Kisah Pilu dari Klaten: Sempat Hilang Misterius, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Kuning

Rizky Ramadhan | Totonews
03 Mei 2026, 04:41 WIB
Kisah Pilu dari Klaten: Sempat Hilang Misterius, Bocah 10 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai Kuning

TotoNews — Suasana duka mendalam menyelimuti warga Kecamatan Klaten Tengah setelah sebuah kabar memilukan mengonfirmasi nasib AA, seorang anak perempuan berusia 10 tahun yang sempat dilaporkan hilang. Setelah upaya pencarian intensif selama lebih dari 24 jam, gadis kecil tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Kuning, Desa Ngemplak, Kecamatan Kalikotes, Klaten.

Kronologi Hilangnya Korban

Peristiwa yang menyayat hati ini bermula pada Jumat siang, 1 Mei 2026. Sekitar pukul 14.00 WIB, AA yang diketahui memiliki riwayat autisme terlihat sedang asyik bermain di sekitar area tempat tinggalnya, tepatnya di belakang gardu lingkungan. Namun, kecemasan mulai melanda pihak keluarga ketika hingga pukul 16.00 WIB, AA tak kunjung menampakkan batang hidungnya di rumah.

Baca Juga

Gencatan Senjata Terkoyak: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 14 Orang Termasuk Anak-anak

Gencatan Senjata Terkoyak: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 14 Orang Termasuk Anak-anak

Keluarga yang panik segera melakukan pencarian mandiri menyisir sudut-sudut desa hingga malam gelap menyergap, namun hasilnya nihil. Kasus ini pun segera dilaporkan ke Polsek Klaten sebagai laporan bocah hilang, yang kemudian segera direspons dengan koordinasi cepat bersama berbagai elemen relawan.

Operasi Pencarian Tim Gabungan

Kapolsek Kalikotes, Iptu Ryan Dwi Prabowo, mengonfirmasi bahwa pencarian skala besar dimulai sejak Sabtu pagi, 2 Mei 2026. Tim gabungan yang terdiri dari SAR Klaten, BPBD, serta relawan MDMC dikerahkan untuk menyisir area sungai yang berada tepat di belakang rumah korban.

“Pencarian sempat dilakukan hingga menjelang siang namun dihentikan sejenak untuk istirahat. Pada pukul 12.30 WIB, tim kembali menyisir aliran sungai Kalikuning yang mengalir ke arah Kalikotes,” ujar Iptu Ryan saat memberikan keterangan resmi kepada awak media.

Baca Juga

Diplomasi Kemanusiaan: Fadli Zon Sambut Delegasi Palestina dan Bahas Inisiatif Museum Genosida

Diplomasi Kemanusiaan: Fadli Zon Sambut Delegasi Palestina dan Bahas Inisiatif Museum Genosida

Penemuan Jenazah dan Hasil Pemeriksaan

Setelah penyisiran yang melelahkan, tim akhirnya menemukan titik terang. Pada pukul 13.22 WIB, jasad AA ditemukan mengapung di kedalaman air sekitar 1,5 meter di bawah sebuah jembatan. Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan beberapa luka lecet di area wajah dan hidung.

Pihak Puskesmas Kalikotes yang melakukan pemeriksaan awal menduga bahwa luka-luka tersebut bukanlah akibat tindakan kekerasan, melainkan benturan benda keras seperti batu atau kayu saat korban hanyut terbawa arus sungai yang cukup kuat. Tim medis menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

Keikhlasan Pihak Keluarga

Tragedi penemuan jenazah ini diakhiri dengan sikap tegar dari pihak keluarga. Mengingat riwayat kesehatan korban dan hasil pemeriksaan medis yang tidak menunjukkan adanya unsur kriminalitas, keluarga memutuskan untuk tidak melakukan prosedur autopsi lebih lanjut.

Baca Juga

Tabir Gelap di Balik Dinding Pesantren: Menguak Modus Doktrin Mistis Pendiri Ponpes di Pati

Tabir Gelap di Balik Dinding Pesantren: Menguak Modus Doktrin Mistis Pendiri Ponpes di Pati

“Keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan telah menandatangani pernyataan tertulis untuk tidak melakukan autopsi,” tambah Iptu Ryan. Kini, jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga di Klaten untuk proses pemakaman yang layak.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, terutama orang tua yang memiliki anak dengan kebutuhan khusus, untuk memberikan pengawasan ekstra saat anak-anak bermain di lingkungan yang dekat dengan potensi bahaya seperti aliran sungai.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *