Diterjang Hujan Deras, 7 Desa di Cianjur Terendam Banjir Luapan Sungai
TotoNews — Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, sejak Minggu sore memicu luapan sungai dan sistem drainase yang tak lagi mampu menampung debit air. Akibatnya, tujuh desa yang tersebar di dua kecamatan terendam banjir, melumpuhkan akses jalan utama serta merusak fasilitas umum dan bangunan warga.
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 20.00 WIB ketika debit air sungai mulai naik secara signifikan. Meski awalnya genangan hanya setinggi 10 sentimeter, derasnya guyuran hujan membuat ketinggian air melonjak drastis hingga mencapai satu meter di beberapa titik lokasi. “Hujan tidak berhenti sejak sore, dan puncaknya jam 8 malam air langsung naik tinggi sekali,” ungkap Alawi (30), seorang warga Desa Peuteuyconding, Kecamatan Cibeber.
Gibran Rakabuming Puji Jusuf Kalla: Sosok Mentor Berpengalaman dan Idola Bangsa
Dampak dari musibah banjir cianjur ini pun cukup memprihatinkan. Di Desa Peuteuyconding, terjangan air tidak hanya merendam perabotan rumah tangga, tetapi juga dilaporkan menjebol lantai sebuah madrasah yang menjadi tempat mengaji anak-anak setempat. Selain merusak bangunan, akses jalan utama Cianjur-Cibeber sempat lumpuh total karena genangan air yang terlalu tinggi untuk dilintasi kendaraan.
Enam Desa di Cibeber Terdampak Serius
Camat Cibeber, Ardian Athoillah, mengonfirmasi bahwa terdapat enam desa di wilayahnya yang terdampak langsung oleh hujan deras yang terjadi selama berjam-jam tersebut. Puluhan rumah warga dilaporkan terendam, meski saat ini petugas masih melakukan validasi data di lapangan.
“Untuk informasi sementara, ada enam desa yang terkena dampak. Saat ini kondisi air sudah mulai berangsur surut, dan warga mulai bergerak untuk membersihkan sisa-sisa lumpur di dalam rumah mereka,” jelas Ardian. Meskipun genangan di jalan utama sudah menghilang, beberapa titik pemukiman masih menyisakan genangan air setinggi kurang dari 10 sentimeter.
Darurat Keselamatan Perkeretaapian: Menakar Solusi di Balik Rentetan Insiden Perlintasan Sebidang
Situasi di Kecamatan Cilaku
Sementara itu, wilayah Kecamatan Cilaku juga tidak luput dari terjangan air. Kapolsek Cilaku, AKP Isep, menyatakan bahwa Desa Sukasari menjadi wilayah tunggal di kecamatannya yang terendam banjir. Tercatat sedikitnya 30 rumah warga terendam air akibat luapan drainase.
“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Fokus warga sekarang adalah pembersihan rumah dari material lumpur pasca bencana alam tersebut,” tutur AKP Isep.
Imbauan Waspada Hewan Liar dan Listrik
Otoritas setempat mengingatkan masyarakat untuk tidak lengah meskipun banjir mulai surut. Potensi ancaman baru muncul pascabanjir, yakni masuknya hewan liar seperti ular dan biawak ke area pemukiman warga. Masyarakat juga diminta untuk memeriksa kembali jaringan listrik di rumah masing-masing guna menghindari risiko sengatan listrik atau kebakaran akibat korsleting yang dipicu oleh cuaca ekstrem ini.
Tensi Memuncak: Israel Gempur Jantung Petrokimia Iran Usai Ultimatum Keras Donald Trump