Antara Hama dan Berkah: Bagaimana Warga Sidrap Mengolah Ikan Sapu-sapu Menjadi Peluang Ekonomi

Rizky Ramadhan | Totonews
30 Apr 2026, 00:43 WIB
Antara Hama dan Berkah: Bagaimana Warga Sidrap Mengolah Ikan Sapu-sapu Menjadi Peluang Ekonomi

TotoNews — Keberadaan ikan sapu-sapu sering kali dipandang sebelah mata, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta di mana spesies ini dilabeli sebagai hama invasif yang merusak ekosistem sungai. Namun, sebuah narasi berbeda muncul dari jantung Sulawesi Selatan, tepatnya di Kabupaten Sidrap. Di sana, ikan yang dikenal dengan ketangguhannya ini justru bertransformasi menjadi sumber daya yang bernilai guna bagi masyarakat lokal.

Perubahan stigma ini dipicu oleh melimpahnya populasi ikan sapu-sapu di kawasan Danau Sidenreng, Desa Mojong. Di tengah hamparan eceng gondok yang memenuhi danau, masyarakat melihat adanya peluang di balik tantangan lingkungan tersebut. Alih-alih membasmi tanpa hasil, mereka memilih untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang produktif.

Baca Juga

Skandal Kampus Serang: Mahasiswa Nekat Rekam Dosen di Toilet, Polisi Segera Lakukan Pemeriksaan Intensif

Skandal Kampus Serang: Mahasiswa Nekat Rekam Dosen di Toilet, Polisi Segera Lakukan Pemeriksaan Intensif

Inovasi Pakan Ternak Berbasis Potensi Lokal

Inisiatif pemanfaatan ikan ini mulai digalakkan secara serius sejak akhir tahun lalu. Muhammad Abu Rizal, yang menjabat sebagai Ketua Kelompok Ternak Bebek, menjelaskan bahwa sejak November tahun lalu, program konversi ikan sapu-sapu menjadi pakan ternak mulai dijalankan. Langkah ini menjadi angin segar bagi para peternak yang sering kali terkendala tingginya harga pakan komersial.

“Program pemanfaatan ini adalah solusi atas banyaknya populasi ikan sapu-sapu di danau kami. Kami mengolahnya sedemikian rupa agar bisa menjadi asupan nutrisi bagi ternak bebek warga,” ungkap Rizal saat memberikan keterangan terkait inovasi tersebut.

Keamanan Konsumsi dan Kualitas Lingkungan

Menariknya, pemanfaatan ikan ini tidak berhenti pada pakan ternak saja. Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, memaparkan bahwa masyarakat sekitar Danau Sidenreng terkadang juga mengonsumsi ikan tersebut. Ia memberikan jaminan bahwa kondisi air danau yang relatif bersih menjadi faktor pembeda utama dengan kondisi ikan serupa yang ditemukan di perairan Jakarta yang tercemar.

Baca Juga

Prabowo Subianto Waspadai Ancaman Hoaks AI: Kisah di Balik Pidato Mandarin dan Suara Nyanyian Palsu

Prabowo Subianto Waspadai Ancaman Hoaks AI: Kisah di Balik Pidato Mandarin dan Suara Nyanyian Palsu

“Ikan sapu-sapu di sini masih aman karena ekosistem danau kita jauh dari limbah industri berat. Tidak ada kontaminasi logam berat yang perlu dikhawatirkan, berbeda dengan kondisi di Ibu Kota. Meski dagingnya tidak terlalu banyak karena struktur tulangnya yang dominan, warga tetap memanfaatkannya sebagai bahan pangan tambahan secara terbatas,” jelas Syaharuddin dengan optimis.

Langkah yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Sidrap ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, spesies invasif tidak selamanya menjadi beban. Dengan kreativitas dan pengawasan lingkungan yang baik, potensi ekonomi baru justru bisa lahir dari fenomena alam yang semula dianggap sebagai masalah lingkungan.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *