Trump Semprot NATO dan Sekutu Asia: Sebut ‘Macan Kertas’ hingga Kritik Kurangnya Dukungan Lawan Iran

Rizky Ramadhan | Totonews
07 Apr 2026, 04:20 WIB
Trump Semprot NATO dan Sekutu Asia: Sebut 'Macan Kertas' hingga Kritik Kurangnya Dukungan Lawan Iran

TotoNews — Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan para sekutu globalnya kembali memanas. Presiden Donald Trump secara terbuka melayangkan kritik tajam yang menyasar aliansi pertahanan NATO serta sejumlah mitra strategis di kawasan Asia-Pasifik. Dalam pernyataan terbarunya, Trump menuding negara-negara tersebut lepas tangan dan enggan memberikan dukungan nyata dalam konfrontasi Washington melawan Iran.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (7/4/2026), Trump kembali menggunakan terminologi provokatif dengan menyebut NATO sebagai “macan kertas”. Tidak berhenti di situ, jangkauan kritiknya melebar hingga ke Australia, Jepang, dan Korea Selatan. Ia menganggap negara-negara tersebut hanya menerima perlindungan tanpa memberikan timbal balik yang setimpal saat kepentingan Amerika di Timur Tengah sedang terancam.

Baca Juga

Pembelaan Emosional Nadiem Makarim untuk Ibrahim Arief: Tuntutan 15 Tahun Kasus Chromebook Dipertanyakan

Pembelaan Emosional Nadiem Makarim untuk Ibrahim Arief: Tuntutan 15 Tahun Kasus Chromebook Dipertanyakan

Kritik Pedas Soal Ketimpangan Beban Pertahanan

Trump secara spesifik menyoroti besarnya sumber daya militer yang dikerahkan Negeri Paman Sam untuk menjaga stabilitas di kawasan Asia Timur, terutama sebagai tameng dari ancaman nuklir Korea Utara. Namun, ia merasa investasi keamanan tersebut tidak dihargai oleh para sekutu saat AS membutuhkan bantuan dalam konflik Iran yang kian meruncing.

“Kita memiliki 50.000 tentara di Jepang yang bertugas melindungi mereka dari Korea Utara,” cetus Trump dengan nada geram. Ia juga mengungkit keberadaan 45.000 personel militer AS yang bermarkas di semenanjung Korea Selatan dengan misi serupa. Bagi Trump, kehadiran militer tersebut adalah bentuk komitmen luar biasa yang seharusnya dibalas dengan solidaritas internasional, bukan sekadar sikap pasif.

Baca Juga

Tragedi di Tanjung Barat: Detik-Detik Terakhir Haerul Saleh, Anggota BPK yang Gugur dalam Kebakaran Hebat

Tragedi di Tanjung Barat: Detik-Detik Terakhir Haerul Saleh, Anggota BPK yang Gugur dalam Kebakaran Hebat

Diplomasi Transaksional yang Mengguncang Global

Sikap keras sang presiden ini memicu perdebatan sengit mengenai masa depan aliansi militer global. Bagi Trump, kesepakatan pertahanan harus bersifat transaksional dan adil bagi pembayar pajak Amerika. Ketidakpuasannya muncul di tengah ancaman eskalasi militer yang kian nyata di Selat Hormuz, di mana AS menuntut jaminan keamanan jalur logistik global dari gangguan pihak Teheran.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari markas besar NATO maupun pemerintah Australia, Jepang, dan Korea Selatan terkait serangan verbal tersebut. Namun, para pengamat menilai bahwa gaya diplomasi “America First” yang diusung Trump kembali mengguncang fondasi hubungan internasional yang telah terjalin selama puluhan tahun. Publik kini menanti apakah tekanan ini akan memaksa negara-negara sekutu untuk mengubah posisi mereka dalam menghadapi ketegangan global yang terus meningkat.

Baca Juga

Ammar Zoni dan Jeruji Besi Nusakambangan: Menguak Alasan Pemindahan Sang Aktor ke Lapas Super Maximum Security

Ammar Zoni dan Jeruji Besi Nusakambangan: Menguak Alasan Pemindahan Sang Aktor ke Lapas Super Maximum Security
Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *