Ketegangan Politik: Jusuf Kalla Ungkap Peran Vitalnya di Balik Takhta Jokowi, Projo Pasang Badan

Rizky Ramadhan | Totonews
20 Apr 2026, 06:46 WIB
Ketegangan Politik: Jusuf Kalla Ungkap Peran Vitalnya di Balik Takhta Jokowi, Projo Pasang Badan

TotoNews — Suasana perpolitikan tanah air kembali menghangat menyusul pernyataan lugas dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK). Dalam sebuah pertemuan yang penuh tensi, tokoh senior yang akrab disapa JK ini secara terbuka mengklaim bahwa dirinya merupakan sosok kunci yang membukakan pintu bagi karier politik Joko Widodo (Jokowi) hingga berhasil menduduki kursi kepresidenan.

Kekesalan JK dan Tabir di Balik Kasus Ijazah

Pernyataan ini bukan tanpa alasan. JK merasa gerah dengan berbagai tudingan yang menyudutkan dirinya, terutama terkait isu dana dalam kasus ijazah Presiden ke-7 RI yang diembuskan oleh pihak tertentu. Merasa namanya diseret secara tidak adil, JK akhirnya memutuskan untuk buka suara dan mengingatkan publik mengenai rekam jejak sejarah politik yang mungkin mulai terlupakan.

Baca Juga

Skandal Foto AI di Aplikasi JAKI: PSI Kecam Manipulasi Laporan yang Cederai Kepercayaan Publik

Skandal Foto AI di Aplikasi JAKI: PSI Kecam Manipulasi Laporan yang Cederai Kepercayaan Publik

“Saya marah karena dituduh memberi dana Rp 5 miliar untuk kasus itu. Bertemu saja tidak pernah, apalagi mengenal orangnya. Ini semua pengalihan isu semata,” tegas JK saat ditemui di kediamannya di Jakarta Selatan. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan posisinya yang netral namun terpaksa mengungkap fakta sejarah demi meluruskan narasi yang berkembang di kalangan buzzer politik.

Dari Solo ke Jakarta: Peran Sang ‘King Maker’

JK menceritakan bagaimana dirinya menjadi jembatan yang membawa Jokowi dari Solo menuju panggung megah Jakarta. Ia mengaku sebagai orang yang menyodorkan nama Jokowi kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk maju dalam ajang Pilkada DKI Jakarta. Tak berhenti di situ, JK juga menyinggung momen krusial menjelang Pilpres 2014.

Baca Juga

Keamanan Level Mall! Inovasi Smart Gate di Gang Gandaria Utara Jakarta Selatan Jadi Sorotan

Keamanan Level Mall! Inovasi Smart Gate di Gang Gandaria Utara Jakarta Selatan Jadi Sorotan

Menurut penuturan JK, Megawati pada awalnya sempat ragu untuk memberikan restu penuh kepada Jokowi karena dianggap belum cukup berpengalaman. Namun, restu itu akhirnya turun dengan satu syarat mutlak: Jusuf Kalla harus bersedia mendampingi sebagai calon wakil presiden. “Ibu Mega bilang kepada saya, ‘Pak JK, tolong bimbing dia karena beliau belum berpengalaman.’ Jadi, janganlah coba-coba memutarbalikkan fakta,” imbuh JK dengan nada bicara yang tegas.

Reaksi Keras Relawan Projo

Pernyataan JK yang meledak di ruang publik ini langsung mendapat tanggapan dingin dari relawan Projo. Sekretaris Jenderal Projo, Freddy Alex Damanik, menegaskan bahwa kemenangan Jokowi bukan karena jasa individu semata, melainkan buah dari demokrasi Indonesia yang sehat dan kepercayaan murni dari rakyat.

Baca Juga

Skandal Penyekapan Surabaya: Alibi ‘Wisata Lansia’ Lisa Andriana Demi Kuras Harta Miliaran Rupiah

Skandal Penyekapan Surabaya: Alibi ‘Wisata Lansia’ Lisa Andriana Demi Kuras Harta Miliaran Rupiah

“Kami sangat menghormati Bapak Jusuf Kalla sebagai tokoh bangsa. Namun, perlu kami luruskan bahwa kemenangan Joko Widodo adalah murni mandat rakyat. Keberhasilan beliau berakar dari kepemimpinan yang lahir dari bawah, kerja nyata, dan kedekatan emosional dengan masyarakat luas,” ujar Freddy dalam keterangan resminya. Projo juga menekankan peran kolektif partai pengusung seperti PDI Perjuangan dan elemen relawan lainnya sebagai pilar utama kemenangan tersebut.

Meluruskan Narasi ‘Tidak Tahu Terima Kasih’

Menanggapi polemik yang semakin meluas, juru bicara JK, Husain Abdullah, memberikan klarifikasi tambahan. Menurut Husain, JK sebenarnya telah lama memendam hal ini dan hanya ingin memberikan edukasi politik kepada para loyalis yang sering menuduh JK sebagai sosok yang tidak tahu balas budi.

Baca Juga

Eskalasi di Teluk: Trump Ancam Lumpuhkan Infrastruktur Vital Iran dalam Waktu 4 Jam

Eskalasi di Teluk: Trump Ancam Lumpuhkan Infrastruktur Vital Iran dalam Waktu 4 Jam

“Pak JK hanya ingin menegaskan awal mula Jokowi ‘manggung’ di level nasional. Tanpa dibukakan pintu ke Jakarta, mungkin jalannya akan berbeda. Ini bukan soal sombong, tapi soal meluruskan sejarah agar tidak ada lagi narasi menyesatkan yang menyebut Pak JK hanya mendompleng kekuasaan,” jelas Husain. Ia menutup dengan penegasan bahwa kerja sama Jokowi dan JK di masa lalu adalah sinergi antara elektabilitas tinggi dan pengalaman birokrasi yang matang.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *