Houthi Ancam Blokade Total Selat Bab al-Mandeb: Gertakan Keras untuk Donald Trump di Tengah Bara Konflik Yaman
TotoNews — Atmosfer geopolitik di koridor Laut Merah kembali memanas setelah kelompok Houthi melontarkan peringatan keras yang ditujukan langsung kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Kelompok Houthi mengancam akan melakukan blokade total terhadap Selat Bab al-Mandeb, sebuah jalur urat nadi pelayaran dunia, jika Washington dianggap terus merintangi upaya perdamaian di kawasan tersebut.
Wakil Menteri Luar Negeri pemerintah Houthi, Hussein al-Ezzi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ragu mengambil langkah ekstrem tersebut. Dalam sebuah pernyataan yang bernada provokatif di platform X, al-Ezzi memberikan peringatan bahwa kendali atas Selat Bab al-Mandeb sepenuhnya berada di tangan Sanaa.
Peringatan Keras bagi Gedung Putih
“Jika Sanaa memutuskan untuk menutup Bab al-Mandeb, maka seluruh umat manusia dan jin sekalipun akan benar-benar tidak berdaya untuk membukanya kembali,” tulis al-Ezzi dengan nada hiperbolis yang menggambarkan betapa seriusnya ancaman tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh Al Jazeera pada Minggu (19/4/2026).
Kedok ‘Anak Pimpinan DPRD’ Terbongkar, Pernikahan Sesama Jenis di Malang Berakhir di Jalur Hukum
Menurut al-Ezzi, langkah terbaik bagi Donald Trump dan komunitas internasional yang terlibat dalam konflik Timur Tengah adalah segera menghentikan segala kebijakan yang menghalangi proses perdamaian. Ia menuntut adanya penghormatan terhadap kedaulatan dan hak-hak rakyat Yaman sebagai syarat mutlak stabilitas di jalur perairan tersebut.
Vitalitas Selat Bab al-Mandeb dalam Ekonomi Global
Selat Bab al-Mandeb bukanlah sekadar perairan biasa. Sebagai pintu gerbang yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, selat ini merupakan titik krusial bagi lalu lintas kapal menuju Terusan Suez. Dengan lebar hanya 29 kilometer pada titik tersempitnya, jalur ini menciptakan tantangan logistik yang besar karena hanya menyisakan dua jalur navigasi untuk kapal masuk dan keluar.
Situasi Membaik, Kuwait Resmi Pulihkan Operasional Ruang Udara Pasca Konflik Regional
Blokade di titik ini akan berdampak katastropik bagi ekonomi dunia. Jalur ini menjadi lintasan utama bagi komoditas energi, terutama minyak mentah dan bahan bakar fosil dari kawasan Teluk menuju Mediterania dan Asia. Tak hanya itu, pasokan minyak dari Rusia pun sangat bergantung pada keamanan jalur ini.
Efek Domino Kebijakan Luar Negeri Trump
Ketegangan ini tidak lepas dari dinamika yang terjadi di wilayah tetangga. Sebelumnya, Iran sempat membuka kembali Selat Hormuz menyusul kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah di Lebanon. Langkah tersebut sempat memberikan angin segar bagi pasar global, yang ditandai dengan penurunan harga minyak secara signifikan.
Namun, kebijakan keras Donald Trump yang bersikeras memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran hingga tercapai kesepakatan damai yang lebih luas justru memicu reaksi sebaliknya. Teheran mengancam akan kembali menutup Selat Hormuz sebagai balasan atas tekanan ekonomi tersebut. Kondisi ini menempatkan keamanan maritim global dalam posisi yang sangat rentan, di mana setiap gesekan diplomatik dapat berujung pada krisis energi internasional.
MUI Serukan Penghentian Polemik Pernyataan Jusuf Kalla: Saatnya Kedepankan Tabayun dan Persatuan
TotoNews akan terus memantau perkembangan terkini dari eskalasi di Yaman dan dampaknya terhadap stabilitas politik global.