhkan luka psikologis yang dialami para korban.
Sanksi Tegas Menjadi Harga Mati
Pihak BEM FH UI menyatakan sikap tegas bahwa proses ini tidak akan berhenti pada sekadar permintaan maaf formal. “Perlu ada sanksi yang nyata, tegas, dan sepenuhnya berpihak pada keadilan bagi korban. Kasus ini bukan sekadar pelanggaran etika biasa, melainkan ancaman serius bagi integritas lingkungan akademik,” tambah Dimas dengan nada lugas.
Skandal Ekspor Motor Ilegal di Kebayoran Lama: Jejak Kejahatan Terorganisir yang Merugikan Negara Rp 177 Miliar
Skandal ini pertama kali mencuat ke permukaan setelah tangkapan layar dari grup pesan instan mahasiswa FHUI bocor di media sosial. Dalam percakapan tersebut, para pelaku kedapatan melontarkan komentar-komentar bernada kekerasan seksual dan merendahkan martabat sejumlah mahasiswi secara spesifik.
Rektorat dan Dekanat Mulai Bertindak
Merespons kegaduhan yang terjadi, Rektor Universitas Indonesia (UI), Heri Hermansyah, menyatakan bahwa pihaknya tengah memantau ketat perkembangan kasus ini di tingkat fakultas. Ia menegaskan komitmen universitas untuk melawan segala bentuk pelecehan di lingkungan kampus. “Kami akan terus memonitor bagaimana penanganan di fakultas. Mari bersama-sama kita lawan pelecehan seksual,” tegas Heri.
Di sisi lain, Dekanat FHUI melalui akun resmi media sosialnya telah mengecam keras tindakan para mahasiswa tersebut. Berdasarkan laporan yang masuk pada 12 April 2026, pihak fakultas kini tengah mendalami potensi pelanggaran kode etik hingga unsur tindak pidana dalam aktivitas grup chat tersebut. Penyelidikan ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum dan perlindungan maksimal bagi seluruh civitas akademika dari perilaku yang bertentangan dengan nilai hukum dan etika akademik.
Misteri Surat Terakhir Jeffrey Epstein: Antara Sangkalan Keras dan Kendali Atas Kematian