Netanyahu Ungkap Upaya Sabotase Hizbullah di Tengah Ambisi Perdamaian Israel-Lebanon

Rizky Ramadhan | Totonews
25 Apr 2026, 00:41 WIB
Netanyahu Ungkap Upaya Sabotase Hizbullah di Tengah Ambisi Perdamaian Israel-Lebanon

TotoNews — Atmosfer geopolitik di Timur Tengah kembali memanas menyusul pernyataan keras yang dilontarkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Di tengah upaya merajut rekonsiliasi, Netanyahu secara terbuka menuding kelompok Hizbullah sedang berupaya keras merusak fondasi kesepakatan damai yang tengah dibangun antara Israel dan Lebanon.

Visi Perdamaian yang Terancam

Dalam sebuah pernyataan resmi pasca perpanjangan masa gencatan senjata, Netanyahu menegaskan bahwa pihaknya telah melangkah ke dalam prosesi diplomatik yang ia sebut sebagai upaya perdamaian bersejarah. Namun, harapan tersebut kini dibayangi oleh manuver lapangan yang dianggap provokatif.

“Kami telah menginisiasi sebuah proses besar untuk mencapai titik temu bersejarah antara Israel dan Lebanon. Sangat jelas bagi kami bahwa Hizbullah berupaya melakukan sabotase terhadap langkah besar ini,” ujar Netanyahu sebagaimana dilaporkan pada akhir April 2026 ini.

Baca Juga

Membangun Narasi Budaya di Era Digital: Kemenbud Tantang Kreativitas Generasi Muda Lewat Lomba Video ‘Aku dan Budayaku’

Membangun Narasi Budaya di Era Digital: Kemenbud Tantang Kreativitas Generasi Muda Lewat Lomba Video ‘Aku dan Budayaku’

Respons Militer di Deir Aames

Ketegangan ini bukan sekadar retorika di meja perundingan. Militer Israel (IDF) dilaporkan baru saja melancarkan serangan presisi ke sebuah infrastruktur militer di kawasan Deir Aames, Lebanon Selatan. Serangan ini diklaim sebagai balasan langsung atas peluncuran roket ke wilayah Shtula di Israel sehari sebelumnya.

Netanyahu menekankan bahwa struktur yang menjadi target adalah fasilitas yang digunakan oleh organisasi tersebut untuk merancang aksi teror terhadap kedaulatan negaranya. Sebelum serangan dilakukan, Juru Bicara IDF, Avichay Adraee, telah menginstruksikan warga sipil di Deir Aames untuk menjauh dari lokasi dalam radius satu kilometer demi keamanan mereka.

Dukungan AS dan Tekanan Terhadap Iran

Di balik gejolak perbatasan, Netanyahu juga membeberkan dinamika diplomasinya dengan sekutu utama, Amerika Serikat. Ia mengungkapkan telah menjalin komunikasi yang sangat produktif dengan Donald Trump terkait strategi menghadapi Iran.

Baca Juga

Grace Natalie Buka Suara Terkait Kontroversi Video Jusuf Kalla: Tidak Ada Masalah Pribadi, Itu Hanya Respons Warga Negara

Grace Natalie Buka Suara Terkait Kontroversi Video Jusuf Kalla: Tidak Ada Masalah Pribadi, Itu Hanya Respons Warga Negara

“Kerja sama kami berjalan penuh. Trump memberikan tekanan yang sangat signifikan terhadap Iran, baik dari sisi kekuatan ekonomi maupun militer,” tambah Netanyahu tanpa merinci detail waktu percakapan tersebut. Hal ini memberikan sinyal bahwa konfrontasi di Lebanon sangat berkaitan erat dengan peta persaingan yang lebih luas dengan Teheran di kawasan Timur Tengah.

Situasi di Garis Kuning

Meskipun status gencatan senjata masih berlaku, kehadiran pasukan Israel di wilayah utara ‘Garis Kuning’ Lebanon menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas saat ini. IDF berdalih bahwa operasi terarah tetap diperlukan selama aktivitas yang dianggap mengancam keamanan terus terdeteksi di lapangan. Kini, publik menanti apakah ambisi perdamaian bersejarah yang disebut Netanyahu akan benar-benar terwujud atau justru kembali tenggelam dalam siklus kekerasan yang panjang.

Baca Juga

Diplomasi Dingin Berlin: Jerman Tak Gentar Hadapi Gertakan Donald Trump Soal Pengurangan Pasukan AS

Diplomasi Dingin Berlin: Jerman Tak Gentar Hadapi Gertakan Donald Trump Soal Pengurangan Pasukan AS
Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *