Seteru Panas Trump vs Vatikan: Retorika Tajam di Truth Social hingga Kontroversi Gambar AI ‘Sang Penyembuh’

Andini Putri Lestari | Totonews
15 Apr 2026, 21:41 WIB
Seteru Panas Trump vs Vatikan: Retorika Tajam di Truth Social hingga Kontroversi Gambar AI 'Sang Penyembuh'

TotoNews — Hubungan diplomatik antara Washington dan Vatikan kini tengah berada di bawah sorotan tajam setelah serangkaian serangan verbal yang diluncurkan oleh Donald Trump terhadap Paus Leo XIV. Selama tiga hari terakhir, jagat media sosial Truth Social menjadi saksi bisu bagaimana sang mantan Presiden Amerika Serikat tersebut meluapkan amarahnya, memicu kegaduhan yang merembet hingga ke koridor kekuasaan di Pentagon.

Awal Mula Ketegangan: Kritik di Balik Doa Malam

Api perselisihan ini sebenarnya mulai memercik ketika pejabat tinggi Pentagon memberikan teguran kepada diplomat Vatikan. Pemicunya adalah sejumlah komentar Paus Leo XIV yang dinilai menyentil kebijakan luar negeri pemerintahan Trump secara implisit. Meski Kardinal Christophe Pierre telah bertemu dengan pihak kementerian perang AS untuk mengklarifikasi bahwa pertemuan tersebut hanyalah bagian dari misi rutin kepausan, narasi mengenai keretakan hubungan AS-Vatikan telanjur menyebar luas.

Baca Juga

Tragedi Memilukan di Gudang Amazon: Antara Efisiensi Logistik dan Keselamatan Nyawa

Tragedi Memilukan di Gudang Amazon: Antara Efisiensi Logistik dan Keselamatan Nyawa

Puncaknya terjadi pada Sabtu malam, saat Paus Leo XIV dalam pesan doa malamnya menyinggung soal Perang Iran. Sang Pontifex menyebut konflik tersebut dipicu oleh “khayalan kemahakuasaan” manusia yang kian agresif. Beliau menyerukan penghentian konflik bersenjata dan mengajak para pemimpin dunia untuk kembali ke meja dialog, bukan meja perencanaan senjata.

“Cukup sudah pemujaan terhadap diri sendiri dan uang! Hentikan pamer kekuasaan! Kekuatan sejati terlihat saat seseorang melayani kehidupan,” tegas Paus dalam pesannya yang emosional.

Serangan Balik Trump di Truth Social

Donald Trump, yang dikenal dengan gaya komunikasinya yang frontal, tidak tinggal diam. Melalui platform besutannya, Truth Social, ia melancarkan serangan panjang yang menyebut Paus Leo XIV sosok yang “lemah” dalam isu kejahatan dan politik luar negeri. Trump bahkan mengungkit masa pandemi COVID-19, menuduh Gereja diam saat aparat menangkap para rohaniwan yang tetap menggelar kebaktian.

Baca Juga

Menyingkap Tabir Kepalsuan: Kontras Tajam Foto Media Sosial vs Realita yang Bikin Geleng Kepala

Menyingkap Tabir Kepalsuan: Kontras Tajam Foto Media Sosial vs Realita yang Bikin Geleng Kepala

Dalam retorikanya yang provokatif, Trump justru memuji saudara kandung Paus, Louis Prevost, yang merupakan pendukung fanatik gerakan MAGA di Florida. “Dia (Louis) mengerti, sedangkan Leo tidak! Saya tidak ingin pemimpin agama yang merasa tidak apa-apa jika Iran memiliki senjata nuklir,” tulis Trump dengan nada geram.

Kemarahan Trump semakin meledak setelah muncul laporan bahwa Paus bertemu dengan David Axelrod, ahli strategi era Obama. Trump melabeli Axelrod sebagai “pecundang sayap kiri” dan menuding Paus telah terjebak dalam arus politik radikal ketimbang fokus pada tugas penggembalaan umat di Gereja Katolik.

Kontroversi Gambar AI: Antara ‘Yesus’ dan ‘Dokter’

Tak berhenti pada serangan teks, Trump sempat mengunggah gambar hasil kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya dalam sosok yang menyerupai Yesus Kristus. Gambar tersebut memperlihatkan Trump memancarkan cahaya ilahi sambil menyembuhkan orang sakit, dengan sosok iblis di latar belakang.

Baca Juga

Misi Artemis III: Ambisi Besar NASA Menaklukkan Bulan Kembali Usai Kesuksesan Artemis II

Misi Artemis III: Ambisi Besar NASA Menaklukkan Bulan Kembali Usai Kesuksesan Artemis II

Unggahan ini memicu gelombang kecaman sebelum akhirnya dihapus. Saat dikonfirmasi wartawan, Trump memberikan pembelaan yang unik. Ia mengklaim bahwa gambar tersebut sebenarnya adalah dirinya sebagai seorang dokter. Sementara itu, JD Vance, sang wakil presiden, membela bosnya dengan menyebut unggahan tersebut hanyalah sebuah lelucon yang gagal dipahami oleh publik.

Respons Tenang Paus Leo XIV

Di tengah badai kritik tersebut, Paus Leo XIV tetap menunjukkan ketenangannya. Berbicara kepada awak media di atas pesawat kepausan dalam perjalanan menuju Afrika, beliau menegaskan bahwa dirinya bukanlah seorang politisi dan tidak berniat masuk ke dalam lingkaran debat kusir.

“Tugas saya adalah menyuarakan pesan Injil, yang sering kali disalahgunakan oleh sebagian orang. Saya tidak takut pada pemerintahan Trump. Saya hanya akan terus berdiri menyuarakan perdamaian dan rekonsiliasi bagi mereka yang menderita akibat perang,” ujar Paus dengan tegas. Beliau menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa diplomasi Vatikan akan selalu mengutamakan kemanusiaan di atas ambisi politik manapun.

Baca Juga

Digital Realty Bersama Pimpin Revolusi AI Nasional dengan Data Center Tier IV dan Konektivitas Global ServiceFabric

Digital Realty Bersama Pimpin Revolusi AI Nasional dengan Data Center Tier IV dan Konektivitas Global ServiceFabric
Andini Putri Lestari

Andini Putri Lestari

Antusias teknologi dan internet. Andini bertugas mengisi kolom Inet dengan ulasan gadget terbaru dan edukasi literasi digital bagi generasi milenial.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *