Jaga Ketahanan Pangan, Wamentan Sudaryono Larang Keras Penyembelihan Sapi Betina Produktif

Rizky Ramadhan | Totonews
25 Apr 2026, 16:41 WIB
Jaga Ketahanan Pangan, Wamentan Sudaryono Larang Keras Penyembelihan Sapi Betina Produktif

TotoNews — Menjelang perayaan Idul Adha yang kian dekat, Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, mengeluarkan imbauan tegas bagi seluruh lapisan masyarakat dan para peternak di tanah air. Dalam sebuah narasi besar untuk menjaga kedaulatan pangan, ia meminta agar sapi betina produktif tidak dijadikan hewan kurban, melainkan dipertahankan untuk menjamin masa depan populasi ternak Indonesia.

Pesan krusial ini disampaikan Sudaryono saat menghadiri perhelatan bergengsi Kontes Sapi APPSI yang berlangsung di Wonosobo, Jawa Tengah, pada Sabtu (25/4/2026). Menurutnya, setiap satu ekor sapi betina yang disembelih prematur berarti satu langkah mundur bagi upaya peningkatan populasi sapi nasional yang tengah digenjot pemerintah.

Langkah Strategis Mengurangi Impor

Sudaryono menggarisbawahi fakta bahwa Indonesia masih harus mendatangkan daging dan susu dari luar negeri karena jumlah sapi hidup yang ada saat ini belum mampu menutup celah kebutuhan domestik yang begitu tinggi. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa sapi betina produktif adalah aset berharga yang harus dilindungi.

Baca Juga

Tragedi Pembunuhan Kacab Bank: Kesaksian Mertua Ungkap Detik-Detik Mencekam Penculikan oleh Oknum TNI

Tragedi Pembunuhan Kacab Bank: Kesaksian Mertua Ungkap Detik-Detik Mencekam Penculikan oleh Oknum TNI

“Alasan mengapa kita masih bergantung pada impor daging dan susu adalah karena populasi sapi hidup kita belum mencukupi. Maka dari itu, menjaga betina produktif adalah kunci agar kita tidak terus-menerus bergantung pada pihak luar,” ujar Sudaryono dalam pidatonya yang penuh semangat.

Vaksinasi: Investasi Murah untuk Aset Mewah

Tak hanya menyoroti soal pemotongan, Wamentan juga memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan hewan ternak. Ia mengingatkan para peternak untuk tidak abai terhadap ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Baginya, melakukan vaksinasi mandiri adalah bentuk pencegahan yang sangat efisien secara ekonomi.

“Harga satu dosis vaksin itu hanya sekitar Rp 25 ribu. Jika dibandingkan dengan nilai satu ekor sapi yang bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah, biaya tersebut sangatlah kecil. Jangan sampai karena lalai divaksin, peternak harus menanggung kerugian besar,” jelasnya. Ia juga mendorong agar para peternak lebih mandiri dan tidak selalu menunggu bantuan pemerintah dalam hal mitigasi penyakit.

Baca Juga

Perkuat Operasional Satgas, BPA Serahkan Aset Rampasan Koruptor di Jakarta Selatan ke Jampidsus

Perkuat Operasional Satgas, BPA Serahkan Aset Rampasan Koruptor di Jakarta Selatan ke Jampidsus

Peluang Emas Investasi Peternakan

Menutup pernyataannya, Sudaryono mengajak pemerintah daerah untuk lebih peka terhadap kendala yang dihadapi peternak di lapangan, mulai dari urusan fasilitas kandang hingga dukungan teknis lainnya. Ia optimis bahwa sektor peternakan memiliki masa depan yang sangat cerah seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat akan kebutuhan protein hewani.

“Saat ini, permintaan pasar untuk susu dan daging selalu tinggi. Ini adalah peluang investasi peternakan yang sangat menjanjikan. Saya mengajak para pelaku usaha untuk tidak hanya fokus pada penggemukan, tetapi juga mulai melirik pengembangan sapi perah agar kebutuhan protein nasional bisa terpenuhi dari dalam negeri,” pungkasnya.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *