Tragedi Berdarah di Rumbai: Dendam Menantu dan Pelarian Lintas Provinsi Pembunuh Lansia Pekanbaru

Rizky Ramadhan | Totonews
03 Mei 2026, 22:41 WIB
Tragedi Berdarah di Rumbai: Dendam Menantu dan Pelarian Lintas Provinsi Pembunuh Lansia Pekanbaru

TotoNews — Tabir gelap yang menyelimuti kasus kematian tragis Dumaris Deniwati Boru Sitio (60) di Rumbai, Pekanbaru, akhirnya tersingkap. Bukan sekadar perampokan biasa, aksi keji ini ternyata didalangi oleh orang terdekat korban, yakni menantunya sendiri. Keberhasilan pihak kepolisian meringkus empat tersangka ini menjadi akhir dari pengejaran dramatis yang melintasi perbatasan provinsi.

Kronologi Penemuan Jasad dan Titik Terang CCTV

Peristiwa memilukan ini bermula pada Rabu, 29 April 2026, ketika suami korban menemukan istrinya dalam kondisi tak bernyawa dan bersimbah darah di kediaman mereka. Keheningan Kecamatan Rumbai seketika pecah oleh kabar pembunuhan sadis ini. Tim gabungan dari Polresta Pekanbaru dan Polda Riau langsung bergerak cepat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca Juga

Wajah Baru Keamanan Modern: Kapolri Usung 4 Pilar Smart City di Pembangunan Mapolda DIY

Wajah Baru Keamanan Modern: Kapolri Usung 4 Pilar Smart City di Pembangunan Mapolda DIY

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Muharman Arta, menyatakan bahwa rekaman CCTV menjadi kunci awal penyelidikan. Dalam rekaman tersebut, terlihat para pelaku datang dengan modus bertamu secara sopan sebelum akhirnya melancarkan serangan brutal menggunakan balok kayu. Penyelidikan mendalam mengarah pada satu nama berinisial AF, yang merupakan menantu korban sendiri.

Pengejaran Maraton Hingga ke Aceh dan Sumatera Utara

Menangkap para pelaku bukanlah perkara mudah. Setelah melancarkan aksinya, keempat tersangka mencoba menghapus jejak dengan melarikan diri ke luar wilayah hukum Polda Riau. Pengejaran yang melelahkan ini membawa petugas menyeberangi provinsi demi provinsi.

“Pengejaran ini tidaklah mudah karena para pelaku terus berpindah tempat,” ungkap Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra. Kerja keras tim Jatanras dan Resmob akhirnya membuahkan hasil pada 2 April 2026. Dua tersangka berhasil diciduk di persembunyian mereka di Aceh Tengah, sementara dua lainnya diringkus di Kota Binjai, Sumatera Utara.

Baca Juga

Ketegangan Global Memuncak: AS Balas Blokade Iran di Selat Hormuz Usai Perundingan Damai Temui Jalan Buntu

Ketegangan Global Memuncak: AS Balas Blokade Iran di Selat Hormuz Usai Perundingan Damai Temui Jalan Buntu

Motif Ganda: Antara Sakit Hati dan Keserakahan Ekonomi

Berdasarkan hasil interogasi mendalam, terungkap fakta mengejutkan mengenai alasan di balik tindakan keji AF. Ia mengaku memendam sakit hati yang mendalam terhadap mertuanya. Selama tinggal bersama, tersangka merasa sering dimaki dan mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari korban. Namun, dendam pribadi itu rupanya berpadu dengan niat jahat untuk menguasai harta.

Selain faktor emosional, kriminalitas di Pekanbaru ini juga didorong oleh motif ekonomi. Para pelaku menggasak sejumlah barang berharga, mulai dari perhiasan emas hingga uang tunai dalam denominasi Dolar Singapura. Kepolisian memastikan sebagian besar barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk keperluan persidangan.

Baca Juga

Langkah Spiritual Kakorlantas Polri di Pura Besakih: Mengetuk Pintu Langit Demi Kelancaran Kemala Run 2026

Langkah Spiritual Kakorlantas Polri di Pura Besakih: Mengetuk Pintu Langit Demi Kelancaran Kemala Run 2026

Perencanaan yang Matang

Fakta lain yang terungkap adalah bahwa aksi ini bukanlah tindakan spontan. Para pelaku diketahui telah melakukan survei lokasi beberapa kali untuk memastikan situasi aman. Karena AF adalah bagian dari keluarga, kehadirannya di rumah korban tidak memicu kecurigaan sama sekali.

Pada hari eksekusi, korban dipukul berulang kali dengan balok kayu hingga mengembuskan napas terakhir, lalu jasadnya dipindahkan ke area kamar mandi untuk menyamarkan jejak. Kini, keempat tersangka harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di balik jeruji besi dan terancam hukuman berat atas pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *