Ketegangan Memuncak di Yerusalem: Aksi Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al-Aqsa Tuai Kecaman Global

Rizky Ramadhan | Totonews
23 Apr 2026, 06:43 WIB
Ketegangan Memuncak di Yerusalem: Aksi Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al-Aqsa Tuai Kecaman Global

TotoNews — Situasi di Yerusalem kembali memanas menyusul aksi provokatif sekelompok pemukim Israel yang menerobos masuk ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsa. Tak sekadar masuk, mereka dilaporkan melakukan tindakan yang memicu amarah umat Muslim dunia dengan mengibarkan bendera Israel di salah satu situs paling suci tersebut pada Selasa (21/4).

Insiden ini terjadi di bawah pengawalan ketat kepolisian Israel. Para pemukim memasuki area kompleks melalui Gerbang Mughrabi, yang selama ini menjadi titik masuk sensitif. Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh tim TotoNews, aksi tersebut tidak hanya sebatas pengibaran bendera, tetapi juga melibatkan ritual keagamaan yang dianggap melanggar kesepakatan sejarah terkait status quo tempat suci tersebut.

Baca Juga

Tragedi Putaran Balik Pantura Demak: Niat Bantu Seberangkan Mobil, Pak Ogah Tewas Terhantam Truk

Tragedi Putaran Balik Pantura Demak: Niat Bantu Seberangkan Mobil, Pak Ogah Tewas Terhantam Truk

Ritual Prostat dan Pelanggaran di Area Suci

Dalam rekaman video yang viral di jagat maya, terlihat kelompok pemukim Yahudi melakukan apa yang disebut sebagai “sujud epik” atau prostrasi keagamaan, khususnya di area timur kompleks masjid. Bagi umat Islam, Yerusalem dan Al-Aqsa adalah kiblat pertama dan situs suci ketiga paling penting di dunia. Sementara bagi umat Yahudi, lokasi ini dikenal sebagai Temple Mount atau Bukit Bait Suci.

Otoritas Wakaf Islam di Yerusalem mengecam keras tindakan ini. Mereka menegaskan bahwa aktivitas tersebut merupakan bentuk agresi nyata dan pelecehan terhadap kesucian masjid yang telah dijaga selama berabad-abad. Sejak tahun 2003, kepolisian Israel secara sepihak memang mengizinkan masuknya pemukim Yahudi dalam dua sesi waktu setiap harinya, namun tindakan pengibaran bendera dan ritual terbuka ini dipandang melampaui batas toleransi yang ada.

Baca Juga

Jeda Senjata di Garis Depan: Putin Umumkan Gencatan Senjata Satu Hari Demi Paskah Ortodoks

Jeda Senjata di Garis Depan: Putin Umumkan Gencatan Senjata Satu Hari Demi Paskah Ortodoks

Gelombang Kecaman Internasional

Langkah provokatif ini memicu reaksi keras dari berbagai negara. Pemerintah Pakistan, melalui Kementerian Luar Negerinya, menyampaikan kutukan mendalam atas pelanggaran tersebut. Mereka menyebut aksi ini sebagai bentuk impunitas pemukim ilegal yang beroperasi di bawah perlindungan militer dan menuntut tindakan tegas dari komunitas internasional untuk melindungi situs-situs suci di wilayah pendudukan.

Senada dengan Pakistan, Qatar juga melayangkan protes diplomatik. Doha menegaskan bahwa pengibaran bendera Israel di halaman masjid adalah pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional. Qatar mendesak agar dunia tidak tinggal diam melihat upaya sistematis untuk mengubah identitas Islam di Yerusalem Timur.

Konteks Ketegangan dan Sejarah Penutupan

Aksi ini terjadi dalam suasana yang sangat sensitif, bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Israel yang bagi warga Palestina diperingati sebagai hari Nakba atau bencana. Selain itu, situasi di Tepi Barat memang tengah bergejolak akibat eskalasi konflik yang melibatkan berbagai kekuatan regional.

Baca Juga

Maut di Balik Teralis Besi: Tragedi Kebakaran Jakarta Barat yang Merenggut Nyawa Satu Keluarga

Maut di Balik Teralis Besi: Tragedi Kebakaran Jakarta Barat yang Merenggut Nyawa Satu Keluarga

Sebelumnya, Masjid Al-Aqsa sempat mengalami penutupan paksa selama 40 hari oleh otoritas Israel. Pembatasan akses ini baru saja dilonggarkan, di mana ribuan jamaah akhirnya bisa kembali melaksanakan salat subuh di masjid tersebut setelah akses dibatasi akibat dampak ketegangan geopolitik yang lebih luas di kawasan tersebut. Pembukaan kembali gerbang-gerbang masjid sempat memberikan harapan akan ketenangan, namun insiden pengibaran bendera ini justru kembali membakar sumbu konflik.

Dengan pengamanan yang terus diperketat di lorong-lorong Kota Tua Yerusalem, masa depan stabilitas di kawasan ini tetap menjadi tanda tanya besar. Komunitas internasional kini menanti langkah nyata untuk memastikan bahwa konflik Israel-Palestina tidak semakin meluas akibat provokasi di tempat-tempat ibadah.

Baca Juga

Diplomasi Kilat Menlu Iran: Abbas Araghchi Temui Vladimir Putin di Moskow Bahas Stabilitas Kawasan

Diplomasi Kilat Menlu Iran: Abbas Araghchi Temui Vladimir Putin di Moskow Bahas Stabilitas Kawasan
Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *