Abadikan Jejak Agresi, Iran Ubah Reruntuhan Universitas Isfahan Menjadi Museum Perang

Rizky Ramadhan | Totonews
03 Mei 2026, 18:41 WIB
Abadikan Jejak Agresi, Iran Ubah Reruntuhan Universitas Isfahan Menjadi Museum Perang

TotoNews — Pemerintah Iran mengambil langkah simbolis yang mendalam untuk merespons kehancuran yang menimpa dunia pendidikan mereka. Alih-alih menghapus jejak kehancuran, otoritas setempat memutuskan untuk melestarikan lokasi bekas serangan udara di salah satu institusi pendidikan tinggi terkemuka sebagai sebuah museum sejarah.

Monumen Penindasan Ilmiah

Puing-puing yang tersisa dari hantaman rudal di Universitas Teknologi Isfahan kini memiliki fungsi baru. Lokasi tersebut akan dipertahankan dalam kondisi aslinya untuk mendokumentasikan apa yang disebut pemerintah sebagai bentuk penindasan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan. Kepala Universitas Teknologi Isfahan, Zafarollah Kalantari, menegaskan bahwa keputusan ini bertujuan agar dunia tidak melupakan sejarah kelam tersebut.

“Lokasi yang rusak saat ini akan dilestarikan sebagai museum perang di lingkungan universitas. Ini akan tetap menjadi dokumen nyata mengenai penindasan ilmiah suatu bangsa dalam catatan sejarah,” ujar Kalantari sebagaimana dikutip dari kantor berita resmi IRNA pada Minggu (3/5/2026).

Baca Juga

Gejolak Timur Tengah Memanas, Rencana Ekspor 2.200 Ton Beras Bulog untuk Jemaah Haji Terancam Batal

Gejolak Timur Tengah Memanas, Rencana Ekspor 2.200 Ton Beras Bulog untuk Jemaah Haji Terancam Batal

Kerusakan Masif dan Rencana Pemulihan

Serangan yang terjadi pada Maret lalu tersebut tidak hanya meninggalkan luka mendalam, tetapi juga kerugian material yang sangat besar. Berdasarkan penilaian awal, kerusakan pada bangunan serta berbagai fasilitas laboratorium canggih di universitas tersebut diperkirakan mencapai angka $11 juta atau setara dengan ratusan miliar rupiah. Isfahan merupakan salah satu dari sekian banyak titik yang menjadi sasaran dalam gelombang serangan rudal gabungan antara Amerika Serikat dan Israel.

Meski area yang hancur dijadikan museum, Kalantari memastikan bahwa kegiatan akademik tidak akan terhenti. Pemerintah telah mengalokasikan lahan baru di area kampus untuk membangun gedung pengganti yang akan dilengkapi dengan peralatan teknologi mutakhir. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa pendidikan di Iran tetap berjalan meski berada di tengah tekanan geopolitik yang hebat.

Baca Juga

Gencatan Senjata Lebanon di Ambang Kehancuran: Hizbullah Tuding Balik Israel Lakukan Pengkhianatan

Gencatan Senjata Lebanon di Ambang Kehancuran: Hizbullah Tuding Balik Israel Lakukan Pengkhianatan

Dampak Luas pada Infrastruktur Sipil

Laporan resmi mengungkapkan bahwa serangan udara tersebut bersifat sistematis dan meluas. Tercatat lebih dari 30 universitas di seluruh wilayah Iran, termasuk yang berada di jantung ibu kota Teheran, menjadi korban hantaman proyektil. Tidak hanya institusi pendidikan, area pemukiman warga dan infrastruktur sipil lainnya juga turut terdampak dalam eskalasi konflik tersebut.

Saat ini, ketegangan di kawasan tersebut dilaporkan sedikit mereda setelah gencatan senjata resmi diberlakukan mulai 8 April. Namun, pembangunan museum di Isfahan ini menjadi pengingat permanen bahwa di balik perundingan politik, terdapat warisan fisik dari sebuah konflik bersenjata yang membekas pada sektor pendidikan dan kemanusiaan.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *