Aksi Putus Asa di India: Gagal Cairkan Tabungan, Pria Ini Nekat Bawa Kerangka Adiknya ke Bank

Rizky Ramadhan | Totonews
29 Apr 2026, 22:42 WIB
Aksi Putus Asa di India: Gagal Cairkan Tabungan, Pria Ini Nekat Bawa Kerangka Adiknya ke Bank

TotoNews — Sebuah pemandangan memilukan sekaligus mengerikan menggegerkan publik India Timur baru-baru ini. Seorang pria paruh baya terpaksa melakukan tindakan ekstrem dengan membawa sisa-sisa kerangka jenazah adiknya langsung ke hadapan petugas bank. Langkah drastis ini diambil sebagai upaya terakhir untuk membuktikan kematian sang adik setelah berkali-kali gagal mencairkan dana tabungan di rekening almarhumah.

Puncak Frustrasi Menghadapi Tembok Birokrasi

Pria tersebut diidentifikasi bernama Jitu Munda (52), warga distrik Keonjhar, negara bagian Odisha. Video yang merekam aksi Munda saat menenteng kerangka tulang belulang itu mendadak viral di jagat maya, memicu gelombang simpati sekaligus kemarahan publik terhadap sistem perbankan yang dianggap tidak manusiawi. Munda mengaku tindakannya dipicu oleh rasa frustrasi yang mendalam karena permohonan penarikan uang miliknya selalu ditolak oleh pihak bank.

Baca Juga

Tragedi Berdarah di Bandar Lampung: Brigadir Arya Supena Gugur Diterjang Timah Panas Saat Hadang Komplotan Pencuri Motor

Tragedi Berdarah di Bandar Lampung: Brigadir Arya Supena Gugur Diterjang Timah Panas Saat Hadang Komplotan Pencuri Motor

Masalah bermula saat pihak bank bersikeras meminta dokumen resmi berupa akta kematian untuk memproses penutupan rekening. Sayangnya, Munda tidak memiliki dokumen formal tersebut. Karena tak kunjung mendapatkan solusi, pria malang ini akhirnya nekat menggali kembali makam adiknya dan membawa sisa-sisa jenazah yang sudah menjadi kerangka itu ke kantor cabang sebagai bukti fisik autentik bahwa sang pemilik rekening telah tiada.

Klarifikasi Pihak Bank dan Penjelasan Prosedur

Menanggapi kehebohan yang terjadi, pihak perbankan segera memberikan pernyataan resmi. Mereka membantah telah menginstruksikan Munda untuk membawa kerangka manusia ke kantor mereka. Sebaliknya, manajemen bank berdalih bahwa mereka hanya meminta dokumen legal yang diwajibkan oleh undang-undang sebagai syarat verifikasi ahli waris.

Baca Juga

Bareskrim Polri Dorong Perampasan Aset Bandar Masuk RUU Narkotika: Strategi Lumpuhkan Gurita Bisnis Haram

Bareskrim Polri Dorong Perampasan Aset Bandar Masuk RUU Narkotika: Strategi Lumpuhkan Gurita Bisnis Haram

“Insiden ini tampaknya berakar dari kurangnya pemahaman masyarakat mengenai prosedur hukum yang berlaku,” ujar perwakilan bank dalam keterangan tertulisnya. Mereka juga menegaskan bahwa setelah identifikasi diselesaikan, dana dalam rekening tersebut kini telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berhak.

Respons Pemerintah dan Perlindungan Martabat Warga

Kasus yang terjadi di distrik Keonjhar ini langsung menarik perhatian serius dari otoritas tingkat nasional. Menteri Pendapatan Odisha, Suresh Pujari, menyatakan bahwa investigasi menyeluruh tengah dilakukan untuk meninjau kembali pelayanan di kantor cabang tersebut. Pujari menekankan bahwa tindakan tegas akan diambil jika ditemukan adanya kelalaian atau sikap arogan dari manajer cabang terhadap nasabah kecil.

Pemerintah distrik setempat turut menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian ini. Bagi mereka, tragedi ini bukan sekadar masalah layanan perbankan, melainkan menyentuh isu martabat manusia. Insiden ini menjadi pengingat keras bagi penyedia layanan publik di India untuk lebih proaktif dan empatik dalam membantu warga yang memiliki keterbatasan akses terhadap dokumen administratif.

Baca Juga

Jadwal Lengkap Libur Idul Adha 2026: Strategi Long Weekend 6 Hari dan Panduan Resmi Pemerintah

Jadwal Lengkap Libur Idul Adha 2026: Strategi Long Weekend 6 Hari dan Panduan Resmi Pemerintah
Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *